Peter Gozal Kembali Pimpin INTI Sulsel Peter Gozal (Tribunmakassar.com/hashimarfah)

Merahputih.com - Politisi senior Partai Golkar, Peter Gozal, terpilih secara aklamasi menjadi ketua Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Sulawesi Selatan pada Musyawarah Daerah III Perhimpunan Inti di Makassar Golden Hotel, Jl Penghibur, Makassar, Sulsel, Rabu (14/8).

Peter mengakui, ia tak bersedia kembali menjadi ketua INTI Sulawesi Selatan. Namun, Peter tak bisa menolak keinginan para pengurus yang memintanya kembali menjadi ketua INTI Sulawesi Selatan.

"Saya sebetulnya tak bersedia yah, tapi teman-teman meminta untuk kembali (memimpin INTI) maka, baiklah karena ini adalah amanah," kata Peter dikutip Tribunmakassar.com, Rabu (14/8).

Baca Juga: INTI Ucapkan Turut Duka Cita Meninggalnya Mbah Moen

Peter menegaskan bahwa INTI juga merupakan bagian dari Indonesia.

"Sehingga kita punya progres lebih baik untuk Indonesia ke depan, misi kita itu selalu adalah masalah kebhinekaan yah, dan INTI itu adalah bagian dari Indonesia," katanya.

"Kita lahir dan besar di Indonesia tak ada negara lain dan tentu kita tahu bagaimana pemerataan dan berkeadilan sosial," katanya.

Musyawarah Daerah III Perhimpunan Inti di Makassar Golden Hotel, Jl Penghibur, Makassar, Sulsel, Rabu (14/8) (tribun-timur.com/muhammad abdiwan)

Dalam kesempatan sama, Sekretaris Jenderal Perhimpunan INTI Pusat, Ulung Rusman menganggap INTI harus menunjukkan diri sebagai nasionalis.

Karena, selama 20 tahun berdiri, INTI harus bisa merajut kebhinekaan dan kebangsaan Indonesia. Sehingga, ia meminta kepada Ketua INTI Sulsel, Peter Gozal dapat beradaptasi dengan dinamika di Sulsel.

"INTI Sulsel harus menjadi barometer untuk Indonesia Timur dalam menjaga kebhinekaan dan kebangsaan," katanya.

Baca Juga: HUT ke-20, INTI Bertekad Majukan Bangsa Indonesia

Ia juga berharap INTI jadi organisasi matang karena sudah berusia 20 tahun.

"Posisi ini harus tercermin dalam program nyata yang bisa menjangkau. lapisan masyarakat akar rumput atau grassroot," jelasnya.

"Walaupun kita berasal dari komunitas masyarakat Tionghoa tapi kita harus nasionalis, 100 persen Indonesia dan 100 persen patriotisme," tutupnya. (*)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH