Perusahaan Jasa Cleaning Service Terseret Kasus Kebakaran Gedung Kejagung Gedung Kejagung terbakar. (Foto: Antara).

MerahPutih.com - Tim penyidik gabungan Bareskrim Polri memeriksa beberapa pengawas cleaning service terkait kelanjutan penyidikan kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung.

"Hari Senin (9/11), tim penyidik gabungan memeriksa saksi-saksi," kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Ferdy Sambo kepada wartawan, Senin (9/11).

Ferdy lantas merinci siapa saja mereka yang diperiksa pada hari ini. Yang pertama ada JS selaku Konsultan Pengawas Cleaning Service, AR selaku Pengawas Cleaning Service dan pembeli minyak Lobi, AS selaku Pengawas Cleaning Service, dan HS.

Baca Juga

Dua Kasubag Diduga Terseret Insiden Kebakaran Kejagung

Selain itu, lanjut Ferdy, tim penyidik gabungan juga melakukan analisa dan evaluasi perkembangan penyidikan hari ini.

"HS merupakan Pengawas Cleaning Service dan orang kepercayaan MAI. Laki-laki peminjam bendera PT APM," kata dia.

Kejaksaan Agung
Api melahap Kejagung (foto: Antara)

Diketahui, tim penyidik gabungan Bareskrim telah menetapkan delapan orang tersangka kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan yakni lima orang tukang inisial T, H, S, K, dan IS. Kemudian, seorang mandor inisial UAN.

Selain itu, satu orang vendor PT ARM selaku perusahaan produsen cairan pembersih Top Cleaner inisial R, dan satu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) inisial NH.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 188 KUHP juncto Pasal 55 KUHP juncto Pasal 56 KUHP dengan ancaman paling lama lima tahun penjara.

Sementara itu, penyebab terjadinya kebakaran karena lima orang tukang telah lalai merokok di ruang Aula Biro Kepegawaian lantai 6.

Baca Juga

Seorang Cleaning Service 'Bersaldo' Fantastis Dicurigai Terlibat Kebakaran Kejagung

Saat itu, mereka lagi mengerjakan perbaikan ruangan tapi sambil merokok. Padahal, ada bahan-bahan yang mudah terbakar seperti lem, tinner, kertas, karpet, dan lainnya. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Wartawan Hati-Hati Dikadali, Pelajari Trik-Trik Ngeles Narasumber Ini
Indonesia
Wartawan Hati-Hati Dikadali, Pelajari Trik-Trik Ngeles Narasumber Ini

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri terlihat menghindari awak media ketika dimintai komentar terkait sidang dugaan pelanggaran etik yang dilakukannya.

 Istana Jamin Ekonomi Tak Akan Jeblok Karena Virus Corona
Indonesia
Istana Jamin Ekonomi Tak Akan Jeblok Karena Virus Corona

Menurut Fadjroel, pemerintah juga menggerakkan semua daya untuk menjamin jaring pengaman sosial bagi masyarakat terdampak kehidupan sosial-ekonominya.

Mensos: 45 Kg Beras Siap Disalurkan ke 10 Juta Keluarga Penerima Manfaat
Indonesia
Mensos: 45 Kg Beras Siap Disalurkan ke 10 Juta Keluarga Penerima Manfaat

Politisi PDI Perjuangan itu penyaluran dilakukan dua kali, yaitu 30 kg per KPM di bulan September dan 15 kg per KPM di bulan Oktober.

Protokol Kesehatan saat Demo Dilanggar, Pelaku Bisa Dijerat UU Kekarantinaan
Indonesia
Protokol Kesehatan saat Demo Dilanggar, Pelaku Bisa Dijerat UU Kekarantinaan

Pihak kepolisian menyikapi tegas terkait rencana kaum buruh atau serikat pekerja yang berencana melakukan demonstrasi menolak UU Cipta Kerja (Ciptaker).

PSI Tekan Jokowi Tegas Larang Mudik, Jangan Cuma Imbauan
Indonesia
PSI Tekan Jokowi Tegas Larang Mudik, Jangan Cuma Imbauan

PSI setuju dengan usulan Presiden Joko Widodo yang ingin mengganti jadwal mudik pada hari libur nasional setelah Idul Fitri

PKB Dukung FPI Dibubarkan, Tapi.....
Indonesia
PKB Dukung FPI Dibubarkan, Tapi.....

Nilai kebangsaan hubul waton minal iman, mencintai tanah air adalah komitmen dari keimanan

Ratusan Karyawan RSUD Dr Moewardi Solo Terpapar COVID-19
Indonesia
Ratusan Karyawan RSUD Dr Moewardi Solo Terpapar COVID-19

Ada sekitar 2.000-an karyawan RSUD dr Moewardi Solo yang dilakukan tracing selama dua pekan.

DPR Diminta Gunakan Hak Angket dalam Kasus Djoko Tjandra
Indonesia
DPR Diminta Gunakan Hak Angket dalam Kasus Djoko Tjandra

Mudahnya Djoko Tjandra untuk mendapat akses layanan publik maupun keluar masuk Indonesia, hampir tak mungkin dilakukan tanpa bantuan pihak berwenang

 Kebijakan Work From Home dan Isu Corona Bikin Penumpang Kereta Api Anjlok Drastis
Indonesia
Kebijakan Work From Home dan Isu Corona Bikin Penumpang Kereta Api Anjlok Drastis

"Angkanya turun 27% dibanding Senin 9 Maret 2020 yang mencapai 1.009.362," kata Anne dalam keterangannya, Rabu (18/3).

Indonesia Tempat Urutan ke-34 Kasus COVID-19 Secara Global
Indonesia
Indonesia Tempat Urutan ke-34 Kasus COVID-19 Secara Global

Sementara untuk angka pasien COVID-19 yang sembuh, Indonesia tercatat pada urutan ke-44