Perubahan Iklim: Seluruh Acara Olahraga Bertarung Melawan Waktu Sesuatu yang lebih buruk dari perubahan iklim belum datang. (Foto: Unsplash/BP MiIler)

OLIMPIADE Musim Panas dan Musim Dingin, liga, dan kompetisi olahraga, semuanya telah dipengaruhi perubahan pola meteorologis. Namun, menurut laporan dari negara-negara Rapid Transition Alliance, sesuatu lebih buruk belum datang.

Hal ini memperingatkan dalam tiga dekade ke depan, seperempat lapangan sepak bola liga Inggris akan berisiko banjir setiap musimnya. Satu dari tiga lapangan golf British Open akan rusak karena naiknya permukaan air laut. Setengah dari kota-kota Olimpiade Musim Dingin tidak bisa diandalkan untuk menjadi tuan rumah olahraga musim dingin.

Baca juga:

Keadaan Laut dapat Pulih pada Tahun 2050 Menurut Para Ilmuwan

1
Banyak event olahraga terganggu akibat perubahan iklim dan cuaca. (Foto: Unsplash/Andrea Leopardi)

Topan Pasifik yang belum pernah terjadi sebelumnya menyebabkan beberapa pertandingan dibatalkan selama Piala Dunia Rugbi 2019 di Jepang. Tidak ketinggalan triathlon New York, serta beberapa penyelenggaraan pacuan kuda juga dibatalkan pada tahun 2019 karena gelombang panas di belahan bumi Utara.

Selama empat hari turnamen tenis Australia Terbuka 2014, suhu tercatat mencapai 41 derajat celcius. Lebih dari 1.000 penonton dirawat karena kelelahan akibat cuaca panas. Botol plastik milik petenis Caroline Wozniacki meleleh, seperti halnya sepatu milik Wilfred Tsonga.

Awal tahun ini, melansir laman Euronews, turnamen itu terganggu tiupan asap kebakaran hutan yang menghabiskan sebagian besar area di Australia.

AS Terbuka 2018 menyaksikan lima pemain mengundurkan diri dengan alasan terkait cuaca panas. Temperatur di lapangan mencapai 49 derajat Celcius. Beberapa kejadian tersebut mendesak asosiasi dan penyelenggara menjalankan kebijakan baru dalam turnamen. Mengambil waktu istirahat lebih lama selama pertandingan akibat panas ekstrem.

Baca juga:

Perbedaan Antara Green Tourism, Ecotourism dan Sustainable Tourism

2
Sponsor perusahaan bahan bakar fosil akan diakhiri. (Foto: Unsplash/Jorg Angeli)

Sementara itu, penyelenggara Musim Dingin Vancourter 2010 berkomentar terkait akibat cuaca panas harus bekerja ekstra menantang kemampuan untuk mempersiapkan bidang permainan bagi para atlet dalam venue di Cypress Mountains. Sementara para pesaing di Sochi, pada tahun 2014 mengeluhkan kurangnya salju.

Sedangkan untuk Summer Games, panitia Tokyo 2020 dipaksa untuk memindahkan acara lari jarak jauh hampir 1.000 kilometer di utara ibukota karena cuaca musim panas terlampau terik di kota itu. "Olahraga bukan hanya menjadi korban perubahan, tetapi juga sebagai kontributor penting," tulis lapora panitia Olimpiade Tokyo 2020.

IOC atau Komite Olimpiade Internasional memiliki catatan olahraga sepakbola menyumbang karbon, terutama di dekat Barbados. Acara olahraga bertanggung jawab atas meningkatnya penerbangan sangat masif. Konstruksi stadion penuh karbon, dan gundukan sampah tidak dapat didaur ulang. "Semuanya memberian kontribusi signifikan terhadap bencana yang kini melanda kita," sambung laporan tersebut.

Andrew Simms, koordinator Rapid Transition Alliance menekankan olahraga memberikan beberapa contoh baik dan bisa sangat berpengaruh di masyarakat.

Jika olahraga dapat mengubah cara pengoperasinya pada kecepatan dan skala diperlukan untuk menghentikan darurat iklim, maka lebih banyak orang akan mengikuti. "Jika para pemainnya juga berbicara dan mengatakan mereka percaya udara bersih dan masalah iklim yang stabil, jutaan lainnya akan melihat kemungkinan untuk perubahan," dia menambahkan.

Langkah pertama bagi asosiasi dengan mengakhiri sponsor dari perusahaan bahan bakar fosil dan mendesak semua federasi olahraga global, liga olahraga profesional, dan tur untuk menandatangani Kerangka Kerja Aksi Olahraga untuk Iklim PBB dan menyerukan agar Kerangka Kerja lebih keras.

Diusulkan pada tahun 2030 mendatang, setiap acara olahraga atau tur tidak carbon-neutral akan dibatalkan atau ditunda sampai ada kesepakatan. Federasi olahraga tidak carbon-neutral juga akan dikeluarkan dari Olimpiade. Lebih sedikit pagelaran turnamen dan kompetisi mungkin juga bisa menjadi bagian dari solusi, tambahnya. (lgi)

Baca juga:

Kejuaraan Wimbledon Dibatalkan untuk Pertama Kalinya Sejak Perang Dunia II

Kredit : leonard


Leonard

LAINNYA DARI MERAH PUTIH