Petinggi Gerindra Ungkap Alasan Prabowo Usung Denny Indrayana di Pilgub Kalsel Denny Indrayana (MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad membeberkan, alasan mengusung Denny Indrayana di Pemilihan Gubernur Kalimantan Selatan (Pilgub Kalsel).

"Yang kami analisa dalam pandemi COVID-19 sekarang ini di mana rakyat perlu gerakan cepat dan perubahan di Kalsel untuk itu syarat-syaratnya ada di Pak Denny Indrayana," kata Dasco di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (4/8).

Baca Juga:

Tunjuk Denny Indrayana, Anies Enggak Percaya Bawahannya

Menurut Dasco, sosok Denny Indrayana mampu membuat perubahan cepat untuk masyarakat Kalsel. Wakil Ketua DPR ini juga meyakini, Denny Indrayana mampu mengatasi pandemi COVID-19 di Kalsel.

"Yang bisa kemudian membawa aspirasi masyarakat tersebut untuk menuju perubahan," ungkap anak buah Prabowo Subianto ini.

Denny Indrayana ditunjuk Anies jadi kuasa hukum Pemprov untuk tangani sengketa lahan BMW
Denny Indrayana ditunjuk Pemprov DKI untuk tangani sengketa lahan BMW (Foto: antaranews)

Sebelumnya Ketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, telah menandatangani surat rekomendasi dukungan untuk Denny Indrayana-Difriadi Darjat di Pilgub Kalsel. Keputusan dukungan diberikan sebelum Idul Adha.

"Pilihan Prabowo Subianto jatuh pada saudara Denny Indrayana dan wakil gubernur jatuh pada saudara Defriadi," kata Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani di kantor DPP Partai Gerindra, Jakarta, Senin (3/8).

Baca Juga:

Reaksi Biro Hukum Pemprov DKI Tahu Bosnya Tunjuk Denny Indrayana

Pemilihan Denny-Difriadi juga telah melewati penyaringan berbagai aspirasi dari banyak kalangan di Kalimantan Selatan. Keduanya yang merupakan putra daerah diharapkan dapat membawa perubahan di sana.

"Kami berharap sekali lagi pilihan ini adalah pilihan yang benar. Pilihan yang tepat dan pilihan yang akan membawa kebaikan, kemajuan, dan perubahan bagi Kalimantan Selatan," ujar Muzani. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Langgar Protokol Kesehatan, Calon Kepala Daerah akan Dipidana
Indonesia
Langgar Protokol Kesehatan, Calon Kepala Daerah akan Dipidana

“Jika tidak, kami akan melakukan tindakan hukum,” tegasnya.

Gus Miftah Gelar Pengajian Khusus di Ponpes Ora Aji Doakan Didi Kempot
Indonesia
Gus Miftah Gelar Pengajian Khusus di Ponpes Ora Aji Doakan Didi Kempot

Keluarga Didi Kempot di Solo, Jawa Tengah menggelar acara tahlil tujuh hari meninggalnya musisi musik campursari itu

72 Persen Pasien COVID-19 Klaster Secapa AD Sudah Negatif
Indonesia
72 Persen Pasien COVID-19 Klaster Secapa AD Sudah Negatif

Dari 363 pasien tadi, kesemuanya menjalani isolasi mandiri di Secapa AD

Cerita Heroik Wakapolres Karanganyar Selamat dari Pembacokan Pelaku Teror
Indonesia
Cerita Heroik Wakapolres Karanganyar Selamat dari Pembacokan Pelaku Teror

"Saya saat kejadian sedang duduk samping kursi musala di pintu masuk pos jalur pendakian Cemoro Kandang, Gunung Lawu," ujar Busroni

Anies: Kondisi Sekarang Lebih Darurat dari Awal Wabah
Indonesia
Anies: Kondisi Sekarang Lebih Darurat dari Awal Wabah

Kondisi tersebut memaksa Pemprov DKI menarik rem darurat dan kembali ke PSBB awal.

Ingin Bertemu Ba'asyir, Keluarga Seleksi Tamu
Indonesia
Ingin Bertemu Ba'asyir, Keluarga Seleksi Tamu

Selama menerima tamu tidak ada acara syukuran atau tausiah. Selama pertemuan sifatnya hanya santai ngobrol dan makan bersama.

Pemprov DKI Diminta Lobi Kemenperin Cabut Izin Perusahaan Nakal Selama PSBB
Indonesia
Pemprov DKI Diminta Lobi Kemenperin Cabut Izin Perusahaan Nakal Selama PSBB

Sebab, kata dia, bila perusahaan masih dibekingi Kemenperin Pemda DKI tak bisa berindak bila perusahaan melanggar PSBB.

Pembuat APD Diharap Ikuti Kualifikasi dan Spesifikasi Bahan
Indonesia
Pembuat APD Diharap Ikuti Kualifikasi dan Spesifikasi Bahan

Masker bedah, sangat efektif untuk memblokir percikan atau droplet dan tetesan dalam partikel besar

Panglima TNI dan Kapolri Sambangi Surabaya, Ada Apa?
Indonesia
Panglima TNI dan Kapolri Sambangi Surabaya, Ada Apa?

“Harus diingat bahwa kedisiplinan masyarakat menjalankan protokol kesehatan menjadi kunci keberhasilan mengendalikan pandemi,” ujar Idham.

Jadi Sasaran 'Kemarahan' Rakyat, DPR: Tak Suka Nanti Jangan Dipilih lagi
Indonesia
Jadi Sasaran 'Kemarahan' Rakyat, DPR: Tak Suka Nanti Jangan Dipilih lagi

Ini sebagai masukan untuk introspeksi ke depan baik secara prosedur, baik secara substansi