Pesan BPIP untuk Calon Kapolri Komjen Listyo Sigit Prabowo Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo (Foto: ANTARA/Istimewa)

MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajukan Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo menjadi calon Kapolri pengganti Jenderal Idham Azis.

Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Romo Benny Susetyo berharap, nantinya kepolisian dapat menjadi bagian penting dalam mengukuhkan dan mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat.

"Jadi polisi harus mampu mengambil bagian praktis yakni sebagai perekat ideologi di masyarakat,” kata Romo Benny dalam keterangannya, Senin, (18/1).

Baca Juga:

DPR Diminta Fokus Pada Tupoksi Kepolisian Saat Fit and Proper Test Listyo Sigit

Romo Benny juga mendorong agar Polri ke depan membangun kultur yang humanis. Dia mencontohkan, dari aspek keamanan, perlu mengaktifkan kembali jaga malam, kekerabatan bersama, dan sistem keamanan bersama.

"Di sinilah pentingnya dan kerja sama bersama masyarakat,” ujar Romo Benny.

Romo Benny juga menyinggung tentang peran polisi di Papua dalam upaya mengedukasi masyarakat. Menurut dia, polisi yang diterjunkan di Papua harus memiliki kemampuan menjadi guru untuk mengajari ilmu pengetahuan kepada masyarakat Papua.

“Jadi polisi sosial atau polisi humanis itu lebih banyak diterjunkan di Papua,” imbuh Romo Benny.

Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo (tengah). (ANTARA/ Anita Permata Dewi)
Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo (tengah). (ANTARA/ Anita Permata Dewi)

Romo Benny mengaku optimistis bahwa polisi yang humanis akan mampu menggerakkan masyarakat. Oleh sebab itu, Romo Benny berharap Kapolri ke depan perlu menggerakkan polisi agar bersentuhan langsung dengan masyarakat Papua.

Romo Benny meyakini, kehadiran polisi di Papua dapat memungkinkan masyarakat Papua dapat tumbuh dan berkembang.

“Jadi pendekatannya lebih pada kultur atau budaya dan ekonomi,” ungkap Romo Benny.

Baca Juga:

Aktivis 98 Yakin Komjen Listyo Mampu Buat Polri Semakin Promoter

Korps Bhayangkara, kata Romo Benny, ke depan tidak hanya profesional tetapi juga harus memiliki pemahaman dan penguasaan terhadap teknologi. Pasalnya, kejahatan terbesar ke depan itu tidak lagi tradisional, melainkan kejahatan dengan menggunakan teknologi.

“Kejahatan ke depan itu informasi dan teknologi termasuk terorisme karena menggunakan teknologi tinggi. Oleh karena itu, pemahaman anggota Polri terhadap teknologi menjadi sangat penting,” pungkas Romo Benny. (Pon)

Baca Juga:

Listyo Sigit Bukti Regenerasi Polri Berjalan, Kompolnas: Sejarah Mencatat Ini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 Satu Pasien Positif Corona Asal Solo di RSUD Dr Moewardi Dinyatakan Sembuh
Indonesia
Satu Pasien Positif Corona Asal Solo di RSUD Dr Moewardi Dinyatakan Sembuh

"Baru saja kami dapat kabar ada pasien Covid-19 asal Solo telah dinyatakan sembuh," ujar Kepala Dinas Kesehatan (DKK) Solo, Jawa Tengah, Siti Wahyuningsih

Tiga Wilayah Jakarta Diprediksi Hujan Disertai Petir Sore Ini
Indonesia
Tiga Wilayah Jakarta Diprediksi Hujan Disertai Petir Sore Ini

BMKG memperkirakan warga Ibu Kota Jakarta dapat merasakan cuaca cerah berawan pada pagi harinya

Terjawab! Ini Penjelasan Ahli Soal Gedung Kejagung yang Terbakar dari Atas ke Bawah
Indonesia
Sarankan Anak TK Tak BJJ, Kak Seto: Kenapa Enggak Belajar dengan Ayah dan Bunda di Rumah
Indonesia
Kemendagri Temukan Anggaran Janggal APBD 2021, DPRD DKI: Ngomong Tuh Dipilah
Indonesia
Kemendagri Temukan Anggaran Janggal APBD 2021, DPRD DKI: Ngomong Tuh Dipilah

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik menanggapi pernyataan Kementerian Dalam yang menyebut ada anggaran janggal dalam pos-pos kegiatan Legislator Kebon Sirih dalam RAPBD 2021.

Anies Diminta Periksa Warga Jakarta yang Punya Gejala Corona
Indonesia
Anies Diminta Periksa Warga Jakarta yang Punya Gejala Corona

Anies juga harus mempertimbangkan kebijakan yang sudah dibuat

Pemerintah Sebut Deteksi Virus COVID-19 Baru Terlihat Setelah 7 Hari
Indonesia
Pemerintah Sebut Deteksi Virus COVID-19 Baru Terlihat Setelah 7 Hari

Rapid test virus corona (COVID-19) menggunakan metode pemeriksaan antibodi.

7 Anak Buah John Kei Berstatus DPO
Indonesia
7 Anak Buah John Kei Berstatus DPO

Sebelumnya diketahui, aparat Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, telah membekuk tiga orang kelompok John Kei yang buron

PPKM Mikro, Ganjar Instruksikan RT/RW Bikin Tempat Khusus Isolasi Mandiri
Indonesia
PPKM Mikro, Ganjar Instruksikan RT/RW Bikin Tempat Khusus Isolasi Mandiri

"Kami memberikan informasi kepada kepala daerah jelang PPKM berskala mikro agar menginstruksikan pada Desa, RT, atau RW menyiapkan tempat khusus isolasi mandiri pasien COVID-19," ujar Ganjar