Peringatan Maulid Nabi Momentum Umat untuk Refleksi Diri

Zulfikar SyZulfikar Sy - Kamis, 28 September 2023
Peringatan Maulid Nabi Momentum Umat untuk Refleksi Diri
Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas. (ANTARA/HO-MUI)

MerahPutih.com - Umat Islam memperingati Maulid atau Kelahiran Nabi Muhammad SAW pada 12 Rabiul Awal atau bertepatan 28 September. Hari ini juga ditetapkan sebagai tanggal merah.

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menyebut, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW harus dijadikan sebagai momentum refleksi diri atas apa yang manusia perbuat selama hidup di dunia.

"Rasulullah menyuruh kita untuk berpikir dan berbuat dengan sebaik-baiknya, agar hidup kita selamat dan sukses tidak hanya di dunia ini saja, tapi juga di akhirat kelak," ujarnya, Kamis (28/9).

Baca Juga:

Sambut Maulid Nabi, Keraton Kasepuhan Cirebon Gelar Siraman Panjang

Anwar mengatakan, dalam kesempatan peringatan Maulid Nabi, umat Islam sepatutnya harus berusaha dengan sekuat tenaga untuk menjadikan diri dan sosok dari Rasulullah sebagai tokoh identifikasi.

Maksudnya, manusia harus berusaha untuk meniru cara pandang dan cara berbuat serta bertingkah laku Rasul, baik yang terkait dengan masalah akidah, ibadah, akhlak, dan dalam masalah muamalah.

"Kita harus yakin dan percaya bahwa hanya dengan mengikuti segala perintahnya dan menjauhi semua larangannya hidup kita baru akan bisa diberkahi dan diridai oleh Allah SWT," kata dia, seperti dikutip Antara.

Baca Juga:

Gamelan Sekaten Keraton Surakarta Ditabuh pada 21 September dan Grebeg Gunungan Maulid 28 September

Menurutnya, Rasulullah telah mengajarkan umatnya untuk mengejar akhirat tapi tetap jangan melupakan hidup di dunia, dengan berbuat sebaik-baiknya agar hidup selamat.

"Ini penting kita sadari dengan sebaik-baiknya karena hidup yang akan kita lalui tersebut tidak hanya akan berhenti di sini saja tapi akan berlanjut ke alam akhir," kata dia.

Maka dari itu, kata Anwar, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW mengajarkan manusia untuk menjadikan setiap langkah hidup lebih bermakna, tak hanya bagi diri dan keluarga, tapi orang lain.

"Di situlah relevansinya kita menyelenggarakan acara Maulid Nabi Muhammad SAW karena lewat acara tersebut diharapkan hidup kita ke depan jauh lebih baik, lebih berarti, dan lebih bermakna," kata dia. (*)

Baca Juga:

Warna-Warni Tradisi Maulid Nabi Muhammad SAW di Indonesia

#MUI #Maulid Nabi
Bagikan
Ditulis Oleh

Zulfikar Sy

Tukang sihir
Bagikan