Peserta Reaktif Rapid Test Tak Bisa Ikut Seleksi Masuk PTN Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Universitas Tidar (Untidar) Magelang. (ANTARA/HO - Humas Untidar)

MerahPutih.com - Calon mahasiswa peserta ujian tes berbasis komputer (UTBK) untuk Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2020 tak diperbolehkan ikut tes bila reaktif corona hasil rapid test.

Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Mohammad Nasih mengatakan bahwa setiap calon peserta harus melakukan swab test/PCR dan rapid test secara mandiri untuk mengikuti tes UTBK-SBMPTN.

Baca Juga:

Ujian SBMPTN di UNS, Peserta Tidak Bawa Surat Sehat Rapid Test Dilarang Masuk

Aturan itu tertuang dalam surat edatan LTMPT nomor 18/SELTMPT tahun 2020 tentang Persyaratan Kesehatan Dalam Pelaksanaan UTBK-SBMPTN 2020.

"Jika peserta tes hasil COVID-19 positif maka peserta tak diperbolehkan ikut tes baik tahap 1 maupun tahap 2," kata Mohammad Nasih di Jakarta, Senin (6/7).

Mohammad Nasih mengatakan, peserta diperbolehkan untuk mengikuti tes tahap kedua bila hasil tes COVID-19 negatif.

Peserta UTBK SBMPTN di ULM wajib mematuhi protokol kesehatan mencegah COVID-19. (ANTARA/Bayu Pratama Syahputra)
Peserta UTBK SBMPTN di ULM wajib mematuhi protokol kesehatan mencegah COVID-19. (ANTARA/Bayu Pratama Syahputra)

Tak hanya hasil COVID-19, ada beberapa persyaratan kesehatan untuk tes yakni suhu tubuh peserta tidak boleh lebih dari 37,5 derajat celcius.

"Jika lebih dari 37,5 derajat celcius atau hasil pemeriksaan rapid test reaktif maka peserta tidak diperbolehkan ikut ujian," ungkap Mohammad Nasih.

Hasilnya akan diberikan kepada pusat UTBK PTN yang kemudian diteruskan kepada LTMPT melalui aplikasi manajemen pada menu pendataan laporan relokasi peserta.

Baca Juga:

Ketatnya Protokol Kesehatan bagi Peserta Ujian Masuk PTN

Diketahui, tes UTBK-SBMPTN sudah mulai pada sejak Minggu (5/7) kemarin. UTBK tahap pertama masih berlangsung hingga 14 Juli 2020. Tahap dua bakal digelar 20 sampai 29 Juli 2020.

Peserta yang tidak bisa mengikuti UTBK tahap satu maupun dua bisa mengikuti ujian pada 29 Juli sampai 2 Agustus 2020. (Asp)

Baca Juga:

Di Surabaya, Peserta SBMPTN Wajib Tunjukan Hasil Rapid Test

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kapolri Listyo Salahkan Anak Buahnya soal Telegram yang Atur Kerja Media
Indonesia
Kapolri Listyo Salahkan Anak Buahnya soal Telegram yang Atur Kerja Media

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyalahkan anak buahnya soal Surat Telegram (ST) ST/750/IV/HUM.3.4.5./2021 tentang pelaksanaan peliputan bermuatan kekerasan dengan mengeluarkan ST/759/IV/HUM.3.4.5./2021.

Pemerintah: Indonesia Lebih Baik dari Negara Berpendapatan Menengah Lain
Indonesia
Pemerintah: Indonesia Lebih Baik dari Negara Berpendapatan Menengah Lain

Pemerintah Indonesia terus mendorong lebih banyak lagi investasi masuk ke Indonesia.

DPRD Perintahkan Dishub DKI Gandeng Kemenhub Hadang Perantau ke Jakarta
Indonesia
DPRD Perintahkan Dishub DKI Gandeng Kemenhub Hadang Perantau ke Jakarta

Hal itu bertujuan untuk menekan penyebaran penyakit dari Wuhan, Tiongkok itu meluas.

BPK Bakal Periksa Proses Pengadaan dan Distribusi Vaksin COVID-19
Indonesia
BPK Bakal Periksa Proses Pengadaan dan Distribusi Vaksin COVID-19

Permasalahan tersebut meliputi antara lain risiko finansial dalam pengadaan dan distribusi vaksin serta isu-isu yang berkembang di masyarakat

Pantau Pintu Air Manggarai, Anies Minta Warga Waspadai Hujan Tinggi
Indonesia
Pantau Pintu Air Manggarai, Anies Minta Warga Waspadai Hujan Tinggi

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau kondisi pintu air di Manggarai, Jakarta Selatan untuk memantau tinggi muka air.

Mahfud MD Minta KPK Aktif Awasi Pilkada Serentak
Indonesia
Mahfud MD Minta KPK Aktif Awasi Pilkada Serentak

Mahfud mengakui ada sebagian masyarakat yang khawatir gelaran Pilkada serentak akan menguras anggaran

Orang Miskin Bertambah, Kabupaten Bogor Ubah Rencana Anggaran
Indonesia
Orang Miskin Bertambah, Kabupaten Bogor Ubah Rencana Anggaran

Pada triwulan kedua, kondisi kemiskinan ditargetkan 6,78 persen, tapi kondisi saat ini memingkat 9,26 persen.

Update Corona DKI Kamis (30/7): 20.769 Positif, 12.801 Orang Sembuh
Indonesia
Update Corona DKI Kamis (30/7): 20.769 Positif, 12.801 Orang Sembuh

Kasus aktif di Jakarta saat ini sebanyak 7.147 kasus.

Untuk Sementara, Sirkuit Formula E Jakarta Tetap di Monas
Indonesia
Untuk Sementara, Sirkuit Formula E Jakarta Tetap di Monas

Nanti ada panitia dengan penyelenggara dengan pihak Formula E yang mengerti tempat terbaik

Gandeng BIN, 'Obat COVID-19' Unair Masuk Tahap Desain Kemasan
Indonesia
Gandeng BIN, 'Obat COVID-19' Unair Masuk Tahap Desain Kemasan

Unair rencananya akan menggandeng Badan Intelijen Negara (BIN) dalam melanjutkan proses produksinya.