Pesan Perdamaian Presiden Jokowi dari Masjid Niujie Beijing Presiden Jokowi salat di Masjid Niujie (ANTARA FOTO/M. Irfan Ilmie)

Presiden Jokowi berkunjung ke masjid Niujie, Minggu (14/5). Masjid yang dibangun tahun 996 Masehi itu tampak berbenah menyambut Joko Widodo, presiden ketujuh Republik Indonesia, negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia.

Sebagaimana dilansir Antara Senin (15/5), nama Niujie diadosi dari banyaknya penjual makanan halal yang didominasi daging sapi. Niujie sendiri artinya jalan sapi yang secara administratif berada di Distrik Xuanwu, Kota Beijing.

Masjid Niujie yang mampu menampung 1.000 orang tersebut merupakan pusat komunitas umat Islam di Beijing yang jumlahnya mencapai 250 ribu jiwa. Sepanjang sejarah, masjid itu mengalami tiga kali renovasi, yakni pada tahun 1955, 1979, dan 1996. Masjid Niujie juga dikenal sebagai kampung Muslim karena di sekitar masjid tidak kurang dari 18.000 keluarga Muslim bertempat tinggal. Di Niujie terdapat sejumlah lembaga pendidikan yang berjenjang mulai dari sekolah dasar hingga sekolah lanjutan.

Shalat dan Ziarah Pukul 11.10 waktu setempat (10.10 WIB), Presiden Jokowi memasuki kompleks masjid melalui pintu samping atau pintu khusus untuk para tamu VVIP.

Kedatangan orang nomor 1 di Indonesia itu terlambat sekitar 40 menit dari jadwal semula karena Presiden harus menghadiri semua rangkaian acara pembukaan KTT Kerja Sama Internasional Jalur Sutera dan Sabuk Maritim (Belt and Road Forum) di CNCC yang berjarak sekitar 14 kilometer dari Niujie.

Presiden bergegas mengambil air wudlu. lalu menunaikan shalat "tahiyyatul masjid". Sebagai seorang Muslim yang taat, tentu Jokowi sangat mengerti tata cara memasuki masjid sehingga dia tidak melewatkan shalat dua rakaat yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW itu.

Presiden Jokowi berbincang dengan Imam Masjid Niujie, Beijing

Presiden Jokowi dan Imam Masjid Niujie Beijing (ANTARA FOTO/Setpres-Laily Rachev)

Setelah berdoa selama beberapa menit, Presiden yang saat itu mengenakan stelan jas warna hitam dengan pita Merah-Putih dan lambang Garuda di dada kiri lengkap dengan songkok hitam menghampiri imam dan beberapa pengurus masjid. Dengan perhatian yang sangat serius, Presiden Joko Widodo mendengarkan keterangan mengenai latar belakang berdirinya masjid tersebut dari Ali Yang Gunjin yang sehari-hari bertindak sebagai imam shalat rawatib.

Setelah itu, Jokowi memberikan cendera mata berupa kaligrafi bertuliskann Surat Al Fatihah, mushaf Alquran khas Indonesia, songkok hitam, dan sarung kepada Imam Ali. Imam Ali membalasnya dengan memberikan kaligrafi bertuliskan kalimat tauhid lengkap dengan terjemahan bahasa Mandarin.

Saling memberikan cendera mata antara tamu dan tuan rumah itu sarat makna. Tidak saja untuk mempererat persaudaraan sesama Muslim (ukhuwwah islamiyyah), melainkan juga penghormatan terhadap budaya setempat yang berlangsung secara turun-temurun. Songkok, sarung, dan kaligrafi Arab-Mandarin menjadi bukti kelestarian Islam yang ditopang oleh budaya masyarkat setempat yang telah mengakar.

Selanjutnya, Presiden Jokowi tetap mengikuti arahan imam dan pengurus masjid untuk menziarahi makam Syekh Ali bin Al Qadir Imaduddin Bukhori dan Syekh Al Burthoni Al Qazwayni, dua ulama yang berperan penting dalam penyebaran dakwah Islam di Beijing yang meninggal pada 1280-an. Presiden Jokowi, imam dan pengurus masjid menengadahkan tangan untuk membaca dalam hati doa ziarah kubur sebagai suatu amalan yang diajarkan oleh para pendahulu, termasuk para ulama di China.

Setelah berdoa sejenak di depan makam dengan model pusara berundak tanpa nisan di salah satu sudut kompleks Masjid Niujie itu, Presiden menuju ruang pertemuan yang berjarak hanya beberapa meter untuk bertukar pandangan tentang Islam dengan Presiden Asosiasi Muslim Republik Rakyat China, Yang Faming. Usai pertemuan sekitar 15 menit yang berlangsung tertutup untuk media tersebut, Jokowi tampak sumringah.

"Saya sangat senang dan bahagia bahwa umat Muslim Indonesia yang berada di Tiongkok ini sangat didukung dan diberikan ruang yang sangat baik oleh pemerintah Tiongkok," demikian kalimat pertama yang dilontarkan Presiden Jokowi kepada awak media.
.
Sumber: ANTARA


Tags Artikel Ini

Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH