Periksa Kapolresta Malang Dugaan Kasus Rasisme, Propam Polri Cari Bukti Pelanggaran Etik Kabag Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan. (ANTARA/Laily Rahmawaty)

MerahPutih.com - Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri telah memeriksa Kapolresta Malang, Kombes Leonardus Harapantua Simarmata Permata.

Bekas Wakapolrestabes Surabaya itu diperiksa terkait dugaan rasisme dan diskriminatif terhadap mahasiswa Papua.

Baca Juga

Propam Polri Periksa Kapolresta Malang yang Serukan Tembak Mahasiswa Papua

“Sudah dilakukan pemeriksaan oleh Divisi Propam Polri,” kata Kabag Penum Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Ahmad Ramadhan di Jakarta, Kamis (25/3).

Propam Polri masih mendalami ada atau tidaknya unsur pelanggaran yang dilakukan oleh Leonardus dalam perkara ini. Dia meminta semua pihak bersabar menunggu hasil penyelidikan.

"Saat ini Div Propam Polri sedang mendalami kasus tersebut apakah yang bersangkutan melakukan pelanggaran, apakah pelanggaran disiplin, kode etik, atau pelanggaran lain," sambungnya.

Kapolresta Malang, Kombes Leonardus Harapantua Simarmata Permata
Kapolresta Malang, Kombes Leonardus Harapantua Simarmata Permata

Seperti diketahui, Leonardus resmi dilaporkan ke Divisi Propam Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Jumat (12/3) lalu.

Dia dilaporkan atas dugaan telah melakukan tindakan rasisme dan diskriminatif terhadap mahasiswa Papua. Laporan itu dilayangkan oleh perwakilan solidaritas Mahasiswa Papua dan telah teregister dengan Nomor: SPSP2/815/III/2021/Bagyanduan.

“Kami resmi dari Mahasiswa Papua kami telah melaporkan Kapolres Malang Leonardus Simarmata yang mana telah mengeluarkan instruksi pernyataan yang sangat rasis dan diskriminatif terhadap mahasiswa Papua di kota Malang,” kata Kuasa hukum Solidaritas Mahasiswa Papua, Michael Himan.

Michael menjelaskan tindakan rasisme dan diskriminatif itu diduga dilakukan oleh Leonardus pada 9 Maret 2021 lalu di depan Kantor Mapolresta Malang.

Mulanya, sejumlah mahasiswa Papua tengah melakukan aksi menuntut sejumlah aktivis yang ditangkap saat melakukan aksi Hari Perempuan Sedunia satu hari sebelumnya, yakni 8 Maret.

Aksi dorong-dorongan antara mahasiswa Papua dan anggota terjadi di depan gerbang Mapolresta Malang. Mahasiswa memaksa merengsek masuk dan meminta kawan aktivis Papua segera dibebaskan.

Saat itu lah, kata Michael, Leonardus diduga melontarkan ujaran bernada rasisme dan diskriminatif. Salah satunya, yakni menyebut darah mahasiswa halal.

“‘Tembak, tembak saja. Darah mahasiswa itu halal. Tembak, tembak saja’. Nah ini kan sangat sangat tidak boleh sebenarnya seorang pemimpin mengeluarkan bahasa yang demikian,” bebernya.

Michael berharap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo segera menindaklanjuti laporan yang dilayangkannya. Mereka mendesak Leonardus dapat dicopot dari jabatan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas perbuatannya.

“Kami khawatirkan ini bisa merembet seperti kejadian 2019 lalu di Surabaya. Hal yang sama juga dilakukan oleh aparat juga kan di Surabaya,” pungkasnya. (Knu)

Baca Juga

Kapolri Listyo Perbanyak Kuota Penerimaan Calon Polisi Bagi Pemuda Asli Papua

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Holywings Kemang Ditutup sampai Pandemi COVID-19 Berakhir
Indonesia
Holywings Kemang Ditutup sampai Pandemi COVID-19 Berakhir

"Kenakan sanksi berupa pembekuan sementara izin selama masa pandemi covid, selama masa PPKM. Berikut juga dikenakan sanksi denda Rp 50 juta," ucap Kasatpol PP DKI, Arifin

Asesmen TWK Dinilai Jadi Alat Cuci Tangan Firli Singkirkan Novel Baswedan Cs
Indonesia
Asesmen TWK Dinilai Jadi Alat Cuci Tangan Firli Singkirkan Novel Baswedan Cs

Pengalihan status tersebut seharusnya tidak perlu melibatkan lembaga lain

Dikritik soal Acara Rizieq Shihab, Anies Singgung Kerumunan Massa Pilkada
Indonesia
Dikritik soal Acara Rizieq Shihab, Anies Singgung Kerumunan Massa Pilkada

Orang nomor satu di Jakarta ini pun mencontohnya terkait perhelatan Pilkada serentak tahun ini

Firli Buka Diklat Bela Negara Bagi 18 Pegawai Tak Lulus TWK KPK
Indonesia
Firli Buka Diklat Bela Negara Bagi 18 Pegawai Tak Lulus TWK KPK

16 pegawai akan mengikutinya secara langsung

Segera Disahkan, RUU Otsus Diklaim Dapat Atasi Konflik di Papua
Indonesia
Segera Disahkan, RUU Otsus Diklaim Dapat Atasi Konflik di Papua

Pada akhirnya Pansus Otsus Papua menetapkan perubahan terhadap 19 pasal yaitu tiga pasal usulan pemerintah dan 16 pasal di luar usulan pemerintah.

ICW Masih Berharap Bareskrim Periksa Firli
Indonesia
ICW Masih Berharap Bareskrim Periksa Firli

Dalam laporannya tersebut, ICW tidak asal menggunakan data. Sehingga bisa dipertanggungjawabkan

Boeing Ikut Identifikasi Serpihan Sriwijaya Air
Indonesia
Boeing Ikut Identifikasi Serpihan Sriwijaya Air

Memori perekam suara pilot di kokpit atau CVR pesawat Sriwijaya Air SJ-182 masih bisa dibaca meski dalam kondisi terlepas dari pembungkusnya.

Dipindah ke Medan, Pengungsi Rohingya di Aceh Tinggal 10 Orang
Indonesia
Dipindah ke Medan, Pengungsi Rohingya di Aceh Tinggal 10 Orang

Sepanjang tahun 2020 ada 396 warga etnis Rohingya dari Myanmar yang mendarat di dua pantai di Kota Lhokseumawe.

Jika PPKM Level 4 Diperpanjang, Pengelola Mall Berharap Ada Pelonggaran
Indonesia
Jika PPKM Level 4 Diperpanjang, Pengelola Mall Berharap Ada Pelonggaran

Karyawan yang bekerja di tenant-tenant mall sangat banyak. Itu belum termasuk pelayan saji makanan di food court dan toko di dalam mall. Mereka semua tidak bekerja sama sekali karena mall belum boleh buka.

Polisi Tangkap Penjual Senjata Pada Pelaku Penyerang Mabes Polri
Indonesia
Polisi Tangkap Penjual Senjata Pada Pelaku Penyerang Mabes Polri

Pelaku pelaku penyerangan Mabes Polri berinisial ZA, menggunakan senjata jenis Airgun berkaliber 4,5 MM.