Perludem Nilai Hoaks Tujuh Kontainer Surat Suara Nodai Pemilu 2019 Peneliti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Fadli Ramadhanil. (MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.Com - Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) menilai berita bohong atau hoaks soal penemuaan tujuh kontainer surat suara yang tercoblos menodai Pemilhan Umum (Pemilu) 2019.

Peneliti Hukum Perludem, Fadli Ramadhanil menyebut beredarnya informasi ada tujuh kontainer surat suara yang sudah tercoblos jelas menyengat banyak pihak.

Menurutnya, kabar di media sosial yang menyeruak diantaranya melalui pernyataan salah satu kader partai politik ini tentu tidak main-main taruhannya.

"Kepercayaan publik terhadap proses pemilu, dan integritas penyelenggara pemilu, serta kepercayaan semua orang pada hasil pemilu itu sendiri," kata Fadli dalam keterangannya, Kamis (3/1).

Oleh sebab itu, kata Fadli, karena isu terkait surat suara yang sudah tercoblos sebanyak tujuh kontainer sudah mengisi ruang publik, membuat gaduh, dan meresahkan semua pihak, Perludem mendorong aparat penegak hukum, terutama Kepolisian untuk mengusut tuntas isu tujuh kontainer surat suara yang sudah tercoblos ini.

Wasekjen PD Andi Arief
Wasekjen PD Andi Arief yang pertama kali mempertanyakan adanya tujuh kontainer surat suara yang sudah dicoblos melalui akun twitternya kemudian dihapus (Foto: kircicom)

"Mulai dari sumber informasi pertama yang menyampaikan kabar tersebut, motif dari yang bersangkutan menyampaikan kabar itu, serta jika terdapat unsur pelanggaran dari perbuatan tersebut untuk secara adil dan profesional dilakukan penegakan hukum," ujar Fadli.

Menurut Fadli, penegakan hukum menjadi penting, agar ada pembelajaran dan efek jera bagi semua pihak terhadap penyebaran informasi yang tidak benar, apalagi berkaitan dengan kontestasi pemilu.

"Perludem meminta dan menghimbau kepada semua pihak, terutama peserta pemilu, tim kampanye, relawan, dan semua pihak yang berkaitan langsung ataupun tidak langsung dengan kontestasi pemilu, untuk tidak menyampaikan informasi yang tidak benar, fitnah, menimbulkan keresahan," tegas dia.

Terlebih, lanjut Fadli hoaks tersebut menganggu dan berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap proses Pemilu 2019 yang secara historis pertama kali akan dilaksanakan serentak pada 17 April 2019 mendatang.

"Perludem mengajak masyarakat, pemilih, dan semua elemen bangsa untuk cermat dan berhati-hati dalam menerima informasi, menyaring informasi, dan menyebarluaskan informasi, agar tidak terjadi penyebaran berita bohong yang akan menimbulkan efek buruk dan merusak terhadap proses penyelenggaraan pemilu," pungkasnya.

Sebelumnya dikabarkan melalui rekaman yang beredar bahwa ditemukan tujuh kontainer yang berisikan surat suara Pilpres 2019 di Tanjung Priok Jakarta. Masing-masing konteiner berisikan 10 juta surat suara yang sudah dicoblos untuk pasangan nomor urut 01. Berdasarkan rekaman, tujuh kontainer itu ditemukan oleh TNI AL dan sudah disita KPU.

Kabar soal tujuh kontainer surat suara Pilpres 2019 yang sudah dicoblos, sempat disampaikan oleh Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief melalui akun Twitter-nya. Namun, cuitan Andi Arief di Twitter ini telah dihapus.

KPU dan Bawaslu pun langsung mengecek kabar tersebut ke Kantor Bea Cukai Tanjung Priok. Setelah dicek bersama petugas Bea Cukai, ternyata kabar tersebut tidak benar dan KPU sudah memastikan kabar tersebut merupakan hoaks. KPU sudah melaporkan pihak-pihak yang diduga terkait dengan hoaks ini ke Divisi Cyber Crime Mabes Polri.(Pon)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Letjen Doni Monardo Jadi Kepala BNPB, Pengamat Militer Sebut Tak Masalah

Kredit : ponco


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH