Pertegas Aturan Kapasitas 50 Persen, Anies Perintahkan Razia Perkantoran Ilustrasi penyemprotan perkantoran. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Pelaku usaha dan perkantoran di Ibu Kota diminta untuk menaati protokol kesehatan terkait lonjakan angka positif COVID-19 dalam beberapa hari terakhir.

"Semua perkantoran evaluasi, bila kegiatan sudah lebih 50 persen pekerja, kembalikan 50 persen," kata Gubernur Anies Baswedan selesai apel operasi yustisi di Lapangan Blok S, Jakarta, Minggu (14/6) malam.

Anies mengatakan, petugas gabungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama TNI-Polri menggelar pemeriksaan secara acak di berbagai lokasi perkantoran untuk memastikan penegakan protokol kesehatan (prokes).

Baca Juga:

Begini Syarat dan Ketentuan Vaksinasi COVID-19 untuk Usia 18 Tahun ke Atas

"Kami akan lakukan pemeriksaan secara 'random' terus-menerus, kembali ke 50 persen," katanya.

Penekanan terhadap penegakan protokol kesehatan tidak hanya ditekankan pada perkantoran, namun juga bagi pelaku usaha tempat hiburan dan rumah makan.

"Semua fasilitas hiburan seperti tempat berkumpul, restoran, rumah makan, kafe, ikuti ketentuan 50 persen. Kami akan lakukan operasi pemeriksaan ke semuanya. Jam operasi diikuti, jam 21.00 WIB harus selesai, harus tutup," ujarnya.

Apabila ditemukan ada perkantoran atau pelaku usaha yang membandel dan tidak mengindahkan protokol kesehatan hingga berpotensi menimbulkan klaster-klaster COVID-19 maka Pemprov DKI Jakarta akan mengambil tindakan tegas.

"Bila tetap buka kami akan disiplinkan, akan kami berikan sanksi sesuai ketentuan, tidak ada pengecualian. Semuanya ambil sikap tanggung jawab," ujarnya.

Dia menambahkan, saat ini Jakarta berada dalam fase genting dan butuh perhatian lebih dari pihak yang terkait penanganan pandemi COVID-19.

Mantan Menteri Pendidikan tersebut, mengatakan jika kondisi saat ini tak terkendali, Jakarta akan masuk ke dalam fase genting. Jika fase itu terjadi, maka DKI Jakarta harus ambil langkah drastis dalam pembatasan kegiatan.

Gubernur Anies Baswedan. (Foto: Antara)
Gubernur Anies Baswedan. (Foto: Antara)

"Seperti yang pernah dialami bulan September lalu dan Februari lalu. Dan kita inginkan peristiwa (langkah drastis) itu tak berulang," ujar Anies.

Anies meminta seluruh jajaran Forkompinda dan anak buahnya untuk meningkatkan kewaspadaan seluruh pihak bersama seluruh komponen masyarakat, dimana perlu untuk kembali melakukan pengendalian kegiatan, baik unsur Pemprov, Polda dan Kodam bersama-sama melakukan langkah pro aktif.

"Mulai lakukan penegakan aturan, penegakan hukum pada tempat-tempat, pada individu-individu yang melakukan pelanggaran pada ketentuan yang ada, ketentuan tentang penggunaan protokol kesehatan, jam operasi, ketentuan tentang jumlah orang di suatu tempat," tegas Anies.

Total kasus aktif di Jakarta pada 6 Juni 2021 adalah 11.500 hingga Ahad mencapai 17.400 atau telah terjadi peningkatan sekitar 50 persen. Untuk tingkat laju pertambahan kasus (positivity rate) juga meningkat yang pada pekan lalu sebesar sembilan persen dan Ahad ini 17 persen. Kasus baru dalam empat hari terakhir, rata-rata setiap hari bertambah 2.000 kasus. (Asp)

Baca Juga:

Ganjar Sebut Varian COVID-19 India Jadi Biang Kerok Lonjakan Kasus di Jateng

Atas dasar itulah Anies meminta kepada masyarakat untuk terus menerapkan protokol kesehatan dalam aktivitas sehari-hari demi kesehatan dan keselamatan diri sendiri serta orang-orang terdekat.

"Kami minta pada semuanya untuk taati (prokes), disiplin dan selalu tertib. Jakarta masuki fase amat genting," katanya. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ngaku Sakit, Hadi Pranoto Tak Datang Pemeriksaan Polisi
Indonesia
Ngaku Sakit, Hadi Pranoto Tak Datang Pemeriksaan Polisi

Dia harusnya diperiksa sebagai saksi terlapor atas laporan yang dibuat oleh Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid.

Tangani Kelompok Intoleran, Kapolda Jateng Tegaskan Polisi Petarung Bukan Ayam Sayur
Indonesia
Tangani Kelompok Intoleran, Kapolda Jateng Tegaskan Polisi Petarung Bukan Ayam Sayur

"Untuk menangani kelompok intoleran harus bersikap tegas. Beri keamanan dan kenyamanan pada masyarakat," ujar Luthfi

Pelajar Ditangkap karena Ikut Demo, Kapolda Metro Panggil Seluruh Kepala Sekolah
Indonesia
Pelajar Ditangkap karena Ikut Demo, Kapolda Metro Panggil Seluruh Kepala Sekolah

Kepolisian mengamankan sekitar 2.667 orang yang didominasi 70% para pelajar dari Bogor, Subang, Jakarta, Bekasi, Tangerang, maupun Cilegon dalam demonstrasi menolak Undang-undang Cipta Kerja

Hadiri Perayaan Imlek, Presiden: Selamat Berbahagia dan Sejahtera
Indonesia
Hadiri Perayaan Imlek, Presiden: Selamat Berbahagia dan Sejahtera

“Saya mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek 2572. Xin Nian Kuai Le, Gong Xi Fa Cai,” ujar Jokowi.

Belasan Calon Penumpang Kereta Api Positif COVID-19, Terdeteksi di Stasiun Senen dan Gambir
Indonesia
Belasan Calon Penumpang Kereta Api Positif COVID-19, Terdeteksi di Stasiun Senen dan Gambir

Pelanggan KA Jarak Jauh di Pulau Jawa diharuskan menunjukkan surat keterangan hasil Rapid Test Antigen negatif COVID-19

Pandemi COVID-19, Perjalanan Dinas Dominasi Penerbangan
Indonesia
Pandemi COVID-19, Perjalanan Dinas Dominasi Penerbangan

Untuk skenario buruk apabila pandemi tak kunjung mereda, yakni 34,6 juta penumpang dengan 409.000 pergerakan penerbangan dan skenario terburuk 29 juta penumpang dengan 350.000 pergerakan pesawat.

Pembahasan Raperda, PKS Soroti Pemprov DKI Tak Cantumkan Aturan Belajar
Indonesia
Pembahasan Raperda, PKS Soroti Pemprov DKI Tak Cantumkan Aturan Belajar

PKS menyoroti Pemprov DKI yang tidak mencantumkan peraturan proses belajar mengajar di sekolah dan perguruan tinggi di masa pandemi dalam Raperda Penanganan COVID-19.

Jika Tak Datang Hari Ini, Polisi Siapkan 'Upaya' ke Panglima FPI dkk
Indonesia
Jika Tak Datang Hari Ini, Polisi Siapkan 'Upaya' ke Panglima FPI dkk

Polisi memberikan dua opsi kepada kelimanya

[HOAKS atau FAKTA]: Ma'ruf Amin Mundur, Jokowi: Prabowo Gantikan Posisi!
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Ma'ruf Amin Mundur, Jokowi: Prabowo Gantikan Posisi!

“MENGEJUTKAN! MA’RUF AMIN MUNDUR JOKOWI : PRABOWO GANTIKAN POSISI !”

Ketersediaan Oksigen di RSHS Masih Terkendali
Indonesia
Ketersediaan Oksigen di RSHS Masih Terkendali

Karena kebutuhan oksigen masing-masing pasien itu beda