Petinggi KAMI Diborgol dan Dipamerkan ke Publik, Fadli Zon: Belanda Lebih Manusiawi Anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Fadli Zon (MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.com - Anggota DPR, Fadli Zon mengkritik perlakuan Polri terhadap tokoh Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang menjadi tersangka dugaan penghasutan terkait demo tolak Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja yang berakhir ricuh pada Kamis (8/10) lalu.

Kritik dilontarkan Fadli karena para tokoh KAMI, seperti Syahganda Nainggolan (SN) dan Jumhur Hidayat (JH) dikenakan baju tahanan, diborgol dan dipamerkan Mabes Polri ke publik dalam konferensi pers yang digelar di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (15/10) kemarin.

Menurut Fadli Zon, dulu kolonialis Belanda jauh lebih sopan dan manusiawi dalam memperlakukan tahanan politik dibanding apa yang dilakukan polisi terhadap para aktivis KAMI.

Baca Juga

Insiator KAMI Diperlakukan bak Teroris, Jimly: Penjara Bukan untuk yang Beda Pendapat

"Dulu kolonialis Belanda jauh lebih sopan dan manusiawi memperlakukan tahanan politik," tulis Fadli di akun Twitternya, Jumat (16/10).

"Lihat Bung Karno di Ende, Bengkulu dan Bangka. Bung Hatta dan Syahrir memang lebih berat di Digul. Di Bandanaitra lebih longgar. Meraka masih diperlakukan manusiawi bahkan diberi gaji bulanan," ungkapnya.

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri telah menetapkan tiga aktivis sebagai tersangka pelanggaran Undang-undang ITE. Ketiganya yakni Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat, dan Anton Permana.

Sebelumnya, ada delapan aktivis yang ditangkap polisi, yakni Juliana, Devi, Wahyu Rasari Putri, Khairi Amri, Kingkin Anida, Anton Permana, Syahganda Nainggolan, dan Jumhur Hidayat. Mereka ditangkap di Medan (Sumatera Utara), Jakarta, Depok, dan Tangerang Selatan dalam rentang waktu 9-13 Oktober 2020. (Knu)

Baca Juga

Petinggi KAMI Kumpulkan Uang Rp500 Ribu untuk Danai Pendemo UU Ciptaker

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Penangkapan Terhadap Jurnalis saat Meliput Demo UU Ciptaker Dinilai Bertentangan dengan HAM
Indonesia
Penangkapan Terhadap Jurnalis saat Meliput Demo UU Ciptaker Dinilai Bertentangan dengan HAM

Sejumlah wartawan dilaporkan mengalami pemukulan bahkan penangkapan oleh kepolisian saat meliput demo tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja.

Para Pemenang Nobel Terima Penghargaan dari Rumah Masing-masing
Dunia
Para Pemenang Nobel Terima Penghargaan dari Rumah Masing-masing

Para pemenang Nobel 2020 menerima penghargaan mereka dalam siaran yang ditayangkan pada Kamis (10/12).

Epidemiologi UI Komentar Menohok Soal DPRD DKI Minta Keluarga Divaksin
Indonesia
Epidemiologi UI Komentar Menohok Soal DPRD DKI Minta Keluarga Divaksin

UI mengomentari keinginan DPRD DKI Jakarta yang meminta jatah vaksin COVID-19 ke Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk keluarga mereka.

PKB Lirik AHY Berduet Dengan Cak Imin
Indonesia
PKB Lirik AHY Berduet Dengan Cak Imin

Terkait kemungkinan duet Gus AMI dengan Ketua DPR Puan Maharani yang sebelumnya sempat mencuat, hal tersebut baru sekadar wacana.

4 Terduga Teroris Ditangkap di Banten dan Jabar
Indonesia
4 Terduga Teroris Ditangkap di Banten dan Jabar

Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti-teror Polri kembali menangkap empat orang terduga teroris di wilayah Banten dan Jawa Barat.

Pemasukan Cukai Tinggi, Industri Olahan Tembakau Diusulkan Dapat Insentif
Indonesia
Pemasukan Cukai Tinggi, Industri Olahan Tembakau Diusulkan Dapat Insentif

Saat ini, produk-produk HPTL dikenakan sistem tarif cukai persentase (ad valorem) sebesar 57 persen dari harga jual eceran (HJE).

42 Persen Tenaga Kesehatan DKI Sudah Divaksin COVID-19
Indonesia
42 Persen Tenaga Kesehatan DKI Sudah Divaksin COVID-19

Pemprov DKI telah memulai vaksinasi tahap pertama untuk tenaga kesehatan pada Kamis (14/1).

Sidang Praperadilan Rizieq Shihab Dimulai Tahun Depan
Indonesia
Sidang Praperadilan Rizieq Shihab Dimulai Tahun Depan

Sidang perdana praperadilan itu akan dilaksanakan pada pukul 09.00 WIB

Kapolda Metro Angkat Suara saat Jakarta Jadi Marak Begal Sepeda
Indonesia
Kapolda Metro Angkat Suara saat Jakarta Jadi Marak Begal Sepeda

Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana membentuk tim khusus untuk melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku begal pesepeda yang marak terjadi akhir-akhir ini.

[HOAKS atau FAKTA]: Antrean Pasien Terjadi di IGD RS Hasan Sadikin
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Antrean Pasien Terjadi di IGD RS Hasan Sadikin

Hal ini terlihat sejak pertengahan Mei 2021