Permenhub No 26 Tahun 2017 Dinilai Mengekang Industri Kreatif Nasional Layanan pemesanan taksi Uber. (Foto: gazettereview)

Pemerintah berencana menetapkan tarif batas bawah untuk angkutan umum berbasis aplikasi. Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) menolak karena dapat mengekang inovasi di industri kreatif.

"Kami khawatir, revisi ini hanya akan menjadi pintu masuk pihak-pihak tertentu yang bisnisnya konvensional untuk memberangus inovasi di industri kreatif," kata Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan BPP Hipmi Anggawira di Jakarta, Minggu (2/4).

Menurutnya, revisi Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 26 Tahun 2017 tentang Perubahan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 32 Tahun 2016 akan menjadi pintu masuk pemberangusan industri kreatif nasional.

Kemenhub, menurut Anggawira, sebaiknya tidak perlu mengatur tarif batas bawah taksi daring dan menyerahkan tarif tersebut kepada mekanisme pasar.

Dia berpendapat dengan persaingan tersebut, justru konsumen yakni masyarakat luas juga yang diuntungkan.

"Pandangan Hipmi jelas. Tarif transportasi, utamanya 'online' itu, tidak perlu diatur-aturlah. Serahkan saja ke mekanisme pasar. Mereka yang tidak kompetitif dan tidak mau melakukan inovasi dan menolak model bisnis terbaru ya memang harus tersingkir," katanya.

Sumber: ANTARA



Luhung Sapto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH