Pertemuan Ciganjur Buka Sejarah Panjang Kedekatan Keluarga Prabowo dan Gus Dur Sembari membungkukkan badan, Prabowo lalu mencium tangan Shinta yang duduk di kursi roda. Foto: MP/Ponco

MerahPutih.com - Pertemuan bakal capres Prabowo Subianto Djojohadikoesoemo dengan keluarga besar almarhum KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur kemarin menguak sejarah panjang kedua keluarga mereka yang kurang diketahui publik selama ini.

Ternyata keluarga Gus Dur memiliki kedekatan yang sangat akrab dengan keluarga besar Djojohadikoesoemo. Kedekatan kedua keluarga besar ini berawal dari tempat tinggal mereka yang tidak berjauhan di kawasan Matraman, Jakarta Pusat.

Prabowo menjelaskan rumah kakeknya, Margono Djojohadikoesoemo bertetangga dengan rumah orangtua Gus Dur. "Rumah keluarga Gus Dur itu persis di sebelah kakek saya, satu pagar di Taman Amir Hamzah, dulu Taman Matraman," kata dia, usai bersilaturahmi dengan keluarga Gus Dur di Jalan Warung Sila, Ciganjur, Jakarta Selatan, kemarin.

Prabowo
Istri Gus Dur, Shinta Nuriyah memberikan keterangan pers bersama bakal calon presiden Prabowo Subianto di kediamannya di Kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan kamis (13/9) (MP/Ponco Sulaksono)

"Bahkan waktu eyang putri saya meninggal, yang menyalatkan adalah ibunda Gus Dur, ibu Sholehah Wahid Hasyim," imbuh Ketua Umum Partai Gerindra itu.

Menurut Prabowo, hubungan kedekatan kedua keluarga ini dilanjutkan ayahnya Soemitro Djojohadikoesoemo dan ibunya Dora Marie Sigar, yang juga dikenal dekat sekaligus mengagumi ayah Gus Dur, Wahid Hasyim.

Soal kedekatan keluarga mereka itu, istri almarhum Gus Dur, Sinta Nuriyah juga mengamini pernyataan Prabowo.

Menurut Sinta, saking dekatnya sampai-sampai nama mertuanya digunakan untuk nama adik Prabowo, Hashim Djojohadikusumo. "Orang tua Prabowo sangat mengagumi Pak Wahid Hasyim, karena itu namanya diambil Hasyim-nya," tutur Sinta.

Yenny
Yenny Wahid, putri almarhum Presiden RI ke-4 Gus Dur. MP/Ponco Sulaksono

Putri Gus Dur, Yenny Wahid pun mengakui kedekatan ini tidak lepas dari komitmen dan ideologi keluarga besar Prabowo demi kemajuan NKRI sejak zaman dahulu. Dia pun memuji Prabowo tetap konsisten menjalankan prinsip dan ideologi keluarga besarnya sampai saat ini.

"Memang keluarga Gus Dur dekat dengan Prabowo dan itu salah satunya soal ideologi. Tadi dijelaskan komitmen yang diberikan beliau adalah tetap pertahankan Islam moderat dan sumpah untuk NKRI, Pancasila itu komitmen yang tentu kita hargai," ungkap Yenny.

Meski melontakan puja-puji, Yenny memastikan keluarga besar Gus Dur sampai saat ini belum menentukan sikap akan mendukung Prabowo ataupun calon petahana Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres tahun depan.

Yenny mengatakan sampai detik ini masih menimbang ke mana dukungannya berlabuh. Menurut dia, bilang keputusan pilihan di pilpres akan ditentukan seusai pemaparan visi-misi capres-cawapres setelah 23 September.

"Nanti tanggal 23 kita mendengar dulu visi-misi para calon seperti apa. Karena yang dikemukakan pada publik itu janji yang harus ditunaikan," tandas Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Muslimat NU itu. (Pon)

Kredit : ponco


Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH