Perjalanan Karya Sastra yang Tak Pernah Mati Meski Terbakar Waktu Sejarah karya sastra di dunia melalui perjalanan panjang hingga detik ini. (Foto: Pixabay/Ghinzo)

DALAM sejarahnya, perjalanan karya sastra baik secara internasional maupun di Indonesia sendiri telah melalui berbagai peristiwa untuk bisa kita nikmati sampai hari ini. Bak roda kehidupan yang berputar, aliran, warna, serta ciri khas karya sastra tiap abad juga ikut berputar karena harus beradaptasi dengan situasi terkini.

Pada abad ke-19, karya sastra hanya berfokus pada penyebaran kebudayaan saja. Tetapi memasuki masa kejayaan Balai Pustaka pada tahun 1920-an, Indonesia mulai mengenal sastra populer atau yang biasa disebut dengan sastra picisan yang dianggap bermutu rendahan.

Baca Juga:

Masa Depan Sastra Indonesia di Tangan Generasi Milenial

sastra
Para sastrawan mengikuti perkembangan zaman dan teknologi demi mempertahankan eksistensinya. (Foto: Pixabay/Pexels)

Kemudian memasuki tahun 1970-an, novel populer akhirnya berkembang di Indonesia. Meskipun novel populer yang dikenal saat itu hanya sebatas aliran romantis. Tetapi penempatan plot, tempat, waktu, dan konflik yang terjadi antar tokoh di dalam kisah yang dirangkai oleh sastrawan rupanya menjerat hati banyak pembaca.

Popularitas karya sastra modern seperti cerpen dan novel saat itu akhirnya meroket dalam waktu singkat. Meskipun begitu karya sastra klasik yang kaku dan memiliki aturan pakem tetap mendapatkan sanjungan dan berjaya di jalurnya sendiri. Hanya saja keduanya memiliki target pasar atau target audiens yang berbeda.

Hubungan antara sastrawan dan pembaca bagaikan hubungan mutualisme. Di satu sisi seorang sastrawan tentu saja membutuhkan pembaca sebanyak mungkin agar bisa menghasilkan karya yang baru. Selain untuk mencurahkan kreativitas seni di dalam pikirannya, sastrawan juga tentunya membutuhkan popularitas dan uang yang hanya bisa ia peroleh melaui para pembaca setianya.

Di sisi yang lain pembaca juga tetap membutuhkan karya sastra dari seorang sastrawan. Sebagian membutuhkan karya sastra sebagai pelipur lara atau hiburan di waktu senggang. Sebagian yang lain memanfaatkan karya sastra sebagai media belajar.

Tentu saja hubungan antara sastrawan dan pembaca tidak bisa berlangsung langgeng dan harmonis jika sastrawan tidak mengikuti perkembangan zaman dan keinginan pasar. Itu lah alasan mengapa akhirnya seiring berjalannya waktu cabang sastra populer semakin beragam.

Pembaca tak hanya bisa menemukan novel-novel berbau romansa saja melainkan novel misteri, detektif, ataupun buku mengenai sejarah yang dikemas secara modern. Dalam buku Sastra Indonesia Modern II, Teeuw mengatakan bahwa karya sastra populer yang lebih condong bersifat hiburan seperti novel dan cerpen turut andil dalam perkembangan sastra modern di Indonesia. Bahkan karya sastra populer terbukti menduduki peringkat satu sebagai karya sastra dengan jumlah terbesar sepanjang sejarah kesusastraan.

Fakta ini tentunya didukung oleh berkembangnya karya sastra terjemahan yang membuat semua orang bisa ikut menikmati dalam berbagai bahasa. Sebut saja J.K Rowling, penulis kenamaan dunia dengan karyanya yang melegenda, Harry Potter. Berkat bantuan terjemahan, pada waktu itu rakyat Indonesia juga ikut demam penyihir berkacamata bulat.

Baca Juga:

Creative Thinking Penting Banget di Dunia Kerja

sastra
Saat ini karya sastra bisa dinikmati melalui platform digital. (Foto: Pixabay/LoboStudioHamburg)

Majalah dan koran juga ikut berpartisipasi dalam perkembangan karya sastra populer karena menyematkan rubrik cerita populer selain berita terkini. Ditambah dunia perfilman juga mulai merambah karya novel untuk diangkat sebagai cerita utama.

Kemudian karya sastra populer berhasil memperluas target pasar setelah menjaring target khusus yaitu anak remaja dengan melahirkan novel teenlit. Kamu pasti pernah deh pulang sekolah langsung mampir ke toko buku terdekat untuk membeli terbitan teenlit terbaru.

Sesuai namanya yang mengusung tema anak remaja, teenlit memang mengangkat kehidupan anak muda yang dihiasi dengan percintaan remaja, sekolah, persaingan, cita-cita, mencari identitas, loyalitas persahabatan, dan konflik khas anak remaja. Meski plot cerita novel teenlit menceritakan banyak hal, sudah menjadi rahasia umum bahwa hampir semua novel teenlit mengandung alur percintaan labil khas anak remaja.

Memiliki banyak penggemar dari kalangan remaja tak lantas membuat novel teenlit terhindar dari serangan tanggapan kontra. Banyak orang dewasa terutama orangtua merasa novel teenlit bukan untuk konsumsi remaja dan tak mendidik karena mengajarkan anak di bawah umur mengenai urusan percintaan.

Namun bagi dunia kesusastraan tentu saja novel teenlit berperan besar dalam meningkatkan minat baca di kalangan remaja yang mulai sibuk dengan gawai. Karena pro dan kontra terhadap kehadiran novel teenlit berlangsung sengit, buku-buku berisi pengembangan diri remaja dan ilmu pengetahuan yang dikemas secara ringan agar mudah dimengerti oleh anak remaja mulai bermunculan. Tentunya untuk mengimbangi keberadaan novel teenlit. Apalagi masa remaja merupakan fase mencari identitas diri sehingga anak remaja akan mencari banyak informasi dari berbagai platform termasuk melalui buku.

Perjalanan karya sastra sejak zaman dahulu hingga detik ini mengalami banyak goncangan kuat. Apalagi di masa modern ini buku-buku fisik mulai ditinggalkan setelah semua orang beralih menggunakan gawai sebagai sarana belajar, bekerja, dan mencari data.

Untungnya banyak sastrawan yang memilih untuk melek teknologi dan mengikuti keinginan pasar dengan menjual karyanya melalui platform digital. Saat ini baik generasi terdahulu maupun anak muda tetap bisa menikmati karya sastra dari berbagai genre melalui berbagai platform digital yang tersedia. (Mar)

Baca Juga:

Media Daring Permudah Akses Pembaca ke Karya Satra

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pemudi Negeri Aing Nyaman Jadi Diri Sendiri
Fun
Pemudi Negeri Aing Nyaman Jadi Diri Sendiri

Dia tidak peduli dengan perkataan orang lain tentang dirinya.

Lagu 'Anyer 10 Maret' Penuh Nuansa Magis
Fun
Lagu 'Anyer 10 Maret' Penuh Nuansa Magis

Bukan lagu cinta yang lazim sebatas kerinduan pada kekasih.

Bulan Fintech Nasional Jadi Momen Edukasi Keuangan
Hiburan & Gaya Hidup
Bulan Fintech Nasional Jadi Momen Edukasi Keuangan

Bulan Fintech Nasional diharap menjadi percepatan pemulihan nasional.

Tiga Menit Berolahraga Ciptakan Dampak Besar pada Kesehatan
Fun
Tiga Menit Berolahraga Ciptakan Dampak Besar pada Kesehatan

Komitmen untuk menggerakkan tubuh selama tiga menit, dua kali dalam satu jam, bisa memiliki manfaat kesehatan yang positif.

Orang-Orang di Balik Jenama Fesyen Ternama yang Belum Pernah Kamu Lihat
Fashion
Orang-Orang di Balik Jenama Fesyen Ternama yang Belum Pernah Kamu Lihat

Desainer di balik jenama terkenal ini jarang diketahui

Abu Mendiang Aktris 'Star Trek' Akan Dibawa ke Orbit Matahari
ShowBiz
Abu Mendiang Aktris 'Star Trek' Akan Dibawa ke Orbit Matahari

Ditambahkan dalam manifes penumpang anumerta pesawat luar angkasa yang membawa koleksi botol berisi abu yang dikremasi dan sampel DNA dari lusinan "penjelajah" angkasa yang telah berpulang.

Paul McCartney Tak Mau Berikan Tanda Tangan dan Ajakan Selfie
ShowBiz
Paul McCartney Tak Mau Berikan Tanda Tangan dan Ajakan Selfie

Proses meminta tandatangan idola itu cukup aneh dan membosankan.

Twitter Uji Coba Fitur Hapus Tag dari Tweet Pengguna Lain
Fun
Twitter Uji Coba Fitur Hapus Tag dari Tweet Pengguna Lain

Twitter dikabarkan tengah mengujicoba fitur hapus tag dari tweet pengguna lain

Bukan Hanya Makanan Penyebab Cepat Naiknya Berat Badan Usai Lebaran
Fun
Bukan Hanya Makanan Penyebab Cepat Naiknya Berat Badan Usai Lebaran

Ada faktor lain selain makanan yang menyebabkan berat badan naik.

Jelang Ramadan, Jangan Lupa Cukupi Asupan Nutrisi dan Olahraga
Fun
Jelang Ramadan, Jangan Lupa Cukupi Asupan Nutrisi dan Olahraga

Asupan nutrisi dan olahraga penting untuk menghadapi bulan puasa.