Pesawat Ukraina Jatuh: Iran Tolak Serahkan Black Box ke Boeing Evakuasi pesawat Ukraine Airlines yang mengalami kecelakaan setelah lepas landas di Bandara Imam Khomeini Teheran. (Foto: en.irna.ir/IRNA/Akbar Tavakoli)

MerahPutih.com - Iran menyatakan tidak akan memberikan black box pesawat Ukraine Airline jatuh ke Boeing. Demikian pernyataan kepala organisasi penerbangan sipil Teheran Ali Abedzadeh, seperti dikutip Reuters, Rabu (8/1).

Ali Abedzadeh juga mengatakan belum akan menyerahkan ke negara mana black box tersebut hingga seluruh data dianalisis. Demikian kantor berta Mehr melaporkan.

Baca Juga:

Situasi Iran dan Irak Memanas, WNI Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan

Seperti diketahui, pesawat Ukraine International Airlines berjenis Boeing 737 jatuh pada hari Rabu tak lama setelah lepas landas dari Bandara Imam Khomeini Teheran. Sebanyak 176 orang di atas kapal dinyatakan tewas.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Ukraina Vadym Prystaiko mengatakan telah berbicara dengan Menlu Iran Mohammad Javad Zarif terkait pesawat Ukraina yang jatuh.

Salah satu mesin Maskapai Internasional Ukraina penerbangan PS752, pesawat Boeing 737-800 yang jatuh setelah lepas landas dari bandara Teheran Imam Khomeini pada Rabu (8/1/2020). Gambar didapat dari rekaman Iran Press. (via REUTERS/IRAN PRESS)
Salah satu mesin Maskapai Internasional Ukraina penerbangan PS752, pesawat Boeing 737-800 yang jatuh setelah lepas landas dari bandara Teheran Imam Khomeini pada Rabu (8/1/2020). Gambar didapat dari rekaman Iran Press. (via REUTERS/IRAN PRESS)

"Setuju untuk mengkoordinasikan langkah-langkah selanjutnya guna mengetahui penyebab kejatuhan pesawat tersebut," cuit Menlu Prystaiko.

Di antara para korban jiwa, ada 82 warga negara Iran, 63 warga Kanada, 11 warga Ukraina, 10 warga Swedia, empat warga Afghanistan, tiga warga Jerman dan tiga warga Inggris, kata Prystaiko.

Baca Juga:

Bukan Hanya Indonesia, Perekonomian Dunia Bisa Terdampak jika Iran dan Amerika Berperang

Sebagian besar penumpang yang naik ke pesawat nahas itu adalah mereka yang singgah untuk penerbangan berikutnya.

Kecelakaan terjadi pada saat konfrontasi antara Iran dan Amerika Serikat terancam akan menjadi konflik lebih luas di Timur Tengah, namun para pejabat memperingatkan bahwa dugaan soal penyebab kecelakaan masih dini.

Ketika ditanya dalam konferensi pers di Kiev apakah pesawat itu kemungkinan jatuh tertembak rudal, Perdana Menteri Ukraina Oleksiy Honcharuk memperingatkan semua pihak untuk tidak berspekulasi sampai hasil investigasi diketahui. (*)

Baca Juga:

Tak Percaya Bakal Perang Dunia, Begini Pandangan SBY tentang Konflik Iran-Amerika


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH