Perkembangan Teknologi yang Menjadi Negatif di Tangan Remaja Teknologi menjadi negatif karena kenakalan remaja. (Foto Pixabay/splitshire)

KENAKALAN remaja dianggap perilaku yang melanggar norma dan aturan hukum yang berlaku di masyarakat. Kenakalan remaja bisa terjadi dimana saja, termasuk lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, ataupun media sosial.

Setiap hari, kita bisa melihat adanya kasus kenakalan remaja di berbagai portal berita mulai dari perkelahian, pembullyan, bolos, ataupun konsumsi alkohol atau obat-obatan terlarang. Usia-usia remaja adalah masa seseorang mencari identitas dan juga jati diri yang cenderung mengakibatkan perilaku memberontak karena alasan-alasan tertentu.

Tanpa disadari, kenakalan remaja semakin meningkat di zaman now. Dilansir dari metro.tempo.co, KPAI mencatat kasus tawuran di Indonesia meningkat 1,1 % sepanjang 2018. Seperti yang dituliskan dari detik.com, tawuran buan Mei 2019 di Jakarta Pusat disepakati melalui media sosial.

Baca Juga: Tipe Orang yang Baru Resmi Pacaran di Zaman 'Now'

Setiap hari, kita disuguhkan dengan berita kenakalan remaja yang ada-ada saja. Banyaknya konsumsi media sosial oleh remaja percaya atau tidak mampu mempermudah terjadinya kenakalan-kenakalan remaja yang sering terjadi belakangan ini. Apa alasannya?

1. Ingin terlihat superior lewat bullying

teknologi
Cyberbullying semakin meningkat di era kontemporer. (Foto Pixabay/counselling)

Media sosial menjadi wadah seluruh warga dunia untuk bisa terhubung. Tidak melupakan dampak positif dari media sosial, namun semakin mudah dan seringnya akses internet terutama media sosial bagi remaja tentunya semakin menumbuhkan pola pikir yang mengatakan bahwa jumlah followers serta like merupakan hal hakiki yang penting dan harus dimiliki sebanyak-banyaknya.

Melakukan segala hal untuk bisa menjadi terkenal, berbagai hal konyol rela dilakukan demi mendapatkan ketenaran yang tidak berdasar, meskipun kadang cara yang harus dilakukan adalah merugikan orang lain.

Tidak jarang kita mengetahui kasus bullying dimana pelaku mendokumentasikan kegiatan bullyingnya dan menyebarkan ke media sosial agar terlihat lebih superior, jagoan, atau keren dibanding teman-teman seusianya.

Baca Juga: Google Assistant Kini Bisa Bacakan Pesan Dari Aplikasi 'Chat' Di Ponsel

Hal ini selain bisa mencemarkan nama baik sendiri, juga bisa merugikan korban yang bahkan bisa menimbulkan gangguan psikis dari beredarnya video bullying serta menjadi konsumsi masyarakat luas.


2. Ingin tenar dengan melakukan tingkah konyol

teknologi
Bullying termasuk salah satu kenakalan remaja. (Foto Pixabay/geralt) )


Beberapa waktu lalu, kita tentu tidak melupakan berbagai aksi remaja yang menghancur-hancurkan berbagai mi instan, mengacaukan berbagai barang di pusat perbelanjaan dan bertingkah konyol sembari mendokumentasikan perilakunya.

Keinginan untuk menjadi tenar nyatanya dilakukan dengan menghalalkan segala cara bagi para remaja ini, tanpa mengetahui konsekuensi yang harus ditanggung ketika sesuatu telah dipublikasikan ke media sosial.


Baca Juga: Candu Notifikasi Bagian dari Eksploitasi Teknologi


3. Ingin terlihat dewasa dengan bertingkah tidak sesuai umur

teknologi
Bertindaklah sesuai umur. (Foto Pixabay/nikolapeskova)

Entah karena pengaruh globalisasi atau pengaruh lingkungan dan keluarga, banyak remaja yang ingin terlihat lebih dewasa dari antara teman-temannya. Mereka kerap menunjukkan perilaku yang menurut mereka bisa membuat mereka terlihat keren seperti merokok atau mengonsumsi obat-obatan terlarang. Tidak sampai disitu saja, ada juga beberapa kasus mengenai video viral siswa dan siswi SMP yang berlaku tidak senonoh.

Perilaku tidak sesuai umurnya ini kemudian diunggah di media sosial mereka sebagai ajang pamer, tanpa menyadari bahwa apa yang mereka unggah dapat mencemari nama baik mereka dan bisa saja disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tak bertanggungjawab.


4. Kenakalan remaja menjadi semakin rumit dan tidak terarah

teknologi
Media sosial banyak menyebarkan hoax. (Foto Pixabay/photoMIX-Company)

Baru saja kita dihantui dengan kasus Audrey yang berbelit-belit. Percekcokan yang berawal dari media sosial antara siswi SMA yang berakhir pada siswi SMP yang menjadi korban penganiayaan dan pengeroyokan 12 orang pelajar SMA di Pontianak.

Meskipun begitu, ketika berbagai tagar #JusticeForAudrey semakin marak dibicarakan di media sosial, ternyata ada kabar yang dilebih-lebihkan. Seperti adanya kekerasan berupa penekanan pada alat kelamin korban serta tidak ada memar atau bengkak dari berdasarkan hasil visum. Meskipun tidak tahu mana yang benar, tetapi segala bentuk penganiayaan adalah hal yang salah, apalagi untuk anak dibawah umur. Pembelokkan fakta media sosial yang dapat memperkeruh keadaan dan memanas-manaskan situasi sehingga jalan perdamaian akan sulit ditemukan antara berbagai pihak.

5. Apa pencegahannya?

teknologi
Ajarkan anak sejak dini mengenai konsekuensi dari internet. (Foto Pixabay/finelightarts)


Teknologi yang berkembang telah sangat mempermudah kegiatan manusia sehari-hari. Namun banyaknya keuntungan yang dirasakan juga diseimbangi dengan aspek negatif yang dalam hal ini adalah meningkatkan serta mempermudah keberlangsungan kenakalan remaja. Lantas apa yang seharusnya dilakukan untuk mencegah berbagai kasus ini?

Sesungguhnya pencegahan kenakalan remaja sebelum dan sesudah hadirnya media sosial tidaklah jauh berbeda. Untuk kasus kenakalan remaja itu sendiri, remaja membutuhkan didikan dan dukungan moral dari keluarga dan instansi pendidikan yang memadai. Tidak lupa juga dengan pergaulan serta lingkungan tempat tinggal sang anak.

Untuk pencegahan kenakalan remaja dalam media sosial, para orangtua harus mampu untuk menjelaskan bahwa apa yang telah diunggah ke internet tidak akan bisa dihapus untuk selamanya. Selain itu, hanya dengan sekali klik, segala hal baik yang pantas ataupun tidak pantas diunggah bisa dengan mudah dipublikasikan, dan tanggungjawab dari bermain media sosial sangatlah besar. (shn)


Baca Juga: Kecanduan Gawai? Begini Cara Habiskan Waktu Lebih Baik Bersama Pasangan


Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH