Persoalan Banjir di Jakarta Tak Kunjung Terselesaikan, DPRD: OMC Hanya Instrumen Tambahan, Bukan Jawaban

Frengky AruanFrengky Aruan - Minggu, 18 Januari 2026
Persoalan Banjir di Jakarta Tak Kunjung Terselesaikan, DPRD: OMC Hanya Instrumen Tambahan, Bukan Jawaban

Banjir Setinggi 50 CM Genangi Jalan Daan Mogot Cengkareng Jakarta Barat

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ancaman banjir selalu ada di Jakarta ketika hujan terjadi. Anggota DPRD DKI Jakarta Kevin Wu menilai pola penanganan banjir di Ibu Kota masih terlalu terpusat dan kurang responsif terhadap dinamika lapangan.

Dia menyebut kemunculan titik-titik genangan kini semakin acak dan tidak bisa lagi ditangani dengan pendekatan seragam dari tingkat provinsi.

“Karakter banjir Jakarta sudah berubah. Kalau tetap menggunakan pola lama yang sentralistis, respons akan selalu tertinggal,” kata Kevin kepada wartawan di Jakarta, Minggu (18/1).

Menurut Kevin, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta perlu menggeser fokus kesiapsiagaan ke tingkat kecamatan dan kelurahan.

Dia menilai perangkat wilayah harus dibekali kewenangan dan sumber daya yang memadai agar dapat mengambil langkah cepat sebelum genangan meluas.

Kevin juga mendorong pemetaan wilayah rawan banjir dilakukan lebih rinci hingga level kelurahan.

Peta kerawanan tersebut, kata dia, semestinya menjadi dasar penempatan pompa air dan personel siaga, bukan sekadar reaksi setelah banjir terjadi.

Baca juga:

Banjir, Perjalanan KA Banyubiru Ekspres Solobalapan Dibatalkan

“Antisipasi harus mendahului hujan, bukan sebaliknya,” tuturnya.

Dia juga menyinggung kebijakan Operasi Modifikasi Cuaca yang saat ini dijalankan Pemprov DKI. Menurut Kevin, kebijakan tersebut tidak boleh dijadikan tumpuan utama dalam pengendalian banjir.

“OMC itu instrumen tambahan, bukan jawaban untuk semua persoalan. Tanpa kesiapan di lapangan, dampak OMC menjadi terbatas," ungkap Kevin.

Kevin mencontohkan Kelurahan Kedoya Selatan sebagai wilayah yang perlu mendapat perhatian khusus.

Kawasan tersebut, kata dia, kerap terdampak genangan saat curah hujan tinggi dan membutuhkan penanganan berbasis kondisi lokal.

Selain itu, dia juga menyoroti peran Satuan Tugas Jaga Jakarta yang dinilai belum optimal.

Padahal, pembentukan satgas tersebut salah satunya ditujukan untuk memperkuat respons kebencanaan, termasuk banjir.

“Satgas ini seharusnya menjadi kekuatan cadangan yang bisa segera digerakkan ketika wilayah mulai tergenang,” ujar dia.

Dia menegaskan, tanpa desentralisasi kesiapsiagaan dan penguatan aparat wilayah, penanganan banjir Jakarta akan terus bersifat reaktif.

“Yang dibutuhkan sekarang bukan hanya kebijakan besar, tapi kesiapan nyata di level paling dekat dengan warga,” tandasnya. (Knu)

#Banjir #DPRD DKI Jakarta #Pemprov DKI Jakarta
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
PAM Jaya Raih Penghargaan Gubernur DKI Jakarta 2026 Bidang Kearsipan
PAM Jaya meraih Penghargaan Gubernur DKI Jakarta Bidang Kearsipan 2026 dengan predikat AA atau Sangat Memuaskan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Oktober 2026
PAM Jaya Raih Penghargaan Gubernur DKI Jakarta 2026 Bidang Kearsipan
Indonesia
Bank Jakarta Siapkan Potensi Pembiayaan Rp 5,87 Triliun untuk Proyek Strategis DKI
Bank Jakarta menyiapkan Rp 5,87 triliun untuk proyek strategis DKI. Hal ini melalui kerja sama dengan BUMD, BUMN, hingga perangkat daerah DKI Jakarta.
Soffi Amira - Selasa, 13 Oktober 2026
Bank Jakarta Siapkan Potensi Pembiayaan Rp 5,87 Triliun untuk Proyek Strategis DKI
Indonesia
Banjir Rendam 9 Kecamatan di Aceh Tamiang
Saat ini, petugas gabungan dari BPBD, Dinas Damkarmat serta Satgas SAR masih berada di lapangan untuk melakukan observasi, pendataan kerugian materiil, serta membantu proses evakuasi warga terdampak.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Oktober 2026
Banjir Rendam 9 Kecamatan di Aceh Tamiang
Indonesia
20.770 Unit Hunian Sementara Bagi Korban Bencana Sumatera Telah Selesai Dibangun
Penyediaan hunian menjadi salah satu prioritas agar masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan setelah bencana.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Oktober 2026
20.770 Unit Hunian Sementara Bagi Korban Bencana Sumatera Telah Selesai Dibangun
Indonesia
Bayar MRT Jakarta Terintegrasi JakLingko Mulai 12 Oktober 2026
Mulai 12 Oktober 2026, pembayaran MRT Jakarta terintegrasi JakLingko. Simak daftar kartu yang bisa digunakan, cara tapping, dan tarif integrasi Rp10.000.
Frengky Aruan - Sabtu, 10 Oktober 2026
Bayar MRT Jakarta Terintegrasi JakLingko Mulai 12 Oktober 2026
Indonesia
Proyek Jalan Tembus Kelapa Gading-Pulo Gadung Dipercepat, Target Selesai 2027
Pemprov DKI Jakarta mempercepat proyek jalan tembus Kelapa Gading-Pulo Gadung. Jalan ini ditargetkan seleai 2027.
Soffi Amira - Jumat, 09 Oktober 2026
Proyek Jalan Tembus Kelapa Gading-Pulo Gadung Dipercepat, Target Selesai 2027
Indonesia
Tanpa Penggusuran, Begini Rencana Pramono Ubah Wajah Kawasan Kumuh Tanah Abang
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyiapkan AI untuk revitalisasi kawasan kumuh Tanah Abang tanpa penggusuran, ditargetkan rampung 2028.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Oktober 2026
Tanpa Penggusuran, Begini Rencana Pramono Ubah Wajah Kawasan Kumuh Tanah Abang
Indonesia
Skor GCG PAM Jaya Naik, Target 100 Persen Layanan Air Dikejar 2029
Skor GCG PAM Jaya kini naik menjadi 87,099 dengan prediksi sangat baik pada 2025. Target layanan air pun dikejar pada 2029.
Soffi Amira - Kamis, 08 Oktober 2026
Skor GCG PAM Jaya Naik, Target 100 Persen Layanan Air Dikejar  2029
Indonesia
Tak Hanya Blok M, Pramono Ingin Kembangkan Pasar Baru Jadi ‘Myeongdong-nya Jakarta'
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berencana mengembangkan Pasar Baru sebagai kawasan TOD 24 jam dan membayangkannya menjadi ‘Myeongdong-nya Jakarta’.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 07 Oktober 2026
Tak Hanya Blok M, Pramono Ingin Kembangkan Pasar Baru Jadi ‘Myeongdong-nya Jakarta'
Indonesia
Blok M Bakal Direvitalisasi, Ruang Publik Ditargetkan Bertambah 5 Kali Lipat
Blok M akan segera direvitalisasi. Hal itu diungkapkan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
Soffi Amira - Rabu, 07 Oktober 2026
Blok M Bakal Direvitalisasi, Ruang Publik Ditargetkan Bertambah 5 Kali Lipat
Bagikan