Perintahkan Sehari 10.000 Tes PCR, Jokowi Tuntut Data Jangan Dimanipulasi Petugas Laboratorium Virologi Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta. (ANTARA/Luqman Hakim)

MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk dapat mempercepat tes COVID-19 dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) yang ditargetkan hingga 10 ribu spesimen per hari.

"Saya ingin setiap hari paling tidak kita bisa mengetes lebih dari 10 ribu," kata Jokowi dalam rapat terbatas konpres video "Laporan Tim Gugus Tugas COVID-19" di Istana Merdeka, Jakarta Senin (13/4).

Baca Juga:

BNPB Akui Sulit Dapat Data COVID-19 dari Kemenkes

Menurut Jokowi, penggenjotan tes PCR ini diharapkan mampu mengurangi tumpukan pemeriksaan sample terutama di daerah episentrum penyebaran COVID-19. Saat ini, Presiden mengakui sudah mendapat laporan bahwa laboratorium untuk mengolah spesimen dengan metode PCR sudah diperbanyak.

"Memang sekarang sudah diperbanyak untuk tempat lab-nya yang dulu hanya tiga lab, sekarang sudah meloncat menjadi 29 tempat dari 78 lab yang dipersiapkan," tutur Presiden.

Jokowi
Presiden Joko Widodo dalam Joko Widododari Istana Kepresidenan, Bogor, Kamis (2/4/2020). ANTARA/Kris - Biro Pers Sekretariat Presiden/pri.

Lebih jauh, Jokowi juga menuntut agar seluruh data terkait pandemi COVID-19 di Indonesia dapat terpadu dan terbuka sehingga semua orang dapat mengakses data pergerakan tiap hari secara transparan. Dia meminta semua data dan informasi terintegrasi dari semua kementerian masuk ke Gugus Tugas dan jangan dimanipulasi.

"Harusnya ini setiap hari bisa 'diupdate' dan bisa lebih terpadu. Sekali lagi data terpadu ini menyangkut PDP, ODP, positif, kemudian yang sembuh, yang meninggal, jumlah yang di-PCR berapa ada semua dan terbuka semua sehingga semua orang bisa mengakses data ini dengan baik," tegas Kepala Negara.

Baca Juga:

Cegah Virus Corona, Jokowi Minum Jamu Tiga Kali Sehari

Hingga Minggu (12/4) dikutip Antara, jumlah positif COVID-19 di Indonesia mencapai 4.241 kasus dengan 359 orang dinyatakan sembuh dan 373 orang meninggal dunia. Meski demikian, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sempat mengakui sulit mengakses data Kemenkes terkait kasus COVID-19 di Indonesia. Bahkan, BNPB sendiri tak bisa mengakses data secara menyeluruh.

"Betul masih banyak yang tertutup," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB Agus Wibowo kepada wartawan, Senin (6/4).

rapid tes
Rapid test COVID-19 yang dilakukan Pemkab Sukabumi, Jawa Barat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan penyebaran virus mematikan ini. (Antara/Aditya Rohman)

"Kami mendapat feeding dari Kemenkes memang terbatas datanya. Kami memang belum bisa menghasilkan data yang sangat lengkap atau terbuka. Itu memang salah satu kendala saat ini," imbuh dia.

BNPB juga mengakui data pemerintah pusat dari Kemenkes berbeda dengan yang disampaikan oleh pemerintah daerah. Untuk menyiasati itu, BNPB mengumpulkan data dari keduanya, Data terbatas dari Kemenkes dan pemerintah daerah.

"Kami sandingkan. Tapi yang dipublikasi apa yang disampaikan Pak Yuri (Juru Bicara Pemerintah Tangani COVID-19). Tapi di belakang layar, kami punya seluruh data," ujar anak buah Ketua Tim Gugus Tugas COVID-19 Doni Munardo itu. (*)

Baca Juga:

Pemerintah Kini Miliki 20 PCR untuk Tes COVID-19

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
FSGI Usulkan Pemprov DKI Bangun Lagi Sekolah Negeri
Indonesia
FSGI Usulkan Pemprov DKI Bangun Lagi Sekolah Negeri

Alasannya agar calon siswa bisa tertampung lebih banyak lagi di sekolah negeri.

Hari Ini Jaksel dan Jaktim Diprakirakan Hujan Disertai Petir Sore Hingga Malam
Indonesia
Hari Ini Jaksel dan Jaktim Diprakirakan Hujan Disertai Petir Sore Hingga Malam

Jabodetabek secara umum cerah berawan dengan potensi hujan ringan

  Firli Cs Mulai Jalani Induksi di KPK
Indonesia
Firli Cs Mulai Jalani Induksi di KPK

Kelima komisioner lembaga antirasuah periode 2019-2023 tersebut hari ini mulai menjalani proses pengenalan dengan lembaga yang akan mereka pimpin.

Pengusul RUU Ketahanan Keluarga Nilai Dunia Perkawinan Saat Ini Rapuh
Indonesia
Pengusul RUU Ketahanan Keluarga Nilai Dunia Perkawinan Saat Ini Rapuh

Penyebab utama keretakan rumah tangga tersebut adalah persoalan ekonomi

Gibran Sedih Muenchen Juara Liga Champions
Indonesia
Gibran Sedih Muenchen Juara Liga Champions

Gibran Rakabuming mengaku bersedih atas gagalnya Barcelona merebut tropi Liga Champions tahun ini.

 Jawa Timur Jadi Provinsi Dengan Lonjakan Kasus Corona Terbanyak
Indonesia
Jawa Timur Jadi Provinsi Dengan Lonjakan Kasus Corona Terbanyak

Meski tinggi, angka kasus hari ini di provinsi tersebut menurun dari kemarin yang total kasusnya mencapai 199 kasus.

Yudo Margono Resmi Jadi KSAL, Fadjar Prasetyo Jabat KSAU
Indonesia
Yudo Margono Resmi Jadi KSAL, Fadjar Prasetyo Jabat KSAU

Yudo menjadi Laksamana, sementara Fadjar menjadi Marsekal.

 Waspadai Perampokan Bermodus Penyemprotan Disinfektan
Indonesia
Waspadai Perampokan Bermodus Penyemprotan Disinfektan

Salah satunya dengan menyamar menjadi petugas yang menyemprotkan disinfektan di rumah warga.

Update COVID-19 Sabtu (6/6): 30.514 Positif, 9.907 Sembuh
Indonesia
Update COVID-19 Sabtu (6/6): 30.514 Positif, 9.907 Sembuh

"Penambahan pada pasien positif sebanyak 993 kasus," kata Juru Bicara Pemerintah khusus penanganan COVID-19, Achmad Yurianto

Kejaksaan Agung Terbakar, TransJakarta Lakukan Modifikasi Rute Blok M
Indonesia
Kejaksaan Agung Terbakar, TransJakarta Lakukan Modifikasi Rute Blok M

"TransJakarta akan melayani normal kembali hingga situasi kondusif dan lintasan dapat dilalui bus TransJakarta," ujar Nadia.