Perwira Polisi Bakal Bersaksi di Sidang Azis Syamsuddin Mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin (kanan) berjalan masuk ke Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan di Jakarta, Senin (22/11/2021). ANTARA FOTO/Reno Esnir/wsj.

MerahPutih.com - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, akan kembali menggelar sidang kasus dugaan suap penanganan perkara di Lampung Tengah dengan terdakwa mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin, Senin (13/12).

Agenda sidang hari ini adalah pemeriksaan saksi. Adapun empat saksi yang akan dihadirkan yakni, Wakil Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKP Agus Supriyadi, Agus Susanto, Rizky Cinde dan Sebastian Marewa.

Baca Juga:

KPK Periksa Wakasat Reskrim Polrestabes Semarang Terkait Kasus Azis Syamsuddin

"Untuk agenda persidangan terdakwa Azis Syamsuddin hari Senin, 13 Desember 2021 yang memasuki tahap pembuktian, tim jaksa akan menghadirkan empat orang saksi," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Senin.

Agus Supriyadi diduga sebagai pihak yang mengenalkan Azis dengan eks penyidik KPK AKP Stepanus Robin Patujju pertama kali. Perkenalan itu dimaknai Agus untuk mengurus perkara. Hal itu sebagaimana terungkap dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, beberapa waktu lalu.

Azis Syamsuddin didakwa menyuap Stepanus Robin Pattuju sebesar Rp3.099.887.000 dan USD36 ribu. Suap tersebut berkaitan dengan penanganan perkara korupsi yang ditangani KPK di Lampung Tengah.

Baca Juga:

Telisik KPK Cari Kedekatan Azis dan Robin Lewat Wakasat Reskrim Agus

Mantan Ketua Banggar DPR ini diduga menyuap Robin dan Advokat Maskur Husain agar keduanya membantu mengurus kasus yang melibatkan Azis dan koleganya di Partai Golkar Aliza Gunado terkait penyelidikan KPK di Lampung Tengah.

Dalam surat dakwaan, jaksa menjelaskan sejak 8 Oktober 2019, KPK melakukan kegiatan penyelidikan terhadap dugaan adanya tindak pidana korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji terkait pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN-P Kabupaten Lampung Tengah Tahun Anggaran 2017.

Penyelidikan itu sebagaimana Surat Perintah Penyelidikan Nomor: Sprin.Lidik-123/ 01/ 10/ 2019 tanggal 8 Oktober 2019 yang kemudian diperbarui dengan Surat Perintah Penyelidikan Nomor: Sprin.Lidik-45/ 01/ 02/ 2020 tanggal 17 Februari 2020. Diduga, Azis Syamsuddin dan Aliza Gunado sebagai pihak penerima suap.

Jaksa menyebut, agar Azis dan Aliza Gunado tidak dijadikan tersangka oleh KPK, Azis kemudian meminta bantuan Wakasatreskrim Polrestabes Semarang Agus Supriyadi untuk dikenalkan dengan penyidik KPK. Akhirnya, Agus Supriyadi berhasil mengenalkan Robin kepada Azis.

Baca Juga:

KPK Dalami Aliran Duit Suap dari Azis Syamsuddin ke AKP Robin

Azis juga meminta Robin datang ke rumahnya di Jalan Denpasar Raya, Jakarta Selatan, untuk membicarakan kasus di Lampung Tengah, pada Agustus 2020. Saat itu, Robin datang bersama Advokat Maskur Husain.

Dalam pertemuan itu, Robin dan Maskur meminta Azis untuk menyiapkan uang Rp4 miliar untuk menutup namanya dan Aliza dalam kasus di Lampung Tengah. Azis saat itu langsung menyanggupi permintaan Robin dan Maskur. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Hadiri Munas II Himpuni, Menko PMK Muhadjir Singgung Kunci Hadapi Bonus Demografi
Indonesia
Hadiri Munas II Himpuni, Menko PMK Muhadjir Singgung Kunci Hadapi Bonus Demografi

Muhadjir Effendy menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) II Perhimpunan Organisasi Alumni PTN Indonesia (Himpuni) 2022 di kampus UNS.

Pemecatan Ferdy Sambo Mampu Pulihkan Kepercayaan Publik
Indonesia
Pemecatan Ferdy Sambo Mampu Pulihkan Kepercayaan Publik

Keputusan Komisi Kode Etik Polri (KKEP) memecat Irjen Ferdy Sambo akan memulihkan kepercayaan publik kepada Polri.

Wakil Ketua Komisi VI DPR Pertanyakan Investasi BUMN di Perusahaan Ekosistem Digital
Indonesia
Wakil Ketua Komisi VI DPR Pertanyakan Investasi BUMN di Perusahaan Ekosistem Digital

Wakil Ketua Komisi VI DPR, Mohammad Hekal mempertanyakan apakah keputusan BUMN melakukan investasi di sejumlah perusahaan digital

KPK Nyatakan Video Penangkapan Gibran Hoaks
Indonesia
KPK Nyatakan Video Penangkapan Gibran Hoaks

KPK menyatakan video penangkapan Gibran tersebut adalah tidak benar atau hoaks.

Polri Ungkap Motif Bharada E Tembak Brigadir J
Indonesia
Polri Ungkap Motif Bharada E Tembak Brigadir J

Mabes Polri mengungkapkan motif Bharada E melakukan penembakan terhadap Brigadir J di rumah Kadiv Propam Polri Irjen Pol. Ferdy Sambo adalah untuk membela diri.

Anies Lepas Ekspor Perdana 19 Ton Beras ke Arab Saudi
Indonesia
Anies Lepas Ekspor Perdana 19 Ton Beras ke Arab Saudi

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memimpin kegiatan pelepasan ekspor kontainer yang mengangkut 19 ton beras menuju Negeri Petro Dollar tersebut.

Anies Disambut Aher dan Presiden PKS
Indonesia
Anies Disambut Aher dan Presiden PKS

Nama Wakil Ketua Majelis Syura, Ahmad Heryawan, menjadi kandidat cawapres terkuat mendampingi Anies Baswedan.

Penumpang Menuju Yogyakarta Masih Tinggi, KAI Operasionalkan KA Tambahan Bogowonto
Indonesia
Penumpang Menuju Yogyakarta Masih Tinggi, KAI Operasionalkan KA Tambahan Bogowonto

Jumlah penumpang yang turun di stasiun wilayah daerah operasional (Daop) 6 wilayah Yogyakarta- Solo usai lebaran masih tinggi. PT KAI mengoperasionalkan kereta api (KA) tambahan, KA Bogowonto.

Demokrat Tetap Buka Komunikasi dengan PDIP
Indonesia
Demokrat Tetap Buka Komunikasi dengan PDIP

Partai Demokrat tetap terbuka menjalin silaturahmi dan komunikasi dengan partai politik lainnya, termasuk dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Anies dan AHY Kompak Datang Masuk Beriringan
Indonesia
Anies dan AHY Kompak Datang Masuk Beriringan

Kedatangan AHY dan Anies ini juga ditemani adik kandungnya, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas.