Kesehatan
Tren Sanitasi Berubah di Masa Pandemi Tren sanitasi sepanjang masa pandemi (Sumber: Pexels/Castorly Stock)

GAYA hidup manusia berubah total sejak pandemi terjadi di awal 2020. Kebutuhan akan menjaga diri tetap higienis semakin meningkat. Tanpa disadari, hal tersebut juga berdampak pada sistem sanitasi di rumah.

Banyak yang meyakini sanitasi di rumah merupakan tempat berkumpulnya bakteri dan virus. Karena tidak ingin rumah menjadi sarang bakteri dan tempat yang berpotensi terpapar virus (salah satunya virus COVID-19), banyak yang memutuskan untuk merombak kamar mandi. Mereka memilih membeli produk sanitasi baru yang lebih ramah lingkungan dan bebas bakteri. Hal itu secara tak langsung mengubah tren sanitasi selama pandemi.

BACA JUGA:Sanitasi dan Air Bersih, Tak Bisa Ditawar

1. Produk sanitasi DIY (Do It Yourself)

Produk DIY
Produk yang bisa pasang sendiri (Sumber: KOHLER)

Di awal pandemi, manusia begitu takut berinteraksi dengan orang asing. Proteksi dilakukan agar meminimalisir terpaparnya virus COVID-19 dari orang luar. Oleh sebab itu, produk sanitasi yang bisa diutak atik sendiri di rumah menjadi pilihan tepat. "Ketika awal pandemi, orang-orang takut menerima tamu, salah satunya tukang instalasi untuk sanitasi. Jadi mereka memilih beli produk yang bisa dipasang sendiri atau DYI di rumah tanpa harus panggil tukang," ujar representasi KOHLER, pengembang produk sanitasi di kawasan Grand Indonesia, Jakarta Pusat.

2. Touchless

Touchless

Produk sanitasi touchless (Sumber: KOHLER)

Aktivitas yang dilakukan di toilet dan kamar mandi seperti buang air kecil dan buang air besar, mandi, dan lain-lain biasanya 'mengundang' datangnya bakteri dan kuman penyakit. Bakteri dan kuman bisa menempel di perabotan kamar mandi mulai dari gagang shower, closet, hingga kran.

Semakin sering kita menyentuhnya, semakin tinggi pula peluang bakteri menempel di tubuh. Tidak menutup kemungkinan kita akan terpapar penyakit dari bakteri di tubuh. Untuk itu, di masa sekarang masyarakat lebih menginginkan produk toilet yang tidak perlu sering disentuh. "Produk-produk sanitasi yang touchless begitu diminati masyarakat," ungkap representasi KOHLER lagi.

3. Pilihan Warna Monochrome

MONOCHROME

Menyesuaikan tema (Sumber: Victoria Plum)

Jika dua tren sebelumnya berkaitan dengan higienitas, tren ketiga berkaitan dengan preferensi atau selera masyarakat. Warna-warna monochrome menjadi pilihan agar matching dengan tema kamar mandi yang masih didominasi oleh gaya industrial atau skandinavia.(Avia)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Zara Leola Siap Move On Lewat Single 'Gone'
ShowBiz
Zara Leola Siap Move On Lewat Single 'Gone'

Zara Leola Berharap lagu 'Gone' bisa menjadi sebuah lagu untuk memberitahu bahwa perempuan itu tidak lemah

Disebut Mirip Lee Su-ho 'True Beauty', Jin BTS Ngaku Tampan
ShowBiz
Disebut Mirip Lee Su-ho 'True Beauty', Jin BTS Ngaku Tampan

Rumornya, sang penulis, Yaongyi, menggambar karakter Su-ho berdasarkan Jin.

Demi Lovato Punya 4 Resolusi Tahun Baru
ShowBiz
Demi Lovato Punya 4 Resolusi Tahun Baru

Demi Lovato ingin memulai lembaran baru di 2022.

Pamer Saldo di Media Sosial Bisa Ganggu Kejiwaan
Hiburan & Gaya Hidup
Pamer Saldo di Media Sosial Bisa Ganggu Kejiwaan

Terlebih di situasi sulit seperti ini.

Kenali Ciri-Ciri si Teman Palsu
Hiburan & Gaya Hidup
Kenali Ciri-Ciri si Teman Palsu

Sebelum masuk perangkap

Lagu Kpop dengan Lirik Paling Jenius
ShowBiz
Lagu Kpop dengan Lirik Paling Jenius

bagian terbaik dari lirik ini adalah permainan kata luar biasa yang dikirimkan para idola kepada pendengar.

Set Terbaru ‘Friends Reunion’ akan Dilelang Jadi Aset NFT
Fun
Set Terbaru ‘Friends Reunion’ akan Dilelang Jadi Aset NFT

Beberapa sudah digunakan selama 10 musim serial Friends.

Film Dokumenter BIGBANG Tayang di Netflix
ShowBiz
Film Dokumenter BIGBANG Tayang di Netflix

Kerinduan penggemar dapat sedikit terobati.

Studi Ilmiah Bertahun-tahun Temukan Spesies Ikan Baru
Fun
Studi Ilmiah Bertahun-tahun Temukan Spesies Ikan Baru

Spesies ikan baru ini ukurannya sangat kecil.

Menjaga Lingkungan Hidup dengan TikTok
Fun
Menjaga Lingkungan Hidup dengan TikTok

Menurut Ira, mahasiswanya dalam sehari menghabiskan waktu 6 hingga 8 jam di media sosial.