Peringati Harlah Pancasila, Jokowi: Bangsa Indonesia Harus Menang Lawan Corona Presiden Jokowi. Foto: ANTARA

MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa Indonesia harus tampil sebagai bangsa pemenang di tengah pandemi COVID-19.

"Sebagai bangsa yang besar kita juga harus tampil sebagai pemenang, kita harus optimis, kita harus menciptakan peluang di tengah kesulitan, kita harus menjawab semua itu dengan inovasi dan karya nyata," ujarnya saat memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila secara virtual di Ruang Garuda, Istana Bogor, Senin (1/6).

Baca Juga

Pecatan TNI Ditangkap Karena Minta Jokowi Mundur, IPW: Polisi Jangan Paranoid

Upacara diikuti sejumlah pejabat tinggi negara dari tempat mereka masing-masing. Hadir secara virtual dalam upacara tersebut adalah Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila yang juga Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri bersama para Dewan Pengarah BPIP yaitu Try Sutrisno, Wisnu Bawa Tenaya, Ahmad Syafii Ma'arif, Said Aqil Siradj, Sudhamek, Andreas Anangguru Yewangoe, Rikard Bagun.

Hadir pula Ketua DPR RI Puan Maharai yang membacakan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta Ketua MPR Bambang Soesatyo yang membacakan teks Pancasila serta Ketua BPIP Yudian Wahyudi beserta jajaran BPIP lainnya dan para menteri Kabinet Indonesia Maju.

"Kita tidak boleh berhenti berkreasi, berinvoasi dan berprestasi di tengah pandemi corona ini. Mari kita buktikan ketangguhan kita, mari kita menangkan masa depan kita, kita wujudkan cita-cita luhur para pendiri bangsa," katanya dilansir Antara

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga mengajak bangsa Indonesia untuk memperkokoh persatuan dan peduli serta berbagi bagi sesama.

"Mari kita tunjukkan bahwa kita bangsa yang kuat bukan hanya mampu menghadapi tantangan tapi bangsa yang memanfaatkan kesulitan menjadi lompatan kemajuan," ungkap Presiden.

Jokowi
Foto: Twitter/@jokowi

Kepala Negara mengakui, tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia pada tahun ini atau bahkan tahun depan sungguh sulit karena pandemi COVID-19.

"Situasi yang sulit masih akan kita hadapi, situasi yang memerlukan daya juang kita sebagai bangsa, yang memerlukan kerja keras agar kita mampu melewati masa sulit itu," tambah Presiden.

Namun, Indonesia tidak sendirian karena ada 215 negara di dunia berada dalam kondisi seperti Indonesia.

"Semua dalam kesulitan tapi kita juga harus menyadari semua negara tengah berlomba-lomba untuk menjadi pemenang, menjadi pemenang dalam pengendalian virus maupun menjadi pemenang dalam pemulihan ekonominya," tambah Presiden.

Menurut Presiden Jokowi, hanya dengan bersatu dan saling peduli maka Indonesia dapat menjadi pemenang dalam mengendalikan virus dan memulihkan ekonomi.

"Selamat hari lahir Pancasila, selamat hari lahir Pancasila, selamat hari lahir Pancasila, mari kita selalu bersatu saling peduli dan selalu berbagi untuk kemajuan negeri kita tercinta ini," tegas Jokowi.

Baca Juga

Update COVID-19 (31/5): Kasus Positif 26.473, Meninggal 1.613

Meski digelar secara virtual, para pejabat negara tersebut tetap berpakaian resmi dengan mengenakan jas dan kopiah bagi pria dan baju kerja resmi bagi wanita. Mereka juga kompak memakai masker.

Sebelumnya, upacara tersebut dijadwalkan digelar di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri Jakarta Pusat secara langsung. Bahkan pesertanya dijadwalkan hadir sekitar 100 orang.

Namun, pada akhirnya upacara tak jadi digelar secara langsung di Gedung Pancasila dan digelar secara virtual dari tempat para penyelenggara masing-masing. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
KPK Belum Mau Terapkan Aturan Bekerja dari Rumah
Indonesia
KPK Belum Mau Terapkan Aturan Bekerja dari Rumah

Menurut Ali, pimpinan KPK masih mengkaji mitigasi wabah COVID-19 di lingkungan internal lembaga antirasuah. Salah satu tindakannya, berupa pendataan terhadap jajaran KPK.

Isu SARA dan Politik Uang Masih Jadi Ancaman Serius di Pilkada 2020
Indonesia
Isu SARA dan Politik Uang Masih Jadi Ancaman Serius di Pilkada 2020

Anggota Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo mengidentifikasi empat modus kampanye hitam (black campaign) saat pilkada.

KPK Takut Usut Dugaan Rintangi Penyidikan Harun Masiku
Indonesia
KPK Takut Usut Dugaan Rintangi Penyidikan Harun Masiku

Pada 13 Januari 2020, Ditjen Imigrasi menyatakan bahwa Harun Masiku telah pergi ke Singapura

 Presiden Jokowi Terbitkan Perppu Pilkada Ditunda, Gibran: Saya Tidak Masalah
Indonesia
Presiden Jokowi Terbitkan Perppu Pilkada Ditunda, Gibran: Saya Tidak Masalah

"Saya tidak masalah Pilwakot Solo diundur. Kami tetap menghargai keputusan pemerintah mengingat saat ini sedang terjadi wabah corona atau COVID-19," ujar Gibran

Aturan Larangan Mudik Dirombak Lagi, Pengamat: Harusnya Pemerintah Jangan Mencla-Mencle
Indonesia
Alasan Golkar 'Walkout' Paling Pertama dari Agenda Paripurna P2APBD 2019
Indonesia
Alasan Golkar 'Walkout' Paling Pertama dari Agenda Paripurna P2APBD 2019

Golkar salah satu fraksi yang pertama kali keluar dari rapat tersebut

Petinggi KAMI Kumpulkan Uang Rp500 Ribu untuk Danai Pendemo UU Ciptaker
Indonesia
Petinggi KAMI Kumpulkan Uang Rp500 Ribu untuk Danai Pendemo UU Ciptaker

“Jadi tadi dari WAG grup tadi, tadi dia mengumpulkan uang untuk menyuplai logistik. Itu sudah, baru terkumpul Rp 500 ribu,” kata Argo

Ratusan Sekolah Mulai Terapkan Kelas Tatap Muka Langsung
Indonesia
Ratusan Sekolah Mulai Terapkan Kelas Tatap Muka Langsung

Setiap anak hanya belajar sekitar dua hingga tiga jam saja, tanpa sesi istirahat.

Mahfud Pastikan Kasus Jiwasraya Diproses Secara Hukum Pidana
Indonesia
Mahfud Pastikan Kasus Jiwasraya Diproses Secara Hukum Pidana

Selama ini penegakan hukum di tanah air masih terasa lemah karena memang kerap terganggu oleh berbagai hal

 Periksa Wahyu Setiawan, KPK Dalami Sumber Dana Suap Harun Masiku
Indonesia
Periksa Wahyu Setiawan, KPK Dalami Sumber Dana Suap Harun Masiku

Penyidik juga melanjutkan pemeriksaan kepada tersangka WS dan tersangka ATF terkait dengan rangkaian perbuatan penerimaan uang yang diterima dari Saiful Bahri dan tersangka HM (Harun Masiku)