Pertimbangkan Aspek Sosiologis, Alasan Polisi Tidak Lagi Kawal Konvoi Moge Pengendara Moge. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Pengawalan yang dilakukan polisi terhadap rombongan mobil mewah dan motor gede (moge) hingga pesepeda terus menjadi polemik di masyarakat.

Dirlantas Polda Metro, Kombes Sambodo Purnomo Yogo menyebutkan, secara Undang-Undang (UU) pengawalan terhadap mobil mewah maupun moge yang dilakukan oleh kepolisian pada hakikatnya tidak ada penyimpangan.

Baca Juga:

Zaman Ini Masyarakat Sangat Kritis, Polantas Diminta Jauhi Gaya Hidup Hedonis

"Ada pertimbangan sosiologis terhadap kondisi masyarakat khususnya di Jakarta dan sekitarnya," ujar Sambodo kepada wartawan, Rabu (24/3).

Menurutnya, warga Jakarta banyak komplain terkait dengan pengawalan yang dilakukan kepolisian terhadap kendaraan-kendaraan mewah, konvoi mobil sedan mewah, motor besar/ moge, dan pesepeda.

Hal ini kata Sambodo dapat menimbulkan antipati dan kecemburuan sosial dari masyarakat maka di era prediktif, presisi dan transparansi Polri.

Pesepeda di Jakarta. (Foto: Antara)
Pesepeda di Jakarta. (Foto: Antara)

Menurut dia, pemberian pengawalan kendaraan mewah, moge dan pesepeda banyak dikomplain oleh masyarakat yang kemudian menimbulkan antipati dan kecemburuan sosial.

"Kami harus berpihak kepada masyarakat di mana-mana pengawalan-pengawalaan yang dilakukan oleh kepolisian terhadap kelompok-kelompok tertentu itu kemudian menimbulkan kecemburuan sosial," ujarnya. (Knu)

Baca Juga:

Dirlantas Polda Metro Minta Anak Buahnya Tak Kawal Mobil Mewah dan Motor Gede

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
WP KPK: Tes Wawasan Kebangsaan Jadi Alat Singkirkan Pegawai Berintegritas
Indonesia
WP KPK: Tes Wawasan Kebangsaan Jadi Alat Singkirkan Pegawai Berintegritas

Tes wawasan kebangsaan tidak terlepas dari konteks pelemahan pemberantasan korupsi yang telah terjadi sejak revisi UU Nomor 19 tahun 2019 tentang KPK berlaku.

Gegara Jet Pribadi, Menteri Suharso Monoarfa Dilaporkan ke KPK
Indonesia
Gegara Jet Pribadi, Menteri Suharso Monoarfa Dilaporkan ke KPK

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (5/11).

Wagub DKI Ingatkan Anak Buahnya Jangan Sembarangan Beri SIKM ke Pemudik
Indonesia
Wagub DKI Ingatkan Anak Buahnya Jangan Sembarangan Beri SIKM ke Pemudik

"Terkait SIKM juga sudah dikeluarkan, kami minta dapat diberikan orang tertentu saja," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (5/5)

Andi Irfan Ungkap Alasan Buang Iphone X Berisi Foto Terkait Djoko Tjandra
Indonesia
Andi Irfan Ungkap Alasan Buang Iphone X Berisi Foto Terkait Djoko Tjandra

Andi Irfan Jaya mengakui membuang handphone yang menjadi barang bukti skandal Djoko Tjandra.

Ditemukan COVID-19 Varian India, Gibran Larang Warga Solo Bepergian ke Zona Merah
Indonesia
Ditemukan COVID-19 Varian India, Gibran Larang Warga Solo Bepergian ke Zona Merah

Dalam perpanjangan PPKM mikro tersebut Pemkot Solo melarang warga Solo bepergian ke zona merah. Selain itu, bagi pelaku perjalanan lintas kota/kabupaten/provinsi yang menginap di Solo wajib membawa tes PCR negatif.

Kapolda Metro Jaya Turun Tangan Ungkap Kasus Pembunuhan Editor Metro TV
Indonesia
Kapolda Metro Jaya Turun Tangan Ungkap Kasus Pembunuhan Editor Metro TV

"Silakan saja, kan nanti kita lakukan pemeriksaan ke semuanya. Kita dalami semuanya. Silakan saja," kata Yusri.

Gojek dan Tokopedia Gabung Jadi GoTo, Data Pribadi Konsumen Harus Terlindungi
Indonesia
Gojek dan Tokopedia Gabung Jadi GoTo, Data Pribadi Konsumen Harus Terlindungi

merger ini dilakukan saat beberapa peraturan yang menaungi ekonomi digital belum mengatur aspek perlindungan konsumen daring, khususnya terkait perlindungan data pribadi yang ekstensif.

Terjawab! Ini Penjelasan Ahli Soal Gedung Kejagung yang Terbakar dari Atas ke Bawah
Indonesia
Penjelasan Polisi Soal Viral Tulisan Arab Melintang di Tengah Jalan Raya Bekasi
Indonesia
Penjelasan Polisi Soal Viral Tulisan Arab Melintang di Tengah Jalan Raya Bekasi

Tulisan ini pertama kali ditemukan warga setempat pada Selasa (17/11).

Sejumlah Negara Eropa Hentikan Sementara Penggunaan Vaksin AstraZeneca
Dunia
Sejumlah Negara Eropa Hentikan Sementara Penggunaan Vaksin AstraZeneca

Tercatat, pada 10 Maret, sudah 30 kasus kejadian tromboemboli dilaporkan terjadi di antara hampir lima juta orang yang disuntik vaksin AstraZeneca di Wilayah Ekonomi Eropa.