Perintah Kapolri, Jerinx dan Adam Deni Diminta Lanjutkan Mediasi Musisi I Gede Aryastina alias Jerinx (tengah) didampingi istrinya, Nora Alexandra (kanan) tiba di Polda Metro Jaya (ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat)

MerahPutih.com - Langkah mediasi untuk damai yang dilakukan antara musisi I Gede Ari Astina alias Jerinx SID dan pegiat media sosial Adam Deni dinyatakan gagal.

Namun demikian, Polda Metro Jaya berencana untuk melakukan mediasi lanjutan, guna menerangi perkara dugaan pengancaman tersebut.

Baca Juga

Minta Netizen Tak Perkeruh Kasusnya, Jerinx: Menang Jadi Arang Kalah Jadi Abu

"Mudah-mudahan ini semua bisa berjalan nanti," terang Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, kepada wartawan, Minggu (15/8).

Yusri menyebut pihak Jerinx menginginkan masalah tersebut diselesaikan dengan langkah perdamaian yang sesuai dengan Surat Edaran (SE) Kapolri Nomor SE/2/11/2021 tentang Restorative Justice dalam menyelesaikan perkara pidana UU ITE.

"Kita terus berupaya agar pelapor dan terlapor dapat bertemu kembali untuk membahas masalah yang mereka hadapi. Pihak kepolisian hanya memediasi agar mendapatkan titik temu," terangnya.

Musisi I Gede Ari Astina alias Jerinx (tengah) didampingi istrinya, Nora Alexandra (kanan) tiba di Polda Metro Jaya untuk diperiksa oleh Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan pengancaman terhadap pegiat media sosial Adam Deni, Jumat (13/8/2021). ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat
Musisi I Gede Aryastina alias Jerinx (tengah) didampingi istrinya, Nora Alexandra (kanan) tiba di Polda Metro Jaya untuk diperiksa oleh Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan pengancaman terhadap pegiat media sosial Adam Deni, Jumat (13/8/2021). ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat

Di sisi lain, Adam Deni selaku pihak pelapor juga menjelaskan dirinya akan hadir jika kepolisian kembali menggelar mediasi.

"Kalau pihak kepolisian memfasilitasi, saya sebagai warga negara Indonesia ya harus menaati hukum. Intinya, saya akan serahkan semuanya ke pihak kepolisian," tandas Adam Deni.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya memulangkan Jerinx usai menjalani mediasi dengan pengiat sosial Adam Deni. Keduanya dipertemukan terkait kasus dugaan pengancaman.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Tubagus Ade Hidayat menyebut terdapat sejumlah pertimbangan penyidik tidak melakukan penahanan terhadap Jerinx.

Tubagus menyampaikan, penahanan terhadap tersangka, termasuk Jerinx merupakan kewenangan berdasarkan pada pertimbangan objektif dan subjektif.

Pertama, dikhawatirkan melarikan diri. kedua, dikhawatirkan berbuat kembali atau mengulangi perbuatannya. Dan, yang ketiga adalah menghilangkan barang bukti.

"Lalu diindikasikan yang bersangkutan sudah meminta maaf," ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Tubagus juga mengatakan proses penyidikan tetap akan berjalan. Namun, penyidik masih membuka ruang kepada pihak-pihak untuk melakukan mediasi. (Knu)

Baca Juga

Jerinx-Adam Demi Saling Memaafkan, Tapi...

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Dipolisikan Luhut, Kubu Haris Azhar Bicara Iktikad Baik Hingga Undangan Klarifikasi
Indonesia
Bupati Budhi Sarwono Bantah Terima Fee dari Kontraktor
Indonesia
Bupati Budhi Sarwono Bantah Terima Fee dari Kontraktor

"Tidak pernah menerima uang dari para kontraktor melalui Kedi Afandi," ucap Budhi.

Di Tengah Ancaman Omicron, Pemerintah Diminta Tak Lepas Tangan Nasib Pekerja Migran
Indonesia
Di Tengah Ancaman Omicron, Pemerintah Diminta Tak Lepas Tangan Nasib Pekerja Migran

DPR meminta pemerintah juga memperhatikan perlindungan bagi WNI khususnya pekerja migran Indonesia (PMI) di Hongkong.

Promo Murah, Tiga Warung Makan di Kota Solo Ditutup Satpol PP
Indonesia
Promo Murah, Tiga Warung Makan di Kota Solo Ditutup Satpol PP

Satpol PP Solo menutup paksa tiga warung makan yang kedapatan membuat kerumunan.

Kasus COVID-19 Meningkat, Pemkab Sleman akan 'Modifikasi' PTM 100 Persen
Indonesia
Kasus COVID-19 Meningkat, Pemkab Sleman akan 'Modifikasi' PTM 100 Persen

Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Harda Kiswaya mengatakan, pembelajaran tatap muka 100 persen masih bisa dilakukan, asalkan ada sedikit "modifikasi".

Polda Metro Ungkap Alasan tidak Hadirkan Nia dan Ardie saat Konferensi Pers
Indonesia
Polda Metro Ungkap Alasan tidak Hadirkan Nia dan Ardie saat Konferensi Pers

Polda Metro Jaya tidak menghadirkan tersangka kasus narkoba Nia Ramadhani dan Anindra Ardiansyah Bakrie atau Ardie Bakrie saat konferensi pers di Mapolres Jakarta Pusat, Kamis (8/7).

Wagub Jabar Ancam Pelaku Tawuran Tidak akan Diberi Bantuan
Indonesia
Wagub Jabar Ancam Pelaku Tawuran Tidak akan Diberi Bantuan

"Saya akan tegas kalau masih ada yang tawuran jangankan di sekolah negeri, sekolah swasta pun akan diberikan sanksi antara lain tidak akan dicairkan bantuan siswa dari Provinsi Jawa Barat. Karena itu kehati-hatian dari semua agar guru dan orang tua dan semua masyarakat mendidik supaya lahir generasi yang hebat,” katanya.

Perkembangan Kripto Diharapkan Bisa Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Indonesia
Perkembangan Kripto Diharapkan Bisa Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

"Qoin Crypto juga siap mendukung regulasi yang sedang dipersiapkan pemerintah terkait kripto sehingga perkembangan kripto dapat turut mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia," ujarnya di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (24/3).

[HOAKS atau FAKTA]: Amien Rais Dijemput Paksa atas Perintah Luhut
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Amien Rais Dijemput Paksa atas Perintah Luhut

Beredar video di YouTube oleh akun bernama POJOK DUNIA. Video tersebut disertai thumbnail yang menyatakan bahwa Amien Rais dijemput paksa atas perintah Luhut.

Baleg Bakal Lakukan Pendekatan Sosiokultural Terhadap RUU PKS
Indonesia
Baleg Bakal Lakukan Pendekatan Sosiokultural Terhadap RUU PKS

Saat ini, Baleg belum memiliki draf RUU PKS karena masih dalam proses penyusunan dan akan dipresentasikan di awal Masa Persidangan I Tahun Sidang 2021-2022 yang akan dimulai pada 16 Agustus.