Perusakan Masjid Ahmadiyah, DPR Minta Masyarakat tidak Terprovokasi Wakil Ketua Komisi II DPR RI Junimart Girsang. ANTARA/HO

MerahPutih.com - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta masyarakat tidak terprovokasi oleh peristiwa penyerangan dan pengrusakan tempat ibadah dan gedung milik Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) di Desa Balai Gana, Kecamatan Tempunuk, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar) yang terjadi pada Jumat (3/9).

Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Junimart Girsang. Politikus PDI Perjuangan itu meminta masyarakat cukup menyerahkan kasus tersebut sepenuhnya kepada Pemerintah.

Baca Juga

DPR Minta Polisi Usut Tuntas Pihak Penyebar Sertifikat Vaksin COVID-19 Jokowi di Internet

"Kejadian ini tidak boleh menyulut emosi kelompok mana pun, sebab negara selalu hadir lewat aparat penegak hukum (APH) dan tengah menanganinya," ujar Junimart dalam keterangan tertulis kepada wartawan di Jakarta, Minggu (5/9).

Hal senada juga disampaikan nya kepada kelompok masyarakat yang berada di luar Kabupaten Sintang. Mengingat peristiwa tersebut saat ini telah menjadi perhatian publik.

"Masyarakat diluar Sintang tidak perlu terprovokasi dengan aksi ini. Biarkan hukum yang menyelesaikan," pintanya.

Ia mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diperolehnya. Peristiwa ini bukan konflik antar warga, tetapi aliansi umat di Sintang dengan komunitas atau jamaah Ahmadiyah. Kemudian tidak pula terdapat pembiaran dari pemerintah dan APH menyangkut penutupan dari rumah ibadah Ahmadyah tersebut.

"Pemerintah Kabuapaten Sintang, APH dan aliansi umat sesungguhnya hanya menjalankan konsistensi dan konsekuensi Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tahun 2008 yaitu Menteri Agama, Mendagri dan Jaksa Agung. Seingat saya SKB itu menyangkut pelarangan kegiatan Ahmadiyah," paparnya.

Junimart Girsang

Karenanya, Junimart turut meminta kepada Pemerintah Kabupaten Sintang dan aparat penegak hukum di daerah tersebut. Bertindak pro aktif menjaga kondusifitas di kabupaten tersebut.

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD Jumat sore menghubungi Kapolda dan Gubernur Kalimantan Barat untuk mengetahui dan memastikan peristiwa penyerangan dan pengerusakan rumah ibadah milik Ahmadiyah di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. “Saya sudah berkomunikasi dengan Gubernur dan Kapolda Kalimantan Barat agar segera ditangani kasus ini dengan baik, dengan memperhatikan hukum, memperhatikan kedamaian dan kerukunan, juga memperhatikan perlindungan terhadap hak azasi manusia. Semuanya harus ikut aturan hukum” tegas Mahfud.

Mahfud mengatakan bahwa Kapolda dan Gubernur sudah menangani masalah ini dan segera diselesaikan secara hukum, sehingga semua pihak diharapkan bisa menahan diri.

“Ini masalah sensitif, semuanya harus menahan diri. Kita hidup di negara kesatuan Republik Indonesia dimana hak-hak asasi manusia dilindungi oleh negara” kata Mahfud.

Kepada semua pihak, Mahfud mengingatkan tentang penghormatan terhadap hak asasi manusia. Menurutnya, negara menjamin terhadap orang yang berusaha hidup dengan nyaman di daerah yang dia kehendaki.

“Kehadiran negara ini yang pertama-tama sebenarnya adalah melindungi hak asasi manusia, martabat manusia, maka kita merdeka. Dari perlindungan terhadap martabat manusia itu lalu kita menggariskan apa tujuan bernegara ini, kesejahteraan umum. Ini yang harus dijaga, kemanan dan ketertiban dan perlindungan terhadap orang yang berusaha hidup dengan nyaman di daerah yang dikehendaki” pungkas mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini.

Peristiwa penyerangan dan pengrusakan tempat ibadah dan gedung milik (JAI) terjadi di Kalimantan Barat Sekelompok orang dengan menggunakan batu dan bambu merusak bangunan masjid yang terletak di Desa Balai Gana, Kecamatan Tempunuk, Kabupaten Sintang. (Pon)

Baca Juga

DPR Desak KPI Pecat Pelaku Dugaan Pelecehan Seksual

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kemenhub Perketat Syarat Perjalanan Transportasi Laut
Indonesia
Kemenhub Perketat Syarat Perjalanan Transportasi Laut

Kemenhub mengeluarkan aturan terbaru terkait pengetatan aturan perjalanan orang dengan transportasi laut selama masa libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru).

Kapolri Singgung Pelanggaran Oknum Polri Saat Lantik Sejumlah Pati
Indonesia
Kapolri Singgung Pelanggaran Oknum Polri Saat Lantik Sejumlah Pati

Jangan memberikan beban yang berpotensi menjadi penyimpangan

Senin Besok, Kimia Farma Jual Vaksin COVID-19 untuk Umum
Indonesia
Senin Besok, Kimia Farma Jual Vaksin COVID-19 untuk Umum

Satu individu total harus membayar Rp 879.140 untuk dua kali dosis suntik lengkap

Kasudin Dukcapil Jakarta Pusat Meninggal Dunia Akibat COVID-19
Indonesia
Kasudin Dukcapil Jakarta Pusat Meninggal Dunia Akibat COVID-19

Jenazah Erik sudah dimakamkan pada Sabtu 23 Januari 2021 di kuburan khusus COVID-19

Masyarakat Diperingatkan Tak Lakukan Silaturahmi Secara Fisik
Indonesia
Masyarakat Diperingatkan Tak Lakukan Silaturahmi Secara Fisik

Tren angka positivity rate Indonesia per Mei 2021 saat ini mencapai angka terendah

FORTIBER Sebut Ucapan Jozeph Zhang Berpotensi Merusak Persatuan Bangsa Indonesia
Indonesia
FORTIBER Sebut Ucapan Jozeph Zhang Berpotensi Merusak Persatuan Bangsa Indonesia

"Karena akan merusak persatuan bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan Bhinneka Tunggal Ika yang sudah dibangun sejak lama," kata Anda

Pemudik Menuju Jabodetabek Saat Arus Balik Wajib Swab COVID-19
Indonesia
Pemudik Menuju Jabodetabek Saat Arus Balik Wajib Swab COVID-19

Kondisinya saat ini pada Mei 2021, kontribusi kasus nasional dari Pulau Jawa turun 11,06 persen

Kepala BNPB Temukan Kerusakan Alam Faktor Pemicu Banjir di Kalimantan Barat
Indonesia
Kepala BNPB Temukan Kerusakan Alam Faktor Pemicu Banjir di Kalimantan Barat

Dari pemantauan udara tersebut, tim menemukan adanya kerusakan lingkungan maupun bentang alam yang masif di beberapa titik tak jauh dari bantaran sungai.

Toilet SPBU Pertamina di Joglo Raya Bebas dari Penjaga Dua Ribuan
Indonesia
Toilet SPBU Pertamina di Joglo Raya Bebas dari Penjaga Dua Ribuan

Salah satunya ada di SPBU Jalan Joglo Raya. Dari pantauan merahputih.com, tidak ada penampakan para penjaga dua ribuan yang duduk di dekat kamar kecil.

Kemenkumham Pastikan Api yang Lahap Lapas Klas I Tangerang Sudah Padam
Indonesia
Kemenkumham Pastikan Api yang Lahap Lapas Klas I Tangerang Sudah Padam

Saat ini tim dari Kemenkumham sedang menuju ke lokasi