Pesan Danrem 172/PWY ke 600 Personil Yonzipur dan Kostrad yang Bangun Tol di Nduga Komandan Korem 172/Praja Wira Yakti, Kolonel Jonathan Binsar Sianipar (haipapua.com)

Merahputih.com - Komandan Korem 172/Praja Wira Yakti, Kolonel Jonathan Binsar Sianipar meminta 600 prajurit TNI dari Batalyon 431 Kostrad Makassar dan Batalyon Zipur 8 Makassar yang melanjutkan pekerjaan jalan dan jembatan Trans Papua agar membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat Nduga.

"Saya minta bangun komunikasi yang baik dengan masyarakat di tempat kalian bertugas. Jangan ada sedikitpun friksi. Jangan sampai kita membuat masyarakat menjadi takut dengan kita," kata Kolonel Binsar di Timika, Minggu (10/3).

Sejak Minggu (10/3) pagi, TNI mulai mengirim personel Zipur ke sektor atas di wilayah Nduga yang nantinya bertugas melanjutkan pembangunan jalan dan jembatan Trans Papua dari arah Mbua menuju Paro.

Selanjutnya, pasukan lain akan dikirim secara bergilir menuju Mbua dan sektor lainnya di wilayah bawah yaitu Kenyam untuk membuka ruas jalan dan jembatan Trans Papua menuju Batas Batu hingga Mumugu, Kabupaten Asmat.

Di kedua lokasi itu, terdapat sedikitnya 30 jembatan yang harus diselesaikan oleh pasukan TNI hingga akhir tahun ini. Pekerjaan jalan dan jembatan di ruas Trans Papua yang sebelumnya ditangani oleh PT Istaka Karya dan PT Brantas Abipraya terhenti sejak awal Desember 2018. Hal itu menyusul insiden pembantaian belasan pekerja PT Istaka Karya oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

KKB yang menyerang anggota TNI di Nduga
Kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang diduga menyerang anggota TNI di Nduga. Foto: net

Danrem 172/PWY Kolonel Jonathan Binsar Sianipar yang dipercayakan sebagai Komandan Pelaksanaan Operasi Pembangunan Jalan dan Jembatan Proyek Trans Papua meminta para prajurit TNI memiliki pemahaman yang benar terhadap warga masyarakat Nduga sebagai saudara kandung dalam satu ibu pertiwi yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Mereka ini bagian dari kita, saudara-saudara kita dalam satu honai besar NKRI. Jangan ada satupun prajurit yang salah kata, apalagi salah tindakan terhadap masyarakat Papua. Mereka sama seperti orang Jawa, orang Sumatera, orang Kalimantan, orang Sulawesi, orang Bali-Nusa Tenggara dan Maluku," kata Binsar dikutip Antara.

Menurut Danrem, upaya 'mengambil hati' masyarakat di daerah penugasan operasi sangat diperlukan agar seberat apapun tugas yang diemban itu bisa diselesaikan dengan sukses.

"Jangan pandang mereka berbeda dengan kalian. Rambut, kulit dan wajah boleh berbeda, tapi hati kita sama. Kita semua saudara kandung dalam honai besar NKRI," katanya.

Para prajurit TNI yang dikirim ke Nduga itu berkekuatan dua Satuan Setingkat Yonif (SSY) berjumlah 600 personel, terdiri atas 150 prajurit Batalyon Zipur 8 yang bertugas mengerjakan jalan dan jembatan Trans Papua serta 450 prajurit Batalyon 431 Kostrad yang melakukan pengamanan selama pekerjaan berlangsung. (*)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH