Perubahan Iklim Jadi Penyebab Frekuensi Cuaca Ekstrem Makin Sering Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers virtual yang dipantau di Jakarta, Jumat (9/4/2021). (FOTO ANTARA/Devi Nindy)

MerahPutih.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa dampak perubahan iklim global terhadap La Nina menyebabkan frekuensi cuaca ekstrem di Indonesia terjadi makin sering.

"Dampak perubahan iklim ini kami proyeksikan sampai akhir abad ke-21, di mana kondisi ekstrem saat musim hujan itu akan semakin basah, dan apabila kemarau pun akan semakin kering dan frekuensi kejadian periode ulangnya semakin pendek dan intensitasnya tinggi," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati di Jakarta, Jumat (23/4).

Ia menjelaskan, melalui peningkatan curah hujan ekstrem yang terjadi di Jakarta, di mana pada siklusnya sejak tahun 1900-1950, baru terjadi dua kali hujan ekstrem dengan intensitas tinggi 145 mm dalam sehari.

Baca Juga:

Bandung Masuk Pancaroba, Waspada Cuaca Ekstrem dan Kebakaran

"Namun sejak tahun 1980 bahkan 1990 kejadian hujan ekstrem itu bisa terjadi hanya kurang dari 50 tahun, bahkan hanya 2-5 tahun," katanya, seperti dikutip Antara.

Selain itu, dampak perubahan iklim lainnya yakni siklon tropis yang seharusnya dapat luruh, karena adanya gaya coriolis akibat rotasi bumi di lintang 0 sampai 10 derajat yang membuatnya kalah dengan kecepatan rotasi bumi.

Monitor prakiraan cuaca di gedung pusat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Jakarta, Rabu, (13/12). (Foto: MP/Rizki Fitrianto)
Monitor prakiraan cuaca di gedung pusat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Jakarta, Rabu, (13/12). (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

"Namun faktanya, Siklon Tropis Seroja menembus 10 derajat lintang selatan sehingga berdasarkan teori tersebut, kemungkinan besar penyebabnya adalah dampak perubahan iklim yang menyebabkan pergeseran," katanya.

Oleh karenanya, ia menegaskan bahwa ada lonjakan jumlah peringatan dini yang dikeluarkan BMKG sejak tahun 2016.

Baca Juga:

8 Ribu Warga NTT Mengungsi Dampak Cuaca Ekstrem

Peringatan dini setiap tiga harian mengalami lonjakan sejak tahun 2016, mencapai 730 kali dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sekitar 100 kali.

Sementara di tahun 2017, peringatan dini setiap tiga harian meningkat hampir tujuh kali dari tahun sebelumnya. "Karena memang fenomena cuaca ekstrem, membuat semakin melompat terjadinya," demikian Dwikorita Karnawati. (Knu)

Baca Juga:

Siklon Tropis Timbulkan Cuaca Ekstrem Sejumlah Wilayah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Temuan BPK, Pemprov DKI Bayarkan KJP Plus Rp 2,3 Miliar ke Siswa yang Sudah Lulus
Indonesia
Temuan BPK, Pemprov DKI Bayarkan KJP Plus Rp 2,3 Miliar ke Siswa yang Sudah Lulus

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) DKI Jakarta menemukan penyaluran anggaran Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus kepada ribuan siswa yang telah lulus dari sekolahnya.

Komisi I Bakal Dalami Hal Ini saat Fit and Proper Test Calon Panglima TNI Besok
Indonesia
Komisi I Bakal Dalami Hal Ini saat Fit and Proper Test Calon Panglima TNI Besok

Komisi I DPR akan menggelar uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test calon Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, Sabtu (6/11) besok.

NasDem Bungkam soal Status Connie Rahakundini di Partainya
Indonesia
NasDem Bungkam soal Status Connie Rahakundini di Partainya

Partai NasDem enggan mengomentari kritikan terhadap kadernya, Connie Rahakundini Bakrie, tentang pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) senilai Rp 1.760 triliun.

Cara Mendapatkan Vaksin Moderna di Jakarta bagi Masyarakat Umum
Indonesia
Cara Mendapatkan Vaksin Moderna di Jakarta bagi Masyarakat Umum

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan telah menyediakan vaksinasi COVID-19 jenis Moderna untuk masyarakat umum.

 Libur Lebaran, Solo Zoo Targetkan 50 Ribu Orang Pengunjung
Indonesia
Libur Lebaran, Solo Zoo Targetkan 50 Ribu Orang Pengunjung

Berdasarkan data internal, jumlah pengunjung pada H+1 Lebaran 2019 lalu mencapai 3.000 pengunjung.

Menhub Minta Pemudik Hindari Perjalanan pada 6 Mei - 8 Mei
Indonesia
Menhub Minta Pemudik Hindari Perjalanan pada 6 Mei - 8 Mei

Masyarakat diimbau untuk kembali lebih awal sebelum atau setelah puncak arus balik yang diprediksi terjadi pada 6 sampai 8 Mei 2022.

Komisi III Minta Segera Usut Tuntas Kebakaran Lapas Tangerang
Indonesia
Komisi III Minta Segera Usut Tuntas Kebakaran Lapas Tangerang

Jangan sampai ada pihak-pihak yang memanfaatkan

 Kasus COVID-19 Melonjak, Pemkot Solo Putuskan Stop PTM
Indonesia
Kasus COVID-19 Melonjak, Pemkot Solo Putuskan Stop PTM

Kasus COVID-19 di sekolah terus bertambah. Data terbaru ada tambahan delapan sekolah ditemukan kasus COVID-19.

Eliminasi AIDS di 2030, Pemkot Bandung Fokus Pada Ketersediaan Obat ARV
Indonesia
Eliminasi AIDS di 2030, Pemkot Bandung Fokus Pada Ketersediaan Obat ARV

Diperkirakan (ODHIV) atau Orang Dengan HIV dan AIDS di Indonesia mencapai 543.100 orang, sampai dengan September 2021.

Pemprov DKI Minta Warga Jaga Kebersihan Waduk Daan Mogot
Indonesia
Pemprov DKI Minta Warga Jaga Kebersihan Waduk Daan Mogot

Pemprov DKI Jakarta meminta kepada masyarakat untuk bisa menjaga kebersihan fasilitas umum yang sudah dibuat pemerintah seperti Waduk Daan Mogot.