Pernyataan WHO Akhir Pandemi di Depan Mata Cukup Jadi Penyemangat Vaksinator menyiapkan vaksin dosis ketiga atau booster untuk tenaga kesehatan di RSUD Matraman, Jakarta Timur, Jumat (6/8/2021). (ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/foc)

MerahPutih.com - Direktur Jenderal Badan Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus menyerukan bahwa akhir pandemi COVID-19 sudah ada di depan mata pada Rabu (14/9) lalu. Sementara di tanah air, Satgas menyatakan penyebaran COVID-19 relatif stabil.

Epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Tri Yunis Miko Wahyono meminta semua pihak untuk menjadikan ucapan WHO sebagai semangat nyata mengakhiri pandemi COVID-19.

“Menurut saya di depan mata itu bisa jauh, bisa dekat. Betul, kesannya memberi semangat saja,” kata Miko di Jakarta, Kamis (22/9).

Baca Juga:

Industri Penerbangan Tanah Air Mulai Bangkit Setelah Hantaman Hebat Pandemi

Menanggapi pernyataan Dirjen WHO, Miko menyatakan bahwa ucapan terkait “akhir pandemi di depan mata” itu hanyalah sebuah seruan diplomasi semata.

Sebab, WHO tidak menyebutkan secara pasti kapan atau berapa lama lagi, status pandemi COVID-19 benar-benar akan berakhir.

Menurut Miko seharusnya WHO bahkan tidak membuat pernyataan yang multi intepretatif. Dikhawatirkan semangat yang WHO justru diartikan berbeda seperti membebaskan orang untuk melakukan protokol kesehatan.

“Sudah dekat itu (berapa lama?) habisnya kurang setahun atau dua tahun? Harusnya sebutkan saja, jangan diplomatis begitu,” katanya, seperti dikutip Antara.

Baca Juga:

Pandemi COVID-19 Diprediksi Berakhir Paling Lambat Pertengahan 2023

Oleh karenanya, ia meminta supaya masyarakat Indonesia lebih bersabar dalam menghadapi pandemi COVID-19. Jadikan pernyataan WHO itu sebagai semangat untuk bangkit lebih cepat dan pulih lebih kuat.

Ia juga berharap masyarakat tak bosan mengikuti perkembangan COVID-19 berserta varian-varian barunya, karena varian Omicron seperti BA.4 dan BA.5 yang kini sedang mendominasi di Tanah Air dan harus mendapatkan perhatian penuh.

Kemudian Miko juga meminta supaya pemerintah bersikap tegas untuk menentukan arah mana yang akan dituju oleh Indonesia. Dalam hal tersebut yang dimaksud adalah mendeklarasikan diir untuk bebas protokol kesehatan atau menganggap COVID-19 menjadi common cold.

“Apakah kita akan mengambil sikap yang sama dengan Thailand yang menagnggap COVID-19 itu common cold, jadi artinya biasa saja atau kita berhati-hati melihat gelombang berikutnya?,” ujarnya. (*)

Baca Juga:

Pandemi Terkendali, Masyarakat Masih Penting Gunakan Masker

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Puan Ungkap Isi Pembicaraan Jokowi dan Megawati
Indonesia
Puan Ungkap Isi Pembicaraan Jokowi dan Megawati

Ketua DPP PDIP Puan Maharani mengungkapkan isi pembicaraan antara Jokowi dengan Megawati.

Baleg Mulai Bahas Aturan Buat Akomodir Omnibus Law
Indonesia
Baleg Mulai Bahas Aturan Buat Akomodir Omnibus Law

Pembahasan RUU PPP tidak akan sekadar menampung pendapat yang menjadi putusan MK terkait Ominbus Law atau dikenal Cipta Kerja (Ciptaker).

17 Ribu Guru di Yogyakarta Ikuti Vaksinasi Booster
Indonesia
17 Ribu Guru di Yogyakarta Ikuti Vaksinasi Booster

Kepala Disdikpora DIY, Didik Wardaya menjelaskan, total ada 17.000 guru SMA/SMK di DIY. Para guru yang mengikuti vaksinasi booster sudah memenuhi sejumlah persyaratan dan sudah mendaftar via daring melalui google form.

Berkas Perkara Lengkap, Eks Petinggi Waskita Karya Adi Wibowo Segera Disidang
Indonesia
Berkas Perkara Lengkap, Eks Petinggi Waskita Karya Adi Wibowo Segera Disidang

Adi Wibowo akan segera diadili dalam kasus dugaan korupsi pembangunan gedung kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, tahun anggaran 2011

Kejati DKI Geledah Dua Lokasi Terkait Kasus Dugaan Korupsi Lahan Cipayung
Indonesia
Kejati DKI Geledah Dua Lokasi Terkait Kasus Dugaan Korupsi Lahan Cipayung

Kali ini, Kejati DKI Jakarta melakukan penggeledahan pada rumah dan kantor notaris berinisial LDS dalam kasus yang pengadaan tanahnya dilakukan oleh Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) DKI Jakarta di Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur,

Profil Shinzo Abe, Mantan Perdana Menteri Jepang yang Ditembak saat Pidato
Dunia
Profil Shinzo Abe, Mantan Perdana Menteri Jepang yang Ditembak saat Pidato

Mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe ditembak saat menyampaikan pidato dukungan kampanye kandidat Partai Demokrat Liberal di Stasiun Yamatosaidaiji, Kota Nara, Jumat (8/7) pagi.

Bareskrim Tangkap Puluhan WNA dalam Kasus Penipuan Lintas Negara
Indonesia
Bareskrim Tangkap Puluhan WNA dalam Kasus Penipuan Lintas Negara

Bareskrim menangkap 26 orang WNA asal Tiongkok dan Taiwan yang terlibat dalam kejahatan penipuan lintas negara.

Jubir PKS Nyatakan Akan Gagas Poros Perubahan dengan NasDem
Indonesia
Jubir PKS Nyatakan Akan Gagas Poros Perubahan dengan NasDem

Ahmad Syaiku akan melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh di NasDem Tower, Jakarta, Rabu (22/6) siang.

Raker Komisi I DPR dengan Menhan, Panglima TNI dan KSAD Digelar Tertutup
Indonesia
Raker Komisi I DPR dengan Menhan, Panglima TNI dan KSAD Digelar Tertutup

Komisi I DPR RI menggelar rapat kerja bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, KSAD Jenderal Dudung Abdurrachman, KSAL Yudo Margono, Senin (26/9).

Mendag Janjikan Dalam Sepekan Kelangkaan Minyak Goreng Teratasi
Indonesia
Mendag Janjikan Dalam Sepekan Kelangkaan Minyak Goreng Teratasi

permasalahan pada kelancaran operasi produksi dan pendistribusian minyak goreng mengakibatkan kelangkaan minyak goreng di pasaran.