Peringatan Yusril untuk Jokowi: Jangan Anggap Enteng Virus Corona Yusril Ihza Mahendra. (MP/Dery Ridwansah)

MerahPutih.com - Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra menilai perlu adanya terobosan dan kecerdasan dalam menangani penyebaran COVID-19.

Yusri melihat, Indonesia belum melaporkan tipe-tipe virus corona yang berkembang di tanah air. Padahal di banyak negara lain sudah mempersiapkan vaksin dan menyebut kemungkinan adanya gelombang baru COVID-19 ini.

Baca Juga

Alhamdulillah! Tidak Ada Lagi Pasien COVID-19 di Aceh

"Riset kita sangat ketinggalan. Kalau ketiga type virus itu secara bersama-sama ada di sini, kita bakal kewalahan," jelas Yusril dalam keterangannya yang dikutip pada Senin (13/4).

Yusril menilai, bisa saja dalam tiga bulan ke depan virus type A, B dan C yang ada sekarang sudah bermutasi lagi ke type D, E dan F.

"Kalau asumsi itu benar terjadi, bangsa kita, dan bahkan umat manusia benar-benar berada dalam ancaman. Sekali lagi (pemerintah) Jangan anggap enteng," terang dia

Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra
Ketum Partai Bulan Bintang, Yusril Ihza Mahendra. Foto: MP/Win

Ketua umum Partai Bulan Bintang ini mengaku, sejak Februari sudah mengingatkan Pemerintah dan bangsa agar waspada menghadapi virus ini.

Bahkan ia sudah meminta pemerintah harus siap mengalokasikan dana untuk menghadapi bencana wabah ini karena dampaknya akan sangat besar ke bidang lain.

"Ini bukan sedekar masalah kesehatan, ini masalah ekonomi, sosial, politik bahkan pertahanan keamanan," terang Yusril.

Mantan Menteri Kehakiman dan HAM RI ini mengaku banyak yang menuding dirinya ngeyel dan nyinyir. Padahal, ini adalah kewajiban untuk mengingatkan.

"Saya berpikir dalam konteks pengalaman dan pengetahuan di masa lalu ketika kita menghadapi SARS. ASEAN waktu itu mengadakan KTT Darurat di Bangkok. Saya ikut Bu Mega ( Presiden Kelima Mengawati Soekarnoputri) datang ke sana," jelas Yusril

Mantan Ketua Tim Advokasi Presiden Joko Widodo di Pemilu 2019 ini mendesak pemerintah harus mampu bertindak cepat dan tepat. Salah ambil putusan, lambat mengantisipasi keadaan dan cenderung menganggap enteng sesuatu, harus dijauhi.

"Kita kini berpacu dengan waktu. Karena itu kita tetap harus tegar. Jangan kalah dengan virus ini," harap Yusril.

Hingga Minggu (12/4) pemerintah telah melakukan pemeriksaan sebanyak dua puluh ribu lebih sampel di 40 laboratorium di seluruh wilayah Indonesia untuk mengetahui real time dengan menggunakan metode polymerace chain reaction (PCR).

Baca Juga

Pemprov DKI: 174 Tenaga Medis di DKI Terpapar Corona

Sementara, berdasarkan data yang dikumpulkan pemerintah dari seluruh rumah sakit yang menangani pasien COVID-19 di seluruh Indonesia hingga Minggu (12/4) pukul 12.00 WIB masih mengalami peningkatan.

Seperti yang disampaikan juru bicara (Jubir) pemerintah untuk penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, jumlah pasien terkonfirmasi positif COVID-19 bertambah 399 orang sehingga jumlah total sebanyak 4.241 orang. (Knu)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH