Pesona Taman Nasional Laiwangi Wanggameti di NTT Taman Nasional Laiwangi Wanggameti, Sumba. (Foto: instagram.com/natgeoindonesia)

MerahPutih Wisata - Taman Nasional Laiwangi Wanggameti adalah sebuah daerah perlindungan flora dan fauna di pulau Sumba, provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia.

Taman ini merupakan suatu perwakilan berbagai tipe hutan di pulau Sumba, termasuk "hutan elfin" yang jarang terdapat dan memiliki keanekaragaman jenis bernilai cukup tinggi terutama yang terdapat pada ketinggian 800 meter dari permukaan laut.

Terdapat beberapa spesies tumbuhan endemik yang dilindungi di taman nasional ini, seperti spesies Syzygium, pule, spesies Ficus, oleosum Canarium, zeylanicum Cinnamomum, Myristica littoralis, Toona sureni, kepoh, Schleichera oleosa, dan obovatum Palaquium.

Spesies hewan yang dilindungi di taman nasional ini antara lain Monyet pemakan kepiting, biawak, kadal monitor, ular sanca [Phyton timoriensis], Ayam hutan Merah, merpati hijau Sumba, Sumba Buttonquail, Kakatua Citra-jambul, Sikatan Sumba, dan masih banyak lainnya.

Pada umumnya keadaan topografi di TN Laiwangi Wanggameti berbukit, dengan memiliki lereng-lereng agak curam sampai sangat curam. Topografi yang agak datar sampai bergelombang terdapat di bagian tenggara dan selatan, sedangkan di bagian barat dan timur mempunyai topografi berbukit sampai bergunung dengan memiliki lereng-lereng agak curam sampai sangat curam.

http://server1.merahpoetih.com/gallery/public/2016/05/27/kGdOrYw5lJ1464328753.jpg

Laiwangi-Wanggameti belum lama ditunjuk sebagai taman nasional, sehingga fasilitas untuk pengunjung masih sangat terbatas. Akomodasi yang tersedia berupa homestay yang disediakan dan dikelola oleh masyarakat setempat.

Di sekitar Taman Nasional Laiwangi-Wanggameti banyak dijumpai kuburan kuno yang diukir dengan beberapa motif seperti kuda, kerbau, orang lelaki dan wanita. Kuburan kuno ini merupakan simbol dan status sosial dari keluarga yang ditinggalkan.

Akses yang bisa Anda lalui untuk bisa tiba di Taman Nasional Laiwangi Wanggameti, bisa melalui Kupang-Waingapu menggunakan pesawat terbang sekitar satu jam, kemudian dari Waingapu-Watumbaka-Maujawa-Melolo-Kanagar melalui jalan darat dengan kendaraan roda empat selama sekitar dua jam, yang dilanjutkan ke lokasi taman nasional (Desa Wanggameti, Desa Tana Rara dan Desa Tabundung).

BACA JUGA:

  1. Mbaru Niang, Rumah Adat Masyarakat Wae Rebo di NTT
  2. Wae Rebo, Desa Tradisional Nan Indah di Nusa Tenggara Timur
  3. Tour de Flores 2016 Promosi Efektif Pariwisata NTT
  4. Pesona Pulau Kelor di Flores yang Sangat Memukau
  5. Asprov PSSI NTT Agendakan Empat Even di 2016
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tren Liburan Virtual Selama Masa Pandemi
Travel
Tren Liburan Virtual Selama Masa Pandemi

Dengan menggunakan teknologi kamera 360 berbagai tempat dan ...

Enak Banget, ini 5 Makanan Indonesia yang Mendunia
Kuliner
Mewujudkan Kehamilan di Destinasi Wisata ini
Travel
Mewujudkan Kehamilan di Destinasi Wisata ini

Destinasi wisata yang dipercaya dapat membantu pasangan memperoleh keturunan.

Ini Tiga Alasan Konser Luar Ruang Jazz Gunung Hybrid Concert 2020 Bisa Terlaksana
Travel
Ini Tiga Alasan Konser Luar Ruang Jazz Gunung Hybrid Concert 2020 Bisa Terlaksana

Tiga Alasan Konser Luar Ruang Jazz Gunung Hybrid Concert 2020 sangat mengejutkan

Keragaman Budaya di Semangkuk Soto
Indonesiaku
Keragaman Budaya di Semangkuk Soto

Meski begitu, tak mudah menerka sejarah Soto. Membuat definisi soto pun tak kalah sulitnya

Ridwan Kamil Usung Pangandaran Jadi Destinasi Unggulan Jabar Pasca Pandemi
Travel
Ridwan Kamil Usung Pangandaran Jadi Destinasi Unggulan Jabar Pasca Pandemi

Pangandaran memiliki banyak panorama alam yang indah.

Bubur Merah Putih Sambut Kelahiran Bayi
Kuliner
Bubur Merah Putih Sambut Kelahiran Bayi

Bubur merah putih juga disebut dengan bubur sengkolo.

Micin Bikin Bodoh, Benarkah?
Kuliner
Micin Bikin Bodoh, Benarkah?

Orang bodoh kerap disebut sebagai generasi micin.

Kedamaian Membumi di Danau Sentani
Travel
Kedamaian Membumi di Danau Sentani

Kata Sentani berarti 'di sini kami tinggal dengan damai'.

Bandros, Kue Tradisional Bandung yang Manisnya Pas di Lidah
Kuliner