Din Syamsudin Pun Berterima Kasih Atas Pernyataan Paus Fransiskus Paus Fransisku. (Instagram/ franciscus)

PEMIMPIN tertinggi gereja Katolik Paus Fransiskus memberikan ucapan belasungkawa atas peristiwa teror bom di Surabaya, Jawa Timur. Paus juga mengajak agar tidak ada kebencian atau kekerasan atas peristiwa yang terjadi.

Paus Fransiskus secara khusus menyebut peristiwa teror di Surabaya saat menyapa para peziaarah, di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, Minggu (13/4). Paus secara langsung menyebut peristiwa Surabaya dan mengajak umat untuk mendoakan para korban dan keluarga korban.

"Saya menyampaikan doa untuk para korban dan keluarga mereka. Mari memohon kepada Tuhan untuk perdamaian, untuk menghentikan kekerasan ini," kata Paus Fransiskus yang kemudian banyak disebarkan melalui beragam media sosial.

lintas agama
Sejumlah biarawati bersalaman bersama masyarakat muslim usai melakukan doa bersama untuk korban teror bom gereja di Surabaya, di Alun-alun Purwokerto, Jawa Tengah, Minggu (13/5). (ANTARA FOTO/Idhad Zakaria/18)

Paus menyebutkan jangan sampai ada kebencian atas peristiwa yang terjadi di Surabaya. Sebaliknya dia mengajak semua orang untuk berdoa kepada Tuhan agar tercipta perdamaian. "Saya sangat dekat dengan warga Indonesia, terutama dengan komunitas kristen di Surabaya yang terkena dampak serangan di gereja."

"Semoga di hati semua orang tidak ada perasaan kebencian dan kekerasan, tetapi rekonsiliasi dan persaudaraan."

Pernyataan Paus tersebut juga disinggung oleh Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo saat memberikan pernyataan pers terkait teror yang terjadi di Surabaya. Ia menyatakan bahwa patut digarisbawahi Paus mengajak umat agar tidak ada kebencian atas peristiwa yang telah terjadi.

Pernyataan Paus tersebut menunjukkan bahwa tidak tidakan teror tersebut tidak mewakili komunitas agama tertentu. Namun, teror telah melukai semua komunitas agama dan seluruh rakyat Indonesia sebagai sebuah bangsa.

lintas agama
Sejumlah warga menandatangani spanduk pernyataan sikap melawan terorisme di Semarang, Jawa Tengah, Minggu (13/5). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

"Paus sangat jarang berbicara secara khusus tentang Indonesia, jika tidak ada peristiwa besar yang luar biasa. Dan tak ada kata-kata beliau yang mengancam. Maka, jauhkan kita dari rasa benci," kata Uskup Suharyo.

Uskup Suharyo juga menceritakan bahwa ia langsung ditelepon oleh Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban Din Syamsuddin. Din menyampaikan belasungkawa dan mengucapkan terima kasih atas pernyataan yang menyejukkan dari pemimpin umat Katolik terhadap reaksi atas peristiwa teror gereja di Surabaya.

"Saya juga dapat telepon dari Pak Din Syamsuddin yang mengucapkan belasungkawa atas peristiwa yang terjadi, dan berterima kasih karena Paus menyampaikan kata-kata yang sejuk," kata Uskup Suharyo. (*)


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH