Pertemuan Puan-Prabowo Pertegas Peluang Koalisi Foto arsip. Pengamat Politik Universitas Brawijaya Wawan Sobari. (ANTARA/Dokumentasi Pribadi)

MerahPutih.com - Ketua DPP PDIP Puan Maharani bertemu dengan Prabowo Subianto di Hambalang, kurang lebih pukul 10.45 WIB, Minggu (4/9). Ada sejumlah nama yang turut serta dalam pertemuan tersebut, di antaranya Hasto Kristiyanto dan Ahmad Muzani.

Partai Gerindra dan PDI Perjuangan sepakat untuk senantiasa membangun komunikasi politik yang terbuka demi kepentingan Indonesia. Pembangunan komunikasi tersebut, juga merupakan langkah awal untuk menghadapi musim politik mendatang.

Pengamat Politik Universitas Brawijaya Wawan Sobari menyatakan bahwa pertemuan antara Puan Maharani dengan Prabowo Subianto mempertegas peluang koalisi menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Baca Juga:

Bertemu Puan, Prabowo Sebut Sudah Tiga Generasi Dekat Dengan Keluarga Megawati

Dia mengatakan bahwa pertemuan antara Prabowo dan Puan, bukan lagi merupakan sinyal untuk adanya peluang koalisi antara Partai Gerindra dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

"Ini bukan lagi sinyal untuk 2024. Ini sudah tegas dari poin-poin yang sudah disampaikan, bahwa pertemuan antara keduanya jelas ada kaitannya dengan Pilpres 2024," kata Wawan di Kota Malang, Jawa Timur, Senin (5/9), dikutip Antara.

Wawan menjelaskan, namun setelah adanya pertemuan tersebut, salah satu hal yang menjadi sangat penting adalah terkait dengan partai-partai lain yang telah menjalin komunikasi dengan Partai Gerindra.

Menurutnya, pertemuan antara Puan dan Prabowo tersebut merupakan gerakan dari pertemuan para king maker atau atau sosok yang memiliki kekuatan besar untuk menentukan hasil pemilihan presiden ke depan.

"Jadi memang saya lihat, ini gerakan para king maker yang menurut saya tujuannya pasti ke 2024. Memang sekarang masih 2022, tapi 2024 bahwa itu bukan waktu yang lama," ujarnya.

Baca Juga:

Puan Datangi Prabowo di Hambalang

Ia menambahkan, ada tiga figur di Indonesia yang saat ini bisa menjadi pendongkrak elektabilitas menjelang Pemilihan Presiden 2024. Tiga figur tersebut adalah, Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan.

"Siapa pun yang dipasangkan dengan Prabowo, Ganjar dan Anies, itu bisa mendongkrak elektabilitas mereka yang dipasangkan. Saya menilai, Puan sedang membutuhkan booster untuk meningkatkan elektabilitas," ujarnya.

Namun, salah satu hal yang harus menjadi catatan penting, lanjutnya, adalah terkait dengan elektabilitas Ganjar Pranowo setelah adanya pertemuan antara Prabowo dan Puan Maharani tersebut.

Menurutnya, bagi para pendukung Ganjar Pranowo, pertemuan antara Puan dan Prabowo akan menambah semangat para relawan tersebut. Bisa dimungkinkan, Ganjar akan diusung oleh partai lain untuk bertarung dalam Pilpres 2024.

"Efeknya bagi pendukung Ganjar, itu bisa menambah semangat. Karena mereka harus bersiap dengan jalur non-PDIP. Mereka bisa bisa melihat dari partai lain seperti NasDem. Itu nanti pertarungan relawan politik dengan konstituen," katanya. (*)

Baca Juga:

Isu yang akan Dibahas dalam Pertemuan Puan dengan Prabowo dan Airlangga

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pengamat Sebut Koalisi PDIP- KIB Terwujud jika Ganjar Dipasangkan dengan Airlangga di Pilpres
Indonesia
Pengamat Sebut Koalisi PDIP- KIB Terwujud jika Ganjar Dipasangkan dengan Airlangga di Pilpres

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) jadi salah satu partai yang belum menentukan arah koalisinya.

Fakta Persidangan Ungkap Wilmar Sudah Penuhi DMO Minyak Goreng
Indonesia
Fakta Persidangan Ungkap Wilmar Sudah Penuhi DMO Minyak Goreng

Sidang lanjutan kasus dugaan suap minyak goreng di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, berlangsung pada Selasa (20/9) beragendakan keterangan saksi.

Jokowi Sebut Larangan Jual Rokok Batangan Demi Kesehatan
Indonesia
Jokowi Sebut Larangan Jual Rokok Batangan Demi Kesehatan

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menegaskan rencana pelarangan penjualan rokok batangan yang bakal dituangkan dalam peraturan pemerintah pada 2023 mendatang ditempuh demi menjaga kesehatan masyarakat Indonesia.

Panglima TNI Yudo Margono Akui Tanggung Jawabnya Kini Bertambah
Indonesia
Panglima TNI Yudo Margono Akui Tanggung Jawabnya Kini Bertambah

Mabes TNI menggelar serah terima jabatan antara Jenderal Andika Perkasa dan Panglima TNI Laksamana Yudo Margono.

Surya Darmadi Disebut Bakal Tiba di Indonesia Siang Ini
Indonesia
Surya Darmadi Disebut Bakal Tiba di Indonesia Siang Ini

Bos PT Duta Palma Group/Darmex Group Surya Darmadi alias Apeng dipastikan sedang dalam perjalanan menuju Jakarta untuk menghadapi proses hukum.

Gibran Sebut Kick-Off Liga 1 Terlalu Malam Banyak Negatifnya
Indonesia
Gibran Sebut Kick-Off Liga 1 Terlalu Malam Banyak Negatifnya

"Intinya pertandingan sepakbola pukul 20.30 WIB lebih banyak negatifnya," ujar Gibran di Balai Kota, Selasa (4/10)

KPK Boyong 3 Koper Usai Geledah Gedung DPRD Jatim
Indonesia
KPK Boyong 3 Koper Usai Geledah Gedung DPRD Jatim

Aparat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memboyong tiga koper diduga berisi dokumen barang bukti perkara tindak pidana korupsi yang menyeret salah satu pimpinan DPRD Jatim sebagai tersangka usai menggeledah gedung DPRD setempat, Senin (19/12) malam.

Kapolri Copot Kapolres Malang dan Para Komandan Brimob di Jatim
Indonesia
Kapolri Copot Kapolres Malang dan Para Komandan Brimob di Jatim

"Malam ini, Kapolri mengambil satu keputusan, memutuskan untuk menonaktifkan sekaligus mengganti Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat," kata Dedi.

Politik Identitas Masih jadi Ancaman Jelang Pemilu 2024
Indonesia
Politik Identitas Masih jadi Ancaman Jelang Pemilu 2024

"Rakyat Indonesia masih mengingat bagaimana kontestasi Pilkada 2017 di Jakarta atau di sejumlah daerah, politisasi identitas berlangsung marak yang digunakan untuk kepentingan politik sesaat," ujar Boni

Survei SMRC: Elektabilitas Ganjar dan Anies Menguat, Prabowo Melemah
Indonesia
Survei SMRC: Elektabilitas Ganjar dan Anies Menguat, Prabowo Melemah

Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis survei opini publik bertajuk “Prospek Capres 2024”, Kamis (7/4).