Perkuat Ideologi Pancasila Strategi Tangkal Paham Radikalisme di Kampus Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan saat memberikan kuliah umum di Munas VI BEM PTNU Se-Nunsantara di kampus III Universitas Wahid Hasyim, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (28/4). Foto: Ist

MerahPutih.com - Penyebaran paham radikalisme sudah masuk ke kampus-kampus di tanah air. Tentu saja, hal ini bisa mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ancaman masuknya ideologi asing dapat menggoyahkan ketahanan ideologi nasional, dan berdampak pada kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara. Mahasiswa memiliki peran strategis dalam membentuk masyarakat madani.

Untuk menangkal paham radikalisme tumbuh dan berkembang di indonesia diperlukan strategi nasional untuk memantapkan Pancasila sebagai way of life bangsa.

"Fokus utama dalam strategi nasional pembinaan ideologi pancasila diarahkan pada upaya secara optimal dan komprehensif dalam internalisasi nilai-nilai pancasila kepada seluruh masyarakat, serta upaya defensif untuk proteksi ideologi pancasila dari serbuan ideologi asing dan pihak-pihak yang ingin mengganti ideologi Pancasila," kata Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan saat memberikan kuliah umum di Munas VI BEM PTNU Se-Nunsantara di kampus III Universitas Wahid Hasyim, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (28/4)

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan. Foto: Ist

Diperlukan Kerjasama seluruh elemen bangsa dalam mendukung strategi nasional penguatan ideologi pancasila sebagai benteng untuk membendung dan menangkal pengaruh paham-paham radikal di indonesia sangat diperlukan terutama di seluruh perguruan tinggi agar kalangan muda potensial seperti mahasiswa dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI.

Mantan Wakapolri ini membebarkan lima strategi yang dapat diterapkan di perguruan tinggi untuk memperkuat ideologi pancasila dan menangkal paham radikal:

1. New public management (npm): peningkatan peran masyarakat dan mahasiswa dalam pengelolaan interaksi sosial di ranah publik untuk menangkal berkembangnya radikalisme, terorisme, dan intoleransi.

2. Peningkatan peran ormas islam seperti nu dalam menangkal radikalisme dan terorisme.

3. Pemberdayaan ekonomi lokal di lingkungan pesantren dan masyarakat melalui umkm dan koperasi.

4. Penguatan nilai-nilai kebangsaan dengan berpedoman pada ajaran bahwa cinta tanah air merupakan sebagian dari iman (khubbul wathon minal iman).

5. Penguatan toleransi dan kerukunan di masyarakat.

Budi Gunawan berharap agar para mahasiswa Munas VI BEM PTNU se-nusantara bersama mewujudkan islam rahmatan lil alamin. islam rahmat bagi alam semesta dan peran nu sangat strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di indonesia.

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan

"Demikian juga dengan peran pemuda dan mahasiswa NU terutama yang tergabung dalam 272 BEM PTNU sangat penting dalam mempengaruhi pemikiran dan perjuangan seluruh generasi muda di indonesia dalam konteks kebangsaan dan keutuhan NKRI," tegasnya.

Ia meminta civitas akademi bekerjsama dengan pemerintah untuk melawan gerakan radikal. BEM PTNU berperan di dalam dan luar kampus untuk melakukan upaya pencegahan melalui peningkatan kegiatan penguatan ideologi pancasila, nilai-nilai islami dan jiwa nasionalisme secara masif dan berkelanjutan termasuk di lingkungan masjid kampus dan orientasi pembekalan mahasiswa baru serta unit-unit kegiatan mahasiswa.

"BEM PTNU juga perlu berperan secara aktif dalam memerangi berita-berita hoax dan ujaran kebencian yang sangat berpotensi menimbulkan konflik untuk memecah belah bangsa," ujarnya.

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan

BEM PTNU juga diminta harus mewaspadai setiap upaya pihak-pihak yang memiliki kepentingan sempit dan ideologi lain yang bertentangan dengan pancasila dan keutuhan NKRI. BEM PTNU jangan sampai dimanfaatkan pihak-pihak yang ingin memecah belah NKRI.

"Bem PTNU terus meningkatkan kompetensi melalui penguasaan IPTEK (teknologi finansial, informasi, dll); penguasaan kemampuan wirausaha untuk pengembangan ekonomi umat; dan kemampuan komunikasi dan social engineering untuk melakukan perubahan," pungkasnya. (Pon)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH