Image
Author by : Merahputih.com / Rizki Fitrianto

Alunan musik Sapek atau dawai khas suku Dayak dengan nada lincah Salung bergema di Taman Waduk Pluit Jakarta Utara, kemudian tiga penari Kancet Papatai merangsek meningkahi alunan musik tersebut seiring membuka gelaran Pesta Rakyat Cap Go Meh 2018, Sabtu, (3/3). Pesta rakyat yang diusung peringatan Cap Go Meh merupakan ajang terbaik untuk membuka mata masyarakat untuk lebih mempelajari kebhinekaan. Merahputih.com / Rizki Fitrianto

Image
Author by : Merahputih.com / Rizki Fitrianto

Wakil Wali Kota Jakarta Utara, Junaedi memberikan sambutan pada pembukaan Pesta Rakyat Cap Go Meh di Taman Waduk Pluit, Jakarta Utara. Perayaan Cap Go Meh merupakan pesta rakyat keberagamaan kebudayaan nusantara. Merahputih.com / Rizki Fitrianto

Image
Author by : Merahputih.com / Rizki Fitrianto

Pesta Rakyat Cap Go Meh yang diselenggarakan di Taman Waduk Pluit tidak hanya menampilkan beragam kesenian dan kebudayaan namun juga menggelar bakti sosial kepada masyarakat yang membutuhkan, seperti pengobatan gratis, gunting rambut gratis, pemberian santuan pada 1.000 anak dan beragam acara sosial lainnya. Merahputih.com / Rizki Fitrianto

Image
Author by : Merahputih.com / Rizki Fitrianto

Atraksi Barong Sai meriahkan gelaran Pesta Rakyat Cap Go Meh di Taman Waduk Pluit, Jakarta Utara. Ribuan pengunjung sibuk merekam aksi tersebut dengan ponsel pintar mereka. Merahputih.com / Rizki Fitrianto

Image
Author by : Merahputih.com / Rizki Fitrianto

Sejumlah penari dengan busana Swesi, Sekan, Walimo, dan bawahan rumbai menyajikan tarian Tapea khas Papua pada Pesta Rakyat Cap Go Meh di Taman Waduk Pluit, Jakarta Utara. Merahputih.com / Rizki Fitrianto

Image
Author by : Merahputih.com / Rizki Fitrianto

Ratusan anak turut tampilkan kesenian pada Pesta Rakyat Cap Go Meh di Taman Waduk Pluit, Jakarta Utara. Dengan menggunakan alat musik alternatif dari perangkat rumah tangga mereka melantunkan nada lagu daerah. Merahputih.com / Rizki Fitrianto

Image
Author by : Merahputih.com / Rizki Fitrianto

Pada penghujung acara sekitar 1.000 anak dari keluarga kurang mampu mendapatkan santunan berupa uang dan perlengkapan sekolah. Panitia Pesta Rakyat Cap Go Meh tersebut menyampaikan bahwa perayaan Cap Go Meh tidak hanya milik kalangan tertentu namun juga milik seluruh masyarakat, kebahagiaan perayaan tersebut juga harus dirasakan seluruh kalangan. Merahputih.com / Rizki Fitrianto