Persidangan Dua Penyerang Novel Dibatasi Demi Cegah Penyebaran Corona Suasana sidang kasus penyerangan penyidik KPK Novel Baswedan di PN Jakarta Utara, Kamis (19/3) (MP/Kanu)

MerahPutih.Com - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Djuyamto menyarankan pengunjung yang menyaksikan sidang kasus penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan tidak duduk berdekat-dekatan.

Hal itu untuk mencegah penyebaran virus Corona. Setiap bangku panjang dibatasi hanya boleh diduduki dua orang.

Baca Juga:

KPK Bakal Kawal Sidang Kasus Teror Novel Baswedan

"Seluruh dunia mewabah Covid-19 majelis hakim juga mempedomani SEMA mohon dimaklumi kepada pengunjung sidang mohon tempat duduknya beri jarak satu meter seperti yang sudah ditentukan majelis hakim," kata Djuyamto saat membuka persidangan, Kamis (19/3).

Cegah corona, majelis hakim minta pengunjung sidang kasus Novel jaga jarak
Sebagian pengunjung sidang kasus Novel di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Kamis (19/3) (MP/Kanu)

Kedua terdakwa penyerang Novel Baswedan yaitu Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulete menjalani sidang dengan agenda pembacaan dakwaan hari ini, (19/3).

Tapi, yang lebih dulu dihadirkan adalah terdakwa atas nama Ronny Bugis.

Dalam persidangan, Djuyamto juga meminta sidang dimulai sesuai waktu yang telah ditentukan.

"Majelis hakim memohon kepada penuntut umum untuk mematuhi jadwal yang sudah ditentukan. Sepakat ya, artinya tidak membuang waktu satu jam," ujar dia.

Persidangan dipimpin Djuyamto dengan ditemani hakim anggota Taufan Mandala, Agus Darwanta. Serta Muh Ichsan sebagai Panitera Pengganti.

Dua penyerang Novel dikawal ketat petugas kepolisian
Dua penyerang Novel Baswedan dikawal ketat kepolisian (MP/Kanu)

Seperti diketahui, dua terdakwa kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis didakwa melakukan perbuatan penganiayaan secara terencana yang mengakibatkan luka-luka berat.

Keduanya menyebabkan mata Novel Baswedan mengalami penyakit sehingga kornea mata kanan dan kiri yang berpotensi menyebabkan kebutaan.

"Perbuatan terdakwa Rahmat Kadir Mahulette bersama-sama dengan Ronny Bugis mengakibatkan korban Novel Baswedan mengalami luka berat, yaitu mengalami penyakit atau halangan dalam menjalankan pekerjaan," kata Jaksa penuntut umum (JPU) Fedrik Adhar membacakan surat dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Baca Juga:

WP KPK Siap Kawal Sidang Perdana Kasus Teror Novel Baswedan

Jaksa membeberkan, kedua terdakwa melakukan perbuatannya karena membenci Novel Baswedan telah mengkhianati dan melawan institusi Polri. Keduanya kemudian pada 11 April 2017 bertempat di Jalan Deposito Blok T Nomor 10 RT 003 RW 010 Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara sekitar pukul 05.10 WIB kedua terdakwa melihat Novel Baswedan yang keluar dari Masjid Al-Ikhsan menuju tempat tinggalnya.

Kemudian, terdakwa Ronny Bugis mengendarai motornya secara pelan-pelan mendekati Novel Baswedan sambil bersiap-siap menyiramkan cairan asam sulfat (H2SO4) yang telah dipersiapkan. Ketika posisi terdakwa Rahmat Kadir yang berada di atas motor dan sejajar dengan Novel, kemudian Rahmat langsung menyiramkan cairan asam sulfat ke bagian kepala Novel.(Knu)

Baca Juga:

Sidang Perdana Penyerangan Novel Dijaga Ketat Ratusan Polisi



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH