Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen, Jokowi: Sudah Bagus Dibanding Negara-Negara Lain Presiden Joko Widodo. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari.

Merahputih.com - Presiden Joko Widodo mengaku bersyukur pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5 persen (Year on Year/YoY). Sebab, kata Jokowi, banyak negara lain yang kemajuan ekonominya tergolong buruk.

“Enggak banyak, lebih dikit tapi lebih dari 5, sudah bagus, dibandingkan dengan negara-negara lain. Ada yang sudah minus, ada yang menuju ke nol, ada yang berkurang sampai 1,5 persen, 1 persen, 2 persen,” kata Jokowi dalam keterangannya, Rabu (6/11).

Baca Juga:

Presiden Jokowi-Direktur Pelaksana IMF Bahas Kondisi Ekonomi Global Terkini

Jokowi meyakini, Indonesia mempunyai potensi menjadi negara yang berpenghasilan tinggi dan keluar dari jebakan negara berpenghasilan menengah.

Namun Presiden mengingatkan, ada beberapa agenda yang mendesak yang harus kita lakukan. Ia menyebutkan, 5 tahun yang lalu memang fokus konsentrasi di pembangunan infrastruktur.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2019 hanya 5 persen. Foto: Pixabay/Mohamed Hasan
Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2019 hanya 5 persen. Foto: Pixabay/Mohamed Hasan

“Dengan kanan-kiri kita stok infratruktur kita jauh sekali. Saya berikan contoh jalan tol. Sejak tol Jagorawi dibangun tahun 1978 artinya sudah 40 tahun yang lalu, kita baru membangun 780 km. Tiongkok, China dalam waktu yang sama sudah membangun 280.000 km,” ungkap Jokowi.

Baca Juga:

Jokowi Diingatkan Benahi Ekonomi Dikuasai Asing, Bukan Sibuk Urus Isu Radikal

Karena itulah, lanjut Jokowi, kenapa ia memerintahkan Menteri BUMN, Menteri PUPR, urusan investasi, infrastruktur itu betul-betul diperhatikan.

"Karena kita ketinggalan jauh sekali, jauh sekali. 280.000 dibandingkan 780 enggak pakai ribu itu jauh sekali,” ujar Jokowi. Belum urusan yang lain-lain.

Presiden Joko Widodo menggelar pertemuan bilateral dengan Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva di Impact Exhibition and Convention Center pada Minggu (3/11/2019). ANTARA/HO-Biro Pers Media dan
Presiden Joko Widodo menggelar pertemuan bilateral dengan Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva di Impact Exhibition and Convention Center pada Minggu (3/11/2019). (ANTARA/HO-Biro Pers Media)

"Oleh sebab itu, kalau kita konsentrasi ke pembangunan jalan tol, pembangunan airport, pembangunan pelabuhan, pembangunan powerplan yang nantinya diharapkan akan memberikan kecepatan logistik, kecepatan mobilitas barang dan jasa ke seluruh penjuru negeri," jelas Jokowi. (Knu)

Baca Juga:

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melambat, Pemerintah Diminta Kerja Lebih Serius



Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH