Peringati Hari Buruh, Ketua DPR Singgung Pembahasan Omnibus Law Ketua DPR Puan Maharani (tengah) di Jakarta (Foto; antaranews)

MerahPutih.com - Ketua DPR RI Puan Maharani menyayangkan perayaan Hari Buruh di Indonesia di tengah pandemi COVID-19. Menurut Puan, saat ini DPR sedang membahas RUU Omnibus Law Cipta Kerja yang sangat terkait dengan nasib para Buruh.

"RUU tersebut merupakan inisiatif pemerintah. Namun kami di DPR melihat sosialisasi dan penyerapan aspirasi terkait pasal-pasal ketenagakerjaan yang ada di dalamnya belum optimal, apalagi di tengah situasi semua pihak sedang fokus pada penanganan dan pencegahan pandemi COVID-19 saat ini," tutur Puan dalam keteranganya, Jumat (1/5).

Baca Juga

Tiga Tuntutan FSPMI di Hari Buruh

Di tengah suasana pandemi COVID-19, Puan berharap semua pihak bergotong royong menangani wabah ini termasuk dampak-dampak sosial ekonominya.

"Karena itu saya berharap para pemilik usaha tidak mem-PHK para buruh yang bekerja di perusahaan-perusahan. Pihak pemilik usaha dan para pekerjanya dapat bermusyawarah untuk menyelamatkan nasib perusahaan dan karyawannya sambil menunggu situasi perekonomian normal kembali," tambah dia.

Pemerintah, lanjut Puan, juga harus memberikan informasi bagaimana langkah-langkah selanjutnya setelah perusahaan-perusahaan diwajibkan menghentikan aktivitas normalnya akibat kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jabodetabek dan daerah lain.

Puan Maharani hadiri acara sosialisasi Empat Pilar di Gedung DPR/MPR
Puan Maharani saat menghadiri Riding Kebangsaan Empat Pilar MPR di Gedung DPR/MPR/DPD, Jakarta, Minggu (23/2) (Foto: antaranews)

Informasi dari pemerintah tentang tahapan-tahapan menuju aktivitas normal orang bekerja dan berusaha sangat penting untuk menyusun langkah-langkah bagi kepastian berusaha yang terkait dengan nasib para buruh.

"Pemerintah juga harus memastikan para buruh yang terdampak pandemi COVID-19 mendapatkan bantuan sosial," jelas Puan.

Puan menyinggung RUU Omnibus Law Cipta Kerja yang tengah dibahas oleh DPR. Dia memastikan, klaster ketenagakerjaan yang bersinggungan dengan buruh sementara ditunda. Dengan alasan sosialisasi dan penyerapan aspirasi RUU Cipta Kerja belum optimal. Salah satunya karena masalah pandemi COVID-19.

Baca Juga

Peringati May Day, Ini Empat Museum di Dunia yang Menceritakan Perjuangan Buruh

Karena itu, Badan Legislasi (Baleg) DPR RI atas permintaan Pimpinan DPR telah menghentikan pembahasan kluster ketenagakerjaan RUU Cipta Kerja sehingga DPR secara optimal menerima aspirasi dan masukan dari para buruh melalui serikat pekerja dan organisasi-organisasi buruh lainnya.

"Kita ingin RUU Cipta Kerja mewujudkan cipta sejahtera bagi masyarakat, khususnya para buruh," ujar putri Presiden kelima Megawati Soekarnoputri ini. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Sedang Diperiksa Polisi, Gula Darah Hadi Pranoto Tiba-Tiba Meninggi
Indonesia
Sedang Diperiksa Polisi, Gula Darah Hadi Pranoto Tiba-Tiba Meninggi

Hadi diperiksa pada Rabu (23/9) dari pukul 12.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB

Maafkan Penghinanya, Risma: Proses Hukum Tetap Berjalan
Indonesia
Maafkan Penghinanya, Risma: Proses Hukum Tetap Berjalan

Risma juga menyebut, bahwa dirinya merasa terhina jika disamakan dengan seekor kodok betina.

Polri Bakal Bubarkan Resepsi Nikah Warga Saat Wabah Corona
Indonesia
Polri Bakal Bubarkan Resepsi Nikah Warga Saat Wabah Corona

Dia menjelaskan seluruh personel Korps Bhayangkara yang berjumlah 460 ribu personel terlibat guna membantu menyampaikan maklumat ini ke masyarakat.

Tak Terima Ditilang, Seorang Pengedara di Tol Angke Nekat Cekik Polantas
Indonesia
Tak Terima Ditilang, Seorang Pengedara di Tol Angke Nekat Cekik Polantas

Kejadian bermula ketika Tohab mengendarai mobil Toyota Agya N 2340 AIH di kawasan Tol Angke, Jakarta Utara.

128 Sepeda Sewa Milik DKI Hangus Dibakar Massa Aksi UU Cipta Kerja
Indonesia
128 Sepeda Sewa Milik DKI Hangus Dibakar Massa Aksi UU Cipta Kerja

Sebanyak 128 sepeda sewa atau bike sharing yang dipajang di kawasan Jakarta hangus terbakar pasca aksi demonstrasi menolak pengesahan UU Omnibus Law Cipta Kerja.

Pasien yang Dirawat di RS Wisma Atlet Nyaris 1.000 Orang
Indonesia
 BIN Gelar Rapid Test di Kawasan MRT Blok M Jakarta Selatan
Indonesia
BIN Gelar Rapid Test di Kawasan MRT Blok M Jakarta Selatan

"Tes cepat BIN ini merupakan inisiatif untuk mendeteksi awal terhadap penyebaran COVID – 19," kata Sri Wulandari dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (8/5).

Wilayah-wilayah di Negara Eropa Berikut Berisiko Tinggi COVID-19
Dunia
Wilayah-wilayah di Negara Eropa Berikut Berisiko Tinggi COVID-19

Jerman menambahkan wilayah di 11 negara Eropa ke daftar tujuan yang dikategorikan sebagai zona risiko COVID-19.

Kebakaran Hanguskan 25 Rumah di Belakang Mal Senayan City
Indonesia
Kebakaran Hanguskan 25 Rumah di Belakang Mal Senayan City

Sebanyak 18 unit mobil pemadam dan alat penunjang dikerahkan ke lokasi kejadian

Polisi Belum Temukan Keterlibatan Pengelola Apartemen Dalam Pesta Gay di Kuningan
Indonesia