Pesantren di Jawa Barat Kini Melek Manajemen Perusahaan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat bersilaturahmi di Pondok Pesantren Pink 03, salah satu Pesantren penerima bantuan Program One Pesantren One Product atau OPOP, di Kabupaten Bekasi. (Biro Adpim Ja

MerahPutih.com - Pesantren kini selain sebagai lembaga pendidikan agama Islam, juga menjadi wadah pengembangan wirausaha. Salah satu pesantren yang mengadopsi ilmu agama dan wirausaha adalah Pesantren Thariqul Jannah Kota Bekasi.

Produk-produk pesantren ini laris-manis di ajang MotoGP di Mandalika, Nusa Tenggara Barat, beberapa waktu lalu. Produk yang dijual Pesantren Thariqul Jannah adalah seprai dan handuk.

Baca Juga:

Marak Penipuan Bantuan Dana Pesantren, Kemenag: Laporkan ke Pihak Berwajib

Thariqul Jannah menjadi salah satu satu dari pesantren juara yang mendapatkan bantuan Pemda Provinsi Jawa Barat dalam hal ini Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jabar yang ikut berpameran di Mandalika.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) Provinsi Jabar Kusmana Hartadji mengemukakan, pameran produk UMKM, OPOP (One Pesantren One Product), serta Kreasi Jabar di Mandalika, sangat strategis terutama dalam memperkenalkan produk UMKM Jabar ke pasar dunia.

"Event motor GP merupakan ajang internasional yang banyak dihadiri penonton dari dalam, maupun luar negeri," kata Kusmana di sela kunjungan kerja Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Ponpes Pink03, Kabupaten Bekasi, akhir pekan kemarin.

Ia memaparkan, saat gelaran MotoGP, handuk dan kaus produk pesantren di hari kedua sudah ludes terjual. Kemudian produk Tumbler Bambu produksi MQ Art UMKM Juara juga laris manis. Bahkan perajin Bambu NTB memborong produk MQ Art.

Penanggung Jawab Pesantren Thariqul Jannah Kota Bekasi Farid Ukbah mengaku sangat beruntung mendapatkan bantuan OPOP dari Pemda Provinsi Jabar. Tahun 2021 mereka menjadi juara dan mendapatkan bantuan Rp 500 juta.

Contoh produk pesantren di Jawa Barat. (Foto: Humas Pemprov Jabar)
Contoh produk pesantren di Jawa Barat. (Foto: Humas Pemprov Jabar)

"Pameran paling berkesan, ya di Mandalika itu. Hampir semua produk handuk terjual di sana," kata Farid.

Ia menuturkan, pesantrennya sudah sejak tahun 2014 memiliki usaha pembuatan seprai dan handuk. Dengan adanya bantuan dan pelatihan dari Dinas KUK Jabar tahun 2021, mereka mampu membuat beberapa produk baru seperti bed cover.

Dana bantuan kemudian digunakan untuk membuat rumah produksi baru dan galeri produk. Kini, produksi pesantren meningkat hingga 40 persen. Omzet juga naik hingga 50 persen atau sekitar Rp 60 juta per bulan.

"Kami mulai produksi menambah produk bantal, guling dan piyama. Produk lain mungkin akan muncul karena kami juga memiliki pusat pelatihan bagi santri dan masyarakat sekitar," ujarnya.

Menurut Farid, dengan Pelatihan Manajemen melalui Program OPOP sangat membantu, dan dirinya memperoleh banyak ilmu baru terutama dalam mengelola perusahaan secara profesional, meski di lingkungan pesantren.

"Yang sangat dibutuhkan bagi pesantren adalah pelatihan. Sebab di sana diberikan cara untuk mengurus izin, sertifikasi halal, hingga mengurus SNI. OPOP memberikan pencerahan," katanya.

Dari pelatihan yang didapatnya, pesantren kini melek manajemen perusahaan, bahkan sudah bisa membuat laporan keuangan yang baik.

Pesantren yang berlokasi di Jalan Horison Kota Bekasi itu, kini memiliki lebih dari 100 orang santri yang terdiri dari duafa dan lansia produktif.

"Kami juga belajar penjualan online, meski tentu persaingan juga ketat," ungkap Farid. (Imanha/Jawa Barat)

Baca Juga:

Ridwan Kamil Sebut Warga Pesantren Bisa Akses Rp 5 Juta Tanpa Agunan Lewat Kredit Mesra

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kabar Terbaru Pembangunan Sirkuit Formula E
Indonesia
Kabar Terbaru Pembangunan Sirkuit Formula E

Penanggung Jawab Pembangunan Sirkuit Formula E dari PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama, Ari Wibowo menyampaikan, sejauh ini progres pembangunan sirkuit mencapai 28,50 persen.

Pelapor Dua Anak Jokowi ke KPK Seret Nama Grup SM
Indonesia
Pelapor Dua Anak Jokowi ke KPK Seret Nama Grup SM

Peristiwa itu terjadi pada Februari 2019 setelah Gibran dan Kaesang membuat perusahaan gabungan dengan anak dari petinggi Grup Sinar Mas.

Anggota Korem Soloraya Beserta Keluarganya Diminta Bijak Bermedsos
Indonesia
Anggota Korem Soloraya Beserta Keluarganya Diminta Bijak Bermedsos

Sikap bijak ini sangat penting untuk menghindari adanya kasus yang dapat mencemarkan nama baik kesatuan TNI

Pengelola Kafe dan Restoran Keluhkan Sulitnya Bikin QR Code PeduliLindungi
Indonesia
Pengelola Kafe dan Restoran Keluhkan Sulitnya Bikin QR Code PeduliLindungi

Pemkot pun mulai melakukan sosialisasi dan membantu pelaku usaha mendapatkan QR Code PeduliLindungi.

Pemprov DKI Garap Pembebasan Lahan Program Normalisasi Ciliwung
Indonesia
Pemprov DKI Garap Pembebasan Lahan Program Normalisasi Ciliwung

DKI Jakarta akan tancap gas melaksanakan normalisasi Sungai Ciliwung dalam mengatasi banjir yang kerap menghantui ibu kota tiap tahunnya.

Prabowo Pesan Dua Pesawat Airbus A400M
Indonesia
Prabowo Pesan Dua Pesawat Airbus A400M

Pesawat multi-peran ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan taktis udara ke udara.

Ratusan Nakes Kota Yogyakarta Positif COVID-19 Walau Sudah Divaksin Booster
Indonesia
Ratusan Nakes Kota Yogyakarta Positif COVID-19 Walau Sudah Divaksin Booster

Para tenaga kesehatan memang menjadi kelompok rentan terpapar karena mereka bekerja di garda paling depan

Puan Ingatkan BLT Minyak Goreng Hanya Solusi Jangka Pendek
Indonesia
Puan Ingatkan BLT Minyak Goreng Hanya Solusi Jangka Pendek

Langkah pemerintah yang segera menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk menyikapi tingginya harga minyak goreng mendapat apresiasi dari Ketua DPR RI Puan Maharani.

[HOAKS atau FAKTA]: Minyak Goreng Asal Malaysia Mengandung Minyak Babi
Lainnya
[HOAKS atau FAKTA]: Minyak Goreng Asal Malaysia Mengandung Minyak Babi

Minyak goreng dengan merk ASRI telah terdaftar di lembaga halal Malaysia dan merupakan keluaran Syarikat Asri Vegetable Oil Products Sdn Bhd.

Borong Kerupuk Rp 100 Ribu di Pameran UMKM, Gibran: Buat Makan di Rumah
Indonesia
Borong Kerupuk Rp 100 Ribu di Pameran UMKM, Gibran: Buat Makan di Rumah

"Saya memang suka makan kerupuk. Beli buat dimakan di rumah. Tadi beli yang mentah 1kg harganya Rp 17.000. Yang siap makan sama toplesnya Rp 100.000," kata Gibran