Pesan Imam Besar Istiqlal Selama Ramadan Presiden Jokowi bersama sejumlah menteri menunaikan salat sunnah sebelum menjalani salat tarawih di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (16/5). ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Merahputih.com - Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar mengajak umat Islam saat bulan Ramadhan untuk melakukan puasa secara total dari hal-hal madharat yang dapat merusak pahala puasa.

"Ingat terdapat perbuatan yang merusak ibadah kita," kata Nasaruddin selaku penceramah jelang Shalat Tarawih perdana menggantikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Jakarta, Rabu (16/5).

Menurut dia, puasa tidak hanya menahan diri dari makan dan minum tapi juga mempuasakan indera. Dalam kaitan puasa indera, Imam Besar Masjid Istiqlal mengajak umat agar disiplin membiasakan mata agar tidak melihat aurat yang dapat merusak pahala puasa.

Telinga, kata dia, jangan larut dalam gosip. Puasa itu seharusnya menghindari bicara dari hal yang tidak penting. Maka, lanjut doa, saat Ramadhan yang seiring dengan massa kampanye agar umat juga menjaga ucapan.

"Hati-hati jangan kepentingan sesaat tidak kita peroleh pahala Ramadhan," kata dia.

Imam Besar Masjid Istiqlal Profesor KH Nasaruddin Umar.Foto: Nahdlatululama.id

Perlu juga, untuk seksama mengeluarkan pernyataan. Jemari juga harus berpuasa mengetik pesan di telepon selular dari hal-hal yang tidak selaras dengan keberagamaan dan menimbulkan mudharat.

"Pikiran juga harus berpuasa seperti pikiran kotor. Hati kita juga harus bisa berpuasa. Mari evaluasi hidup kita," katanya dikutip Antara.

Untuk diketahui, Dalam solat Jamaah Tarawih hari pertama bulan Ramadhan di Masjid Istiqlal membludak sehingga lantai dasar masjid penuh sesak, karena semangat umat menyambut bulan suci masih tinggi.

Jamaah saat masuk ke Istiqlal dari Pintu Al Fattah mengalami penumpukan karena harus melewati alat pendeteksi metal. Antrean di alat pendeteksi metal itu merupakan dampak dari bagian sistem pengamanan menilik Presiden Joko Widodo juga Shalat Tarawih di masjid terbesar ketiga di dunia tersebut.

Antrian jamaah cukup panjang termasuk di area wudhu. Kendati demikian, saat di lantai dasar yang menjadi area utama melangsungkan Tarawih tidak terjadi penumpukan jamaah. Sebagian besar jamaah terkonsentrasi di lantai dasar tersebut sementara di lantai di atasnya cenderung lenggang dan diisi rekan media yang meliput kegiatan shalat tersebut, terutama dari jurnalis televisi dan foto.

Umat muslim menunaikan salat tarawih pertama di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (16/5). Pemerintah menetapkan 1 Ramadan 1439 Hijriyah jatuh pada Kamis (17/5). ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Presiden Joko Widodo sendiri melaksanakan shalat tarawih pada malam pertama bulan Ramadhan 1439 Hijriah di Masjid Istiqlal. Presiden yang tiba di ruang masjid lantai 2 pada Rabu pukul 18.50 WIB mengenakan baju koko putih, dan sarung berwarna cokelat.

Pejabat yang turut dalam ibadah itu antara lain Menko Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Kepala Staf Presiden Moeldoko.

Sesudah memasuki ruangan, Presiden pun menunaikan shalat sunah tahiyatul masjid. Khotib yang memberikan ceramah dalam solat tarawih tersebut yaitu Imam Besar Masjid Istiqlal Prof KH Nasaruddin Umar. Sementara, Al Hafiz Muhasyim bertindak selaku imam shalat tarawih gelombang pertama. Selain itu, Ahmad Husni Ismail menjadi imam shalat tarawih gelombang ke-2.

Dalam ceramahnya, khotib menyampaikan tentang pentingnya niat yang sungguh-sungguh dalam menjalani ibadah puasa. Selanjutnya, bertindak sebagai qori adalah Mastia Lestaluhu selaku Juara 2 MTQ Internasional Malaysia 2016. Bertugas sebagai imam Shalat Tarawih adalah Muhasyim Abd Majid dan Tuan Guru A Husni Ismail. (*)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH