Pesan Diaz Hendropriyono kepada Pengusaha Muda Staf Khusus Presiden Diaz Hendropriyono. (foto: MP/Rizki Fitrianto)

STAFF Khusus Presiden Diaz Hendropriyono memberikan pesan penting kepada pengusaha muda Indonesia. Yang pertama, menurut Diaz, pemuda-pemudi yang memiliki keinginan untuk berkecimpung di dunia wirausaha harus bisa mempersiapkan modal keungan yang cukup.

Pasalnya, menemukan akses permodalan merupakan tantangan terbesar bagi pengusaha muda. Terlebih bagi mereka yang mencoba membangun perusahaan baru atau bisnis startup. Menjadi 'pemain' baru di industri wirausaha membutuhkan adaptasi dan juga modal yang cukup untuk mempertahankan perusahaan.

Namun, bukan berarti hal tersebut akan menjadi kesulitan tanpa solusi. Tetap ada jalan keluar jika memiliki keuletan dan keseriusan dalam berbisnis. Hal tersebut diungkapkan Diaz saat ditemui pada acara Diklatda Hipmi Jaya 2018 di Ballroom Ritz Carlton Pacific Place, Kamis (13/4).

"Kalau sekarang ini mungkin ya banyak yang lebih kepada starting up bisnis dan akses kepada permodalan," papar Diaz.

Selain itu, ia juga berpesan bahwa pengusaha muda Indonesia harus tetap menanamkan rasa nasionalisme yang tinggi. Menurut Diaz, saat ini Tanah Air tengah dilanda masalah kurangnya rasa nasionalisme.

Pesan tersebut juga tidak hanya berlaku bagi pengusaha muda, tapi secara keseluruhan. Masalah itu pun bukan berdasarkan pemikiran Diaz sendiri. Sudah ada studi yang dilakukan di dalam maupun luar negeri yang menunjukkan bahwa rasa nasionalisme bangsa Indonesia tengah memudar.

"Saya bicara juga bukan hanya omong kosong, tapi sudah ada studi yang dilakukan di dalam negeri maupun luar negeri yang mengatakan bahwa ada degradasi nasionalisme di Indonesia," tambah Diaz.

Dengan adanya rasa nasionalisme yang tinggi, Diaz optimistis bangsa Indonesia akan semakin maju di masa yang akan datang. Tidak ada kata kehancuran bagi Tanah Air sampai kapan pun. Oleh karena itu, untuk membangun rasa nasionalisme, para pemuda harus selalu ingat mereka berasal Indonesia.

"Jadi pesan saya bukan hanya pemuda atau pengusaha muda, tapi kepada pemuda secara keseluruhan bahwa Indonesia harus tetap ada sampai 2030, sampai 2050, sampai kapan pun juga. Karena itu, jangan sampai lupa ini tempat kita lahir dan ini tempat kita berusaha dan sampai mati kita akan sampai di sini, jagalah nasionalisme," tegasnya.

diaz hendropriono
Staf Khusus Presiden Diaz ajak pengusaha dan pemuda untuk optimistis. (foto: MP/Rizki Fitrianto)

Terlepas dari menanamkan rasa nsionalisme, Diaz juga mengingatkan kepada pelaku usaha muda harus selalu optimistis dalam meningkatkan perekonomian negara. Hal tersebut harus diwujudkan agar bisa membuktikan prediksi yang dilakukan Pricewaterhouse Coopers bahwa Indonesia akan menjadi negara besar berdasarkan produk domestik bruto (PDB)

PWC memprediksikan Indonesia akan menjadi negara terbesar kelima pada 2030. Di 2050, Indonesia akan naik satu peringkat lagi tidak lain menjadi negara terbesar keempat berdasarkan PDB. Diaz berharap prediksi itu bukan hanya angan-angan dan pengusaha pemuda akan ambil andil dalam hal itu.

"Apa pun yang kalian lakukan dan kita lakukan semua, make sure it's on the right track bahwa tujuan kita akhirnya kita harus benar-benar bisa merealisasikan itu dan mencapai apa yang dikatakan atau apa yang diprediksikan oleh PWC," katanya lagi.

Dalam mewujudkan hal itu pula, Diaz kembali menegaskan bahwa pengusaha muda tidak akan sendiri, pemerintah pun akan turut terlibat dengan memberikan berbagai dukungan dalam segi kebijakan yang memudahkan pengusaha muda. Maka dari itu, pelaku bisnis muda diharapkan akan selalu menjalankan usaha mereka di jalan yang sesuai.

"Jadi kita jangan sampai salah langkah dalam berusaha dan itu pun juga pemerintah pasti mendukung dengan menempatkan kebijakan-kebijakan yang tepat untuk benar-benar membawa Indonesia kepada kemajuan," pungkasnya. (Ikh)

Kredit : digdo


Dwi Astarini