Pertunjukan Teraneh di Dunia: Sekeluarga Berantem Dipicu Beda Capres Menkopolhukam Wiranto dan Mendagri Tjahjo Kumolo Rakornas Pemilu di Jakarta Barat, Rabu (27/3) (MP/Kanugraha)

Merahputih.com - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto menilai Pemilu 2019 bukan arena untuk saling bermusuhan atau menebar kebencian. Apalagi dijadikan ajang saling memfitnah dan menjatuhkan.

Wiranto beranggapan, Pemilu hanya kewajiban konstitusional 5 tahun sekali untuk memilih pemimpin bukan mengadu pemimpin.

"Pemimpin tidak diadu tetapi dipilih. Dia tidak saling berhadapan, tetapi tetapi berhadapan dengan publik, untuk menampilkan pengalamannya, manampilkan track recordnya, menampilkan perilakunya, kompetensinya, integritasnya, untuk ditonton masyarakat, dilihat masyarakat dan dipilih masyarakat," kata Wiranto saat Rakornas Pemilu di Jakarta Barat, Rabu (27/3).

"Jadi tidak ada alasan sebenarnya, dalam pemilu itu berseteru satu orang dengan yang lain," tambah Wiranto.

Wiranto mengaku pernah mendengar ada permusuhan di keluarga pasca polarisasi kubu Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga. "Saya pernah mendengar satu keluarga, adiknya milih nomor 2 dan kakanya nomor 1 lalu tidak saling berbicara, bermusuhan. Ini aneh dan pertunjukan paling aneh di dunia," imbuh dia.

Moderator Debat Pilpres Kedua Anisha Dasuki tengah memberikan arahan kepada Kedua Capres dari nomor urut 01 Joko Widodo dan dari nomor urut 02 Prabowo Subianto untuk mengundi pertanyaan pendalaman visi misi dari masing-masing capres. Merahputih.com / Rizki Fitrianto

Wiranto menganggap, pilihan boleh berbeda, tetapi kebersamaan harus tetap terjaga. Berbeda pilihan adalah hal biasa. Yang penting jangan bekelahi, jangan memaksakan kehendak.

Sebagai bangsa yang besar, Wiranto berpesan agar bangsa Indonesia mampu mempertahankan persatuan dan kesatuan yang telah dijaga dan dirawat selama ini.

Berkat persatuan itulah, sambung Wiranto, Indonesia diakui dunia melalui Gallup Global Law and Order, yang menyematkan Indonesia sebagai negara dengan tingkat kepercayaan publik tertinggi di dunia, negara teraman Nomor 9 di dunia dengan index 89, negara dengan tujuan investasi Nomor 2 setelah Filipina.

“Saya pesan, ini adalah capaian kita, jangan sampai dirusak oleh permusuhan dan perpecahan Pemilu,” pesan Wiranto. (Knu)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH