Pertemuan NasDem dan PKS Simbol Perlawanan Paloh kepada Megawati Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh di kantor DPP PKS, Rabu (30/10) (Donny/PKSFoto)

MerahPutih.com - Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh bertemu dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul di kantor DPP PKS, Jakarta, Rabu (30/10)

Pertemuan ini pun mendapatkan tanggapan dari Dosen Ilmu Politik Universitas Paramadina Ahmad Khoirul Umam. Menurutnya, pertemuan itu sebagai simbol perlawanan Surya Paloh terhadap dominasi politik Megawati Soekarnoputri dalam skema koalisi Indonesia Maju.

Baca Juga

Presiden PKS Bocorkan Materi Pertemuannya dengan Surya Paloh

"Dengan mem-faith accomodi (memaksa tanpa memberikan pilihan) anggota koalisi lain, Megawati telah memaksakan egopolitiknya untuk memberi karpet merah bagi masuknya Prabowo," ujarnya di Jakarta, Kamis (31/10)

Dosen Ilmu Politik Universitas Paramadina Ahmad Khoirul Umam (Istimewa)
Dosen Ilmu Politik Universitas Paramadina Ahmad Khoirul Umam (Istimewa)

Prabowo, kata Khairul, tetap dipersilakan masuk ke koalisi Indonesia Maju meski memiliki cara pandang dan orientasi politik yang jelas berbeda, sebagaimana ditunjukkan selama kampanye Pilpres 2014 dan 2019.

Sebelum terbentuknya kabinet, dosen Ilmu Politik Universitas Paramadina itu lebih menyarankan partai politik Gerindra tetap istikamah menjadi oposisi daripada bergabung dengan pemerintahan dan meminta jatah menteri.

Baca Juga

Pengamat Beberkan Faktor Retaknya PDIP-NasDem di Koalisi Jokowi

Gerindra dari awal, lanjutnya, sudah menjadi oposisi dan narasi yang disampaikan tidak pernah menunjukkan sikap profesional dalam memahami dan mencermati setiap kebijakan pemerintah Presiden Joko Widodo pada periode pertama.

Parpol yang dipimpin Prabowo Subianto itu dari dahulu sudah memunculkan narasinya negatif atau hitam putih terhadap kebijakan-kebijakan Presiden Jokowi.

Baca Juga

Surya Paloh Ingatkan Bahayanya Jika Tak Ada Pihak yang Kritisi Pemerintah

"Partai Gerindra sebaiknya fokus saja, istikamah, dan konsisten pada garis oposisi karena memang dari awal posisi mereka memang seperti itu," pungkasnya dilansir Antara. (*)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH