Peron dan Post-Punk Kaum Kerja: Membuka Realitas Lewat EP Perdana 'SINGKAP'

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Minggu, 11 Januari 2026
Peron dan Post-Punk Kaum Kerja: Membuka Realitas Lewat EP Perdana 'SINGKAP'

Peron lepas EP. baru. (foto: dok/anoa records)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Apa yang biasanya dilakukan individu usia 25-an ketika sadar bahwa mereka tidak terlalu kaya, tidak terlalu penting, dan tidak terlalu punya koneksi? Sebagian memilih ikut kelas yoga, sebagian lain terjebak overthinking setiap malam. Peron justru mengambil opsi yang paling tidak efisien secara ekonomi: membentuk band.

Peron adalah empat orang yang kebetulan bertahan hidup di Semarang dan sepakat bahwa realitas kerja terlalu membosankan untuk diterima tanpa distorsi suara.

Band ini digawangi Faisal (vokal), mantan reporter berita dengan kecenderungan melankolis kronis; Rizky (bass), arsitek kejar tayang yang hidupnya diukur lewat deadline dan revisi; Rio (gitar), pekerja kultural yang lapar secara fisik dan spiritual; serta Sultan (drum), pegawai kantoran medioker dengan kontribusi paling konsisten: hadir dan memukul membran.

Baca juga:

Soy Kongo Rilis EP 'Sekap', Kritik Pembangunan dan Lanskap Kesadaran Lewat Gelapnya Darkwave

Mereka mengklaim memainkan post-punk, bukan karena sepenuhnya memahami definisinya, melainkan karena istilah tersebut cukup lentur untuk menampung gitar kasar, bass repetitif, lirik sinis, serta rasa muak terhadap kehidupan modern.

Referensi musikal Peron datang dari Viagra Boys, Protomartyr, IDLES, hingga Joy Division, dengan metode kreatif yang mereka sebut sebagai pencurian terencana.

Peron tidak tertarik mengklasifikasikan musiknya lebih jauh. Bagi mereka, post-punk adalah punk yang sudah sadar diri: masih marah, tapi punya jam kerja; masih ingin memberontak, tapi besok tetap harus bangun pagi.

Baca juga:

Unit Sufi Rock Magelang Musuffer Gugat Ego dan Dogma lewat Single 'Last Trip'

Musik Peron diciptakan untuk menggerakkan tubuh-tubuh yang kelelahan, menemani orang berdansa di sela jam lembur, dan memberi ruang kecil untuk memaki sistem—tanpa benar-benar keluar dari ritme hidup itu sendiri.

Band ini percaya bahwa bekerja adalah kewajiban, namun berdansa merupakan bentuk perlawanan paling realistis yang masih bisa dilakukan tanpa harus mengajukan cuti.

Pada 2026, Peron merilis EP perdana berjudul SINGKAP. Rilisan enam lagu ini tidak dimaksudkan sebagai pernyataan besar, melainkan pembukaan tanpa filter. SINGKAP merangkum satu single dan dua maxi single yang telah dirilis sebelumnya, lalu disusun ulang bersama materi baru dalam satu kesatuan yang merepresentasikan identitas awal Peron—jujur, sinis, dan sadar diri. (Far)

#Musik #Musik Indonesia #Musisi Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Single 'Arah Labuh' Buka Jalan Menuju Album Baru MALIQ & D’Essentials, Perunggu hingga Rhoma Irama Bakal Jadi Kolaborator
MALIQ & D’Essentials merilis single Arah Labuh sebagai pembuka album dan exhibition terbaru menjelang 25 tahun berkarya. Intip bocoran kolaboratornya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 21 Oktober 2026
Single 'Arah Labuh' Buka Jalan Menuju Album Baru MALIQ & D’Essentials, Perunggu hingga Rhoma Irama Bakal Jadi Kolaborator
ShowBiz
Synchronize Fest 2026: Tiga Hari, Ribuan Cerita, dan Pertemuan Musik Lintas Generasi
Simak cerita tiga hari Synchronize Fest 2026 di Gambir Expo, Jakarta, dari Efek Rumah Kaca, Perunggu, Geisha, Hindia hingga kolaborasi lintas negara.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 21 Oktober 2026
Synchronize Fest 2026: Tiga Hari, Ribuan Cerita, dan Pertemuan Musik Lintas Generasi
ShowBiz
Mark Lee, Mantan Member NCT, Bawa K-pop ke Dunia Anak-Anak
Hanya sedikit dari lagu-lagu k-pop yang diciptakan khusus untuk anak-anak
Dwi Astarini - Selasa, 20 Oktober 2026
Mark Lee, Mantan Member NCT, Bawa K-pop ke Dunia Anak-Anak
ShowBiz
Panggung Jazz Internasional di ARC Sudirman, Hadirkan Musisi dengan Pendekatan Musikal Beragam
Rangkaian konser ini digelar di Sudirman Hall, menghadirkan musisi jazz yang telah mendapat pengakuan internasional dalam suasana pertunjukan yang lebih intim.
Dwi Astarini - Selasa, 20 Oktober 2026
Panggung Jazz Internasional di ARC Sudirman, Hadirkan Musisi dengan Pendekatan Musikal Beragam
ShowBiz
Harry Styles Bawakan 'What Is Enough' untuk Liam Payne, Liriknya Singgung Kehilangan Sahabat
Harry Styles membawakan lagu baru 'What Is Enough' untuk mengenang Liam Payne, dua tahun setelah kepergian mantan personel One Direction tersebut.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 20 Oktober 2026
Harry Styles Bawakan 'What Is Enough' untuk Liam Payne, Liriknya Singgung Kehilangan Sahabat
ShowBiz
'Tak Ingin Pulang', Lagu Terbaru MARBLES tentang Kebersamaan dengan Orang Terkasih
Tak Ingin Pulang menggambarkan perasaan seseorang yang begitu menikmati kebersamaan dengan orang terkasih hingga tak ingin momen tersebut berakhir.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
'Tak Ingin Pulang', Lagu Terbaru MARBLES tentang Kebersamaan dengan Orang Terkasih
ShowBiz
Barsena Bestandhi Rilis 'Coba Lagi' untuk Soundtrack Film 'Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati'
Barsena mengangkat kisah tentang seseorang yang tengah menghadapi masa-masa sulit hingga berada di titik terendah kehidupannya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Barsena Bestandhi Rilis 'Coba Lagi' untuk Soundtrack Film 'Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati'
ShowBiz
Kenzy Taulany Merangkum Rindu dan Jarak dalam 'Siapa Duluan Rindu'
Siapa Duluan Rindu bercerita tentang beratnya merelakan seseorang untuk pergi, sekaligus keinginan untuk tetap memberikan dukungan kepada orang tersebut.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Kenzy Taulany Merangkum Rindu dan Jarak dalam 'Siapa Duluan Rindu'
ShowBiz
Makna Lagu 'Our' Hwang Min-yun, Ungkap Arti Cinta yang tak Tergoyahkan
'Our' menjadi ruang bagi Min-hyun untuk merefleksikan perjalanan dirinya sekaligus mengungkapkan rasa terima kasih kepada orang-orang terdekat
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
Makna Lagu 'Our' Hwang Min-yun, Ungkap Arti Cinta yang tak Tergoyahkan
ShowBiz
Dari Topeng Munir hingga 'Olah Tubuh', Aksi Penuh Makna Efek Rumah Kaca di Synchronzie Fest 2026
Para penerka dalam balutan topeng Munir pun ikut membentangkan poster-poster berisi pesan perjuangan.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
Dari Topeng Munir hingga 'Olah Tubuh', Aksi Penuh Makna Efek Rumah Kaca di Synchronzie Fest 2026
Bagikan