Perjalanan Tim EVOS Esports Raih "Double Winner" di Ajang ESL Indonesia 2019 EVOS Esports menjuarai ESL Clash of Nations 2019 (Foto: ESL)

SEAKAN tidak pernah mengecewakan penggemarnya, tim tuan rumah EVOS Esports tampil memukau dalam dua turnamen sekaligus. ESL Indonesia Championship Season 1 dan ESL Clash of Nations berhasil dimenangkan oleh tim EVOS Esports. Membawa pulang masing-masing hadiah senilai USD25.000, baik dalam ESL Indonesia Championship Season 1 dan ESL Clash of Nations 2019.

ESL Indonesia Championship berlangsung di JIExpo Kemayoran Jakarta, event olahraga elektronik tersebut berlangsung selama tiga hari sejak 29-31 Maret 2019. Ajang ini mempertandingkan game Dota 2 dan Arena of Valor (AOV) sebagai event utama dari rangkaian acara, tim tuan rumah EVOS Esports berhasil menjaga kehormatan dengan memenagnkan baik kelas nasional maupun internasional. Berikut rangkuman singkat perjalanan EVOS Esports sampai menjadi double winner di ajang ESL Indonesia.

1. Hanya kehilangan dua poin di Final ESL Indonesia Championship

Perjalanan Tim Evos Esports Raih "Double Winner" di Ajang ESL Indonesia 2019
MythR kapten tim EVOS Esport mengangkat piala ESL Indonesia Championship (Foto: ESL)

Dari delapan tim Indonesia yang bertanding di group stage, hanya empat tim yang akan terpilih untuk memasuki semifinal ESL Indonesia Championship. Mereka adalah EVOS Esports, Bigetron Esports, GGWP.ID, Saudara e-Sports, Aura Esports, The Prime Esports, WAW Esports, dan XcN Gaming.

Saat group stage EVOS Esports kehilangan satu poin pertamanya pada saat melawan Saudara e-Sports (SES) dan selebihnya dibantai habis dengan skor 2-0.

Sistem yang diterapkan di Group Stage adalah best of three, di mana saat itu EVOS kalah pada game pertama menghadapi Saudara Esports. Kemudian kekalahan tersebut dibayar kontan oleh EVOS dengan memenangkan dua game berikutnya, walhasil skor akhir antar keduanya menjadi 2-1.

Tampil sempurna dengan total tujuh poin yang terkumpul, tim EVOS Esports menduduki semifinal bersama dengan Saudara e-Sports, GGWP.ID, dan Bigetron Esports.

Berbeda dengan group stage, setelah memasuki babak playoffs sistem berubah menjadi best of five. Uniknya setelah menghabisi pemain dari tim GGWP.ID dengan skor 3-0, EVOS Esports lagi-lagi kalah dari Saudara e-Sports di game pertamanya, itu menjadi poin kedua untuk EVOS yang harus mereka relakan.

Kondisi tersebut tidak membuat tim EVOS terpuruk, justru mereka berhasil "memukul balik" Saudara e-Sports dan keluar sebagai juara di ESL Indonesia Championship dengan skor akhir 3-1.

2. Bangkit dari Loser’s Round

Perjalanan Tim Evos Esports Raih "Double Winner" di Ajang ESL Indonesia 2019
MythR menantang langsung tim Devita saat diwawancarai MC (Foto: ESL)

Memasuki ESL Clash of Nations, dua tim dari ESL Indonesia Championship (EVOS Esports & Saudara e-Sports) memasuki bagan kompetisi bersama empat tim yang sudah melewati regional qualification dari Filipina (Liyab Esports), Thailand (Devita), Vietnam (FAPtv), Malaysia, dan Singapura (M8HEXA).

Sebagai juara dari ESL Indonesia, EVOS Esport menduduki posisi awal di semifinal bersama dengan tim FAPtv. Berbeda dengan EVOS, FAPtv menduduki semifinal karena qualifikasi dari Vietnam terdapat 12 Tim dan terbagi menjadi dua ronde.

Keluar sebagai pemenang dari keseluruhan kualifikasi, tim FAPtv mendapatkan posisi yang setara dengan EVOS Esports yakni menunggu pemenang dari Playoffs Quarterfinal di Winner’s Round.

Diturunkan dari Winner’s Round karena kalah dari tim Devita, EVOS Esports justru langsung membantai dengan skor telak dua tim di loser’s round yakni M8HEXA dan Saudara e-Sports, yang dikalahkan oleh FAPtv di Winner’s Round.

Situasi mulai memanas pada saat salah satu pemain tim EVOS Esport, MythR, menantang tim Devita saat interview singkat pasca kemenangannya melawan Saudara e-Sports. “Devita, sampai bertemu di grand final esok hari”, ujarnya.

Benar saja di hari kedua, Devita yang sudah mengamankan posisi di grand final pasca mengalahkan tim FAPtv dengan skor 2-1, membuat FAPtv bertemu EVOS Esports di Loser’s Bracket.

Tidak mau kata-katanya hanya menjadi wacana, EVOS Esports berhasil mengalahkan FAPtv dengan skor 2-1. Dengan itu mereka menuju grand final untuk menghadapi tim Devita.

3. Pertandingan Grand Final yang dramatis

Sistem best of five pada babak grand final, membuat pertandingan antara EVOS Esports dan Devita berlangsung hingga lebih dari dua jam. Begitu sengit hingga skor sempat seri 2-2, namun EVOS Esports berhasil mengunci kemenangan dengan strategi “objective” yang artinya menghancurkan semua tower musuh dan hindari duel yang tidak perlu.

Strategi yang dilakukan EVOS Esports terlihat pada saat mereka mendominasi tiga tower pertama Devita, kill abyssal dragon, dan dark slayer. Hal tersebut pun membuat tim Devita kekurangan networth atau gold yang berhasil dikumpulkan menjadi tidak sebanding dan berujung pada kekalahan.

Salah satu pemain kunci dalam tim EVOS Esports, Hans, menggunakan hero Tel’annas dan berhasil membunuh empat pemain Devita di dalam markasnya sendiri. Momen krusial tersebut pun mengantarkan EVOS Esports menjadi juara dari ESL Clash of Nations 2019. (riq)


Tags Artikel Ini

Ananda Dimas Prasetya

LAINNYA DARI MERAH PUTIH