Perluasan Ganjil Genap Cetak Rekor, 1 Juta Warga Beralih ke Transportasi Umum Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto: MP/Asropih)

MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengklaim hari pertama pemberlakuan perluasan sistem ganjil genap di 25 ruas jalan Jakarta berdampak baik pada kenaikan pengguna kendaraan umum Ibu Kota.

Menurut dia, pemberlakuan perluasan gage merupakan rekor terbaik warga menggubakan moda transportasi umum. Data yang diterima pengguna kendaraan umum mendekati satu juta penumpang.

Baca Juga

Awas! Pelanggar Ganjil Genap Bisa Masuk Penjara

"Yang menggunakan TransJakarta itu 892 ribu per hari kemarin, artinya hampir 900 ribu orang menggunakan TransJakarta, ditambah dengan MRT berarti hampir 1 juta orang menggunakan kendaraan. Itu adalah sebuah rekor," kata Anies di Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (10/9).

ganjil genap
Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan. Foto: MP/Asropih

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu pun menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah mengubah kebiasaan dari menggunakan mobil pribadi beralih ke transportasi massal.

Anies menuturkan, dengan beralihnya masyarakat ke transporasi umum maka kurangnya kemacetan di Ibu Kota tak terlihat.

Baca Juga

Hari Pertama, Pelanggar Ganjil Genap Hampir Sentuh Angka 1000

"Kemacetan berkurang itu karena orang-orang sukarela merasa terfasilisitasi dengan kendaraan umum. Bagian kami di pemerintah memastikan kendaraannya cukup, jangkauan luas, dan nyaman," jelas Anies.

sistem ganjil genap
Polisi menilang kendaraan mobil berplat genap yang melintas Jalan Tomang Raya Jakarta Barat, Senin (9/9/2019). (ANTARA News/DEVI NINDY)

Anies menyampaikan bahwa pihaknya telah berhasil mengubah kebiasaan masyarakat dari kebijakan yang telah diluncurkan guna mendorong warga untuk menaiki kendaraan umum.

Baca Juga

'Ngantor' Diperbantukan Awasi Ganjil-Genap

"Karena tujuaan dari kita mengadakan kebijakan-kebijakan ini adalah untuk mendorong banyak warga menggunakan kendaraan umum," tutupnya. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kebakaran Gedung Kejagung, Polisi Masih Kaji Keterangan dari 99 Saksi
Indonesia
Kebakaran Gedung Kejagung, Polisi Masih Kaji Keterangan dari 99 Saksi

Keterangan ini dibutuhkan untuk mengungkap apakah ada unsur kesengajaan atau peristiwa ini murni musibah

Ancaman Reshuffle Jokowi Bukan Pepesan Kosong, Pengamat Beri Kisi Eliminasi
Indonesia
Ancaman Reshuffle Jokowi Bukan Pepesan Kosong, Pengamat Beri Kisi Eliminasi

Menteri yang ada dalam daftarnya itu kinerja mereka terlihat tak maksimal.

Imbas Corona, Masjid Istiqlal Tiadakan Salat Jumat
Indonesia
Imbas Corona, Masjid Istiqlal Tiadakan Salat Jumat

Masjid Istiqlal memastikan tak mengadakan ibadah salat Jumat sampai dua pekan ke depan.

Tak Terima Ditilang, Seorang Pengedara di Tol Angke Nekat Cekik Polantas
Indonesia
Tak Terima Ditilang, Seorang Pengedara di Tol Angke Nekat Cekik Polantas

Kejadian bermula ketika Tohab mengendarai mobil Toyota Agya N 2340 AIH di kawasan Tol Angke, Jakarta Utara.

Besok Jumat Awal Puasa Ramadan
Indonesia
Besok Jumat Awal Puasa Ramadan

Umat muslim yang akan menjalani puasa disarankan untuk sahur dengan makanan bergizi di tengah pandemi.

Analisis BMKG Terkait Gempa 5,4 M Banten
Indonesia
Analisis BMKG Terkait Gempa 5,4 M Banten

Pusat gempa berada di 6,70 LS dan 106,15 BT dan kedalaman 87 km

Rekor Baru, Penambahan Pasien COVID-19 Tembus 3.963 Kasus
Indonesia
Rekor Baru, Penambahan Pasien COVID-19 Tembus 3.963 Kasus

Satgas mencatat ada penambahan 3.036 pasien yang sembuh

Anies Dipanggil Polisi karena Rizieq Shihab, ini Tanggapan Wagub DKI
Indonesia
Anies Dipanggil Polisi karena Rizieq Shihab, ini Tanggapan Wagub DKI

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dipanggil Polda Metro Jaya terkait kegiatan Maulid Nabi dan resepsi pernikahan putri Imam Besar FPI, Rizieq Shihab

Efek New Normal, Naik Ojol Harus Bawa Helm Sendiri
Indonesia
Efek New Normal, Naik Ojol Harus Bawa Helm Sendiri

Hal itu sebagai salah satu pemenuhan protokol kesehatan yang ditetapkan asosiasi tersebut.

Polri tak Beri Izin Nobar Film Pengkhianatan G30S/PKI
Indonesia
Polri tak Beri Izin Nobar Film Pengkhianatan G30S/PKI

Mabes Polri memastikan ridak akan mengeluarkan izin keramaian terkait rencana acara nonton bareng (nobar) film G30S/PKI.