Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Berlangsung dengan Protokol Kesehatan Ketat Mendikbud Nadiem Anwar Makarim saat menyampaikan pidato pada Hari Kesaktian Pancasila 2020. (FOTO ANTARA/Indriani)

MerahPutih.com - Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2020 bakal dilakukan secara sederhana di tengah pandemi COVID-19.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 86491/MPK.F/TU/2020 tentang penyelenggaran upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2020.

Dalam SE yang terbit tanggal 28 September 2020 itu disebutkan, untuk mencegah penyebaran pandemi COVID-19, penyelenggaraan upacara dipusatkan di Monumen Pancasila Sakti Jakarta dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Baca Juga:

Ucapan Puan Soal 'Pancasilais' Dinilai Bentuk Antisipasi Ancaman Nasionalisme

“Upacara dilaksanakan secara sederhana dan khidmat, sangat minimalis dan mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19,” ujar Nadiem dalam keteranganya yang dikutip pada Kamis (1/10). Sementara itu, menteri, pimpinan lembaga negara/instansi pusat beserta pimpinan tinggi madya atau sederajat, kepala daerah/forum koordinasi pimpinan daerah (forkompinda), kantor/lembaga yang ada di daerah wajib mengikuti upacara yang dilaksanakan di Monumen Pancasila secara virtual dari kantor masing-masing. Pokok selanjutnya yang disebutkan dalam SE tersebut adalah setiap kantor instansi pusat dan daerah, kantor perwakilan Republik Indonesia di luar negeri serta seluruh komponen masyarakat Indonesia, pada tanggal 30 September 2020 diimbau untuk mengibarkan bendera setengah tiang.

“Pada tanggal 1 Oktober 2020 pukul 06.00 waktu setempat, bendera berkibar satu tiang penuh,” tutur Nadiem yang juga mantan bos Gojek ini. Komposisi petugas upacara di Monumen Pancasila Sakti terdiri atas Komandan upacara sebanyak satu orang dan cadangan satu orang, pasukan upacara sebanyak 20 orang dan cadangan delapan orang, korps musik sebanyak 35 orang serta pembaca susunan acara sebanyak satu orang dan cadangan satu orang. Pada pelaksanaan upacara yang terpusat di Monumen Pancasila Sakti, akan dihadiri Presiden Joko Widodo sebagai inspektur upacara, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat sebagai pembaca teks Pancasila, Ketua Dewan Perwakilan Daerah sebagai pembaca naskah UUD Tahun 1945, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat sebagai pembaca dan penandatangan ikrar, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan sebagai pembaca doa, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Panglima TNI serta Kepala Kepolisian Republik Indonesia.

Mendikbud Nadiem Makarim saat memberi sambutan dalam webinar Gerakan Nusantara (Gernus) (ANTARA/HO.FFI)
Mendikbud Nadiem Makarim saat memberi sambutan dalam webinar Gerakan Nusantara (Gernus) (ANTARA/HO.FFI)

Nadiem Makarim menjelaskan, makna peringatan 1 Oktober Hari Kesaktian Pancasila. Menurut Nadiem, momen ini memberi kesempatan refleksi dan mengenal kembali Pancasila sebagai falsafah serta ideologi bangsa. Termasuk arti Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

"Kita mengenal Pancasila sebagai akar yang menyambung masa lalu dan masa depan kita bersama, tapi apa arti Pancasila bagi kita dalam kehidupan sehari-hari, apa makna dari sila-sila Pancasila bagi seorang pemimpin, seorang pekerja, seorang guru, seorang ibu dan seorang anak?" kata Nadiem.

Menurut Nadiem, pelaksanaan seluruh sila dalam Pancasila terlihat jelas selama pandemi dan penanganan efek COVID-19. Lewat momen peringatan 1 Oktober Hari Kesaktian Pancasila, bisa dilihat sangat banyak pahlawan Pancasila yang menjalankan aksi kemanusiaan dan berusaha lebih peka dengan lingkungan sekitar.

"Kalau melihat dengan seksama, kita bisa menyadari Kesaktian Pancasila terus sejarah daging di generasi kita. Di masa krisis seperti ini lilin-lilin Pancasila menerangi kegelapan di mana-mana," kata Nadiem.

Aksi kemanusiaan ini seperti lilin Pancasila yang berusaha dinyalakan tiap orang sesuai kapasitasnya masing-masing. Pandemi COVID-19 menantang negara dan menguji ketangguhan bangsa Indonesia untuk melewatinya.

Nadiem berharap, momen 1 Oktober Hari Kesaktian Pancasila menjadi pengingat bagi tiap orang. Pancasila sebagai pusaka Indonesia harus menyala dalam hati dan tiap perbuatan baik untuk sesama.

Hari ini, Kamis (1/10), diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila setelah sehari sebelumnya mengenang para korban G30S/PKI. Peringatan 1 Oktober Hari Kesaktian Pancasila, memang tak lepas dari Gerakan 30 September 1965 oleh PKI yang menyebabkan 7 perwira tinggi dan 1 perwira menengah TNI AD gugur.

Sejak saat itu, peringatan 1 Oktober Hari Peringatan Pancasila dilakukan seluruh masyarakat dengan upacara dan pengibaran bendera Merah Putih.

Baca Juga:

644 Pelanggar Protokol Kesehatan di Cirebon Dihukum Ucapkan Pancasila

Hari Kesaktian Pancasila diatur dalam Surat Keputusan Menteri/Panglima Angkatan Darat tertanggal 17 September 1966 (Kep 977/9/1966).

Dalam surat tersebut, peringatan 1 Oktober Hari Kesaktian Pancasila harus dilakukan TNI Angkatan Darat. Selanjutnya ada usul dari menteri/angkatan kepolisian terkait peringatan Kesaktian Pancasila.

Dengan usul tersebut, akhirnya keluar Keputusan Menteri Utama Bidang Pertahanan dan Keamanan Jenderal Soeharto (Kep/B/134/1966). Surat tertanggal 29 September 1966 memerintahkan, peringatan 1 Oktober Hari Kesaktian Pancasila dilakukan seluruh slagorde (jajaran) angkatan bersenjata dengan mengikutkan masyarakat.

Berbekal surat tersebut, upacara 1 Oktober Hari Kesaktian Pancasila dilakukan seluruh komponen masyarakat tanpa kecuali selama Orde Baru.

Selanjutnya, peringatan 1 Oktober Hari Kesaktian Pancasila terus dilakukan hingga saat ini. Untuk peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2020, upacara dilakukan virtual untuk menekan risiko penularan COVID-19. (*)

Baca Juga:

Bandel tak Pakai Masker, Warga di Johar Baru Disanksi Baca Pancasila dan Al Fatihah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
November, Arab Saudi Buka Umrah Bagi Jemaah Negara Tertentu
Dunia
November, Arab Saudi Buka Umrah Bagi Jemaah Negara Tertentu

Bagi Arab Saudi, layanan haji dan umrah mendatangkan pendapatan bagi Arab Saudi hingga sebesar 12 miliar dolar AS (setara Rp177 triliun) per tahun.

Komisi III Minta KPK Awasi Dana COVID-19 Rp695,2 Triliun
Indonesia
Komisi III Minta KPK Awasi Dana COVID-19 Rp695,2 Triliun

Komisi III meminta KPK terus mengawal pengelolaannya jangan sampai kebobolan.

Kisah Relawan Tidak Boleh Nengok Jarum Suntik Saat Divaksin
Indonesia
Kisah Relawan Tidak Boleh Nengok Jarum Suntik Saat Divaksin

"Cairan di suntikannya ga dilihatin, saya lihat yang nyuntik saja ga boleh. Saya tanya kenapa, katanya prosedurnya, SOP-nya begitu, masih uji coba," kata Arif

Mangkunegaran Tiadakan Kirab Pusaka Malam 1 Suro
Indonesia
Mangkunegaran Tiadakan Kirab Pusaka Malam 1 Suro

Pertimbangan Mangkunegaran tidak mengadakan kirab pusaka karena situasi tidak memungkinkan mengadakan Kirab Pusaka Malam 1 Suro karena situasi Solo masih pandemi COVID-19.

12 Rumah Hanyut Akibat Banjir Bandang di Cicurug Sukabumi
Indonesia
12 Rumah Hanyut Akibat Banjir Bandang di Cicurug Sukabumi

"Kerugian akibat bencana banjir bandang ini masih dalam pendataan, jika melihat kondisi rumah dan sejumlah kendaraan yang tersapu derasnya arus banjir mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah," ujar Daeng.

KPU Solo Putuskan Kampanye Terbuka Diadakan Sekali, Peserta Dibatasi 100 Orang
Indonesia
KPU Solo Putuskan Kampanye Terbuka Diadakan Sekali, Peserta Dibatasi 100 Orang

Aturan tersebut dibuat untuk meminimalisir jumlah peserta kampanye dan menimbulkan kerumunan di tengah pandemi COVID-19.

  Hadapi Karantina Wilayah Pandemi COVID-19, Solo Siapkan Anggaran Rp49 Miliar
Indonesia
Hadapi Karantina Wilayah Pandemi COVID-19, Solo Siapkan Anggaran Rp49 Miliar

"Kami mulai memetakan anggaran untuk penanggulangan wabah Covid-19 di Solo. Anggaran tersebut telah dijukan ke DPRD Solo," ujar Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo

Pemerintah Diminta Tingkatkan Perlindungan Tenaga Medis Tangani COVID-19
Indonesia
Pemerintah Diminta Tingkatkan Perlindungan Tenaga Medis Tangani COVID-19

Oleh karena itu, waktu istirahat bagi para tenaga medis tersebut perlu ditambah

Hampir Sebulan di Pengungsian, Warga Merapi Mulai Merasa Jenuh
Indonesia
Hampir Sebulan di Pengungsian, Warga Merapi Mulai Merasa Jenuh

Sampai saat ini kondisi Merapi masih memiliki tingkat aktivitas yang cukup tinggi sehingga dapat membahayakan jiwa warga.

Transaksi Belanja Online Pasar Beringharjo Mulai Menggeliat
Indonesia
Transaksi Belanja Online Pasar Beringharjo Mulai Menggeliat

Produk yang paling banyak diminati masyarakat selama pandemi COVID-19 yaitu pakaian rumah untuk perempuan.