Pesan Ketua DPR di Hari Anak Nasional 2022 Ketua DPR RI Puan Maharani. ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat

MerahPutih.com - Hari Anak Nasional (HAN) yang diperingati setiap tanggal 23 Juli diminta dijadikan pengingat bagi semua pihak untuk memenuhi hak-hak anak. Pemenuhan hak anak akan menjadi jaminan bagi masa depan Indonesia.

“Hari Anak Nasional 2022 harus menjadi momentum untuk meningkatkan kesejahteraan anak,” pesan Ketua DPR RI Puan Maharani dalam keterangannya, Kamis (21/7).

Baca Juga

Wagub Uu Usulkan Hari Anak Yatim Nasional

Puan menegaskan, begara harus memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan hak-haknya. Ia merinci, mulai dari hak atas lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya, serta perlindungan khusus anak.

“Karena pemenuhan hak anak menjadi pijakan masa depan bangsa, khususnya hak atas kesejahteraan mereka,” tutur perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR itu.

Menurut Puan, konstitusi UUD 1945 telah mengatur pemberian perlindungan dan jaminan hak asasi manusia (HAM), termasuk hak memperoleh kesejahteraan bagi anak. Untuk merealisasikan hal tersebut, DPR saat ini tengah menginisiasi Rancangan Undang-undang Kesejahteraan Ibu dan Anak (RUU KIA).

“RUU KIA digagas untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) unggul yang akan membawa Indonesia semakin maju,” sebut Puan.

Lewat RUU KIA, negara punya kewajiban memberikan penyelenggaraan kesejahteraan yang baik untuk ibu dan anak. Dengan memberi kesejahteraan bagi ibu, kata Puan, maka negara juga memastikan terciptanya kesejahteraan untuk anak sebagai generasi penerus.

“RUU KIA bertujuan untuk mewujudkan rasa aman serta tenteram bagi ibu dan anak. Termasuk meningkatkan kualitas hidup ibu dan anak yang lebih baik untuk mencapai kesejahteraan lahir dan batin,” ungkap mantan Menko PMK itu.

Baca Juga

Kampanye ‘Ayo Imunisasi STOP Pneumonia’ untuk Hari Anak Nasional

Lebih lanjut, Puan mengatakan RUU KIA akan menjamin upaya penghormatan, pemajuan, perlindungan dan pemenuhan hak bagi ibu dan anak. Kemudian juga untuk melindungi ibu dan anak dari tindakan kekerasan, penelantaran dan segala tindak diskriminatif serta pelanggaran HAM lainnya.

“Dengan RUU ini, DPR berharap sistem penyelenggaraan kesejahteraan anak akan lebih terarah, terpadu dan berkelanjutan dalam sistem kesejahteraan sosial nasional,” ujar Puan.

Cucu Proklamator RI Bung Karno itu menyebut, RUU KIA memungkinkan setiap anak Indonesia mendapat pendampingan dari keluarga. Puan pun menyoroti betapa pentingnya penyediaan fasilitas kesehatan yang terpadu bagi anak sejak ia masih berada dalam kandungan yang diatur dalam RUU KIA.

“Tentunya juga terkait hak mendapatkan ASI, hak mendapat sarana/prasarana penunjang di fasilitas umum seperti tempat bermain, hingga tempat penitipan anak di tempat kerja dan di lokasi penyedia layanan lainnya,” paparnya.

Dengan tema HAN 2022 ‘Anak Terlindungi, Indonesia Maju’, Puan mengajak masyarakat untuk selalu memberikan perlindungan kepada anak. Salah satunya lewat dukungan terhadap RUU KIA yang sudah menjadi RUU Inisiatif DPR.

“Kita harus jaga sebaik-baiknya anak-anak yang akan menjadi generasi emas bangsa. Generasi unggul, Indonesia pun akan semakin unggul,” tutup Puan. (Pon)

Baca Juga

Peringati Hari Anak Nasonal, Ancol Gelar Vaksinasi Khusus Anak

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Mulai Besok, Pesepeda Diizinkan Melintas di Sudirman-Thamrin
Indonesia
Mulai Besok, Pesepeda Diizinkan Melintas di Sudirman-Thamrin

Pemberian izin tersebut akan dimulai pada Sabtu (16/10) besok.

DLH DKI Libatkan IPB Selidiki Kematian Ribuan Ikan Sapu-sapu di Kali Baru
Indonesia
DLH DKI Libatkan IPB Selidiki Kematian Ribuan Ikan Sapu-sapu di Kali Baru

Ribuan ikan sapu-sapu diketahui mati di Kali Baru Timur, Kramat Jati, Jakarta Timur.

KSPSI Kawal UU Ciptaker hingga JHT Agar Berpihak kepada Kelompok Pekerja
Indonesia
KSPSI Kawal UU Ciptaker hingga JHT Agar Berpihak kepada Kelompok Pekerja

"Aturan (JHT) ini membuat kita mules membacanya dan mungkin pingsan bila diterapkan. Karena dana tersebut baru bisa cair setelah pekerja berusia 56 tahun walau pekerja di PHK misalnya masih 10 tahun lagi menuju usia pensiun," imbuh Jumhur.

Kasus Pajak, KPK Pertajam Bukti Keterlibatan Bank Panin hingga Jhonlin Baratama
Indonesia
Kasus Pajak, KPK Pertajam Bukti Keterlibatan Bank Panin hingga Jhonlin Baratama

KPK Firli Bahuri menegaskan pihaknya tak ragu menjerat tiga perusahaan penyuap dua mantan pejabat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan menjadi tersangka korporasi.

PPKM Jabodetabek Turun ke Level 2
Indonesia
PPKM Jabodetabek Turun ke Level 2

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jabodetabek kini kembali ke Level 2.

KPK Yakin Ekstradisi Surya Darmadi dari Singapura Lebih Mudah
Indonesia
KPK Yakin Ekstradisi Surya Darmadi dari Singapura Lebih Mudah

Penegak hukum saat ini tengah memburu tersangka korupsi lahan sawit seluas 37.095 hektare Surya Darmadi (SD).

Formula E Masuk Agenda Kegiatan Jokowi
Indonesia
Formula E Masuk Agenda Kegiatan Jokowi

Jokowi diagendakan menyaksikan secara langsung ajang balapan mobil listrik Formula E yang akan digelar di Jakarta tersebut.

Polri Didesak Ungkap Motif Sensitif Kasus Pembunuhan Brigadir J
Indonesia
Polri Didesak Ungkap Motif Sensitif Kasus Pembunuhan Brigadir J

Direktur Eksekutif Imparsial, Gufron Mabruri meminta, agar motif pembunuhan Brigadir J yang disebut sensitif dan hanya boleh didengar orang dewasa harus diungkap ke publik.

Balik ke Aturan Lama, Pencairan JHT Bisa Cair sebelum Usia 56 Tahun
Indonesia
Balik ke Aturan Lama, Pencairan JHT Bisa Cair sebelum Usia 56 Tahun

"Pada prinsipnya, ketentuan tentang klaim JHT sesuai dengan aturan lama, bahkan dipermudah," kata Ida dalam keterangan tertulisnya, Rabu (2/3).

[Hoaks atau Fakta]: Minum Air Es di Cuaca Panas Bikin Pembuluh Darah Pecah
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Minum Air Es di Cuaca Panas Bikin Pembuluh Darah Pecah

Suhu panas yang terjadi di wilayah Indonesia merupakan fenomena akibat dari adanya gerak semu matahari yang merupakan suatu siklus yang biasa dan terjadi setiap tahun.