Pergi Ke Disneyland Bisa Pengaruhi Kecerdasan Anak? Serius? Rekreasi ke Disneyland bisa memengaruhi kecerdasan anak(Foto: pixabay/dassel)

MENGAJAK anak ke taman rekreasi ke tempat seperti Disneyland, mungkin membuat beberapa orangtua khawatir. Karena kegiatan yang seharunya menyenangkan bagi anak, kerap kali berakhir dengan kelelahan dan anak-anak rewel.

Sepertinya orangtua harusemmpertimbangkan masalah kelelahan ini. Sebab menurut penelitian ilmiah jika mengajak anak ke taman rekreasi seperti Disneyland sangat bermanfaat bagi kecerdasan si kecil. Seperti yang dilansir dari laman alodokter, penelitian yang dilakukan di Universitas Sains dan Teknologi Norewegia, menunjukkan balita perlu distimulasi sejak lahir dan seterusnya.

Baca Juga:

Tips dan Trik Ampuh Mengasuh Anak Bagi Single Father

balita perlu distimulasi sejak lahir dan seterusnya (Foto: Pixabay/wetmount)

Selain itu, peneliti dan ahli saraf Audrey van der Meer pun menjelaskan, jika anak-anak kecil perlu melibatkan seluruh tubuh serta indranya dengan menjelajahi dunia, baik di dalam ataupun di luar ruangan. Lalu, anak-anak pun perlu bermain di semua jenis cuaca, agar mereka bisa terkena rangsangan yang cukup.

Perjalanan ke Disneyland mungkin tak secara langsung dianggap mendidik tapi IQ anak bisa meningkat. Penelitian menunjukan, jika lingkungan yang menawarkan pengalaman baru termasuk interaksi sosial, kognitif, fisik dan sensori, bisa mengaktifkan ekspresi genetik. Yaitu brain fertilizers di lobus frontal.

Itulah yang bisa meningkatkan fungsi eksekutif, seperti halnya pengaturan stres, konsentrasi, perhatian, perencanaan yang baik dan kemampuan belajar. Ditambah lagi dengan brain fertilizers yang dipicu di lingkungan, bisa memengaruhi IQ si kecil.

Baca Juga:

Tips Simpel Melindungi Anak agar Terhindar dari Berbagai Penyakit

Manfaat berikutnya yaitu dapat membantu membentuk identitas anak. Disneyland sendiri pada dasarnya tak terlupakan, kenangan itu akan lebih dari sekadar foto bahagia untuk dilihat kembali oleh semua anggota keluarga saat bertambah tua.

Mengenai hal itu, Dima Amso, profesor di departemen ilmu kognitif, bahasa dan psikologi Universitas Brown mengatakan, memori pada dasarnya ialah unik. Setiap pengalaman bisa membentuk otak dengan cara yang berarti.

Pada Scientific America, Dima mengatakan, Kenangan tertentu mungkin terlupakan, tapi karena kenangan itu membentuk sebuah jalinan identitas, pengetahuan, dan pengalaman kita. Tidak akan pernah benar-benar hilang sama sekali.

Manfaat ketiga ialah meningkatkan perkembangan otak anak. Hal ini lantaran pengalaman anak ke Disneyland menggunakan dua sistem yang tertama secara genetik, pada area limbik otak yang dikenal sebagai sistem Play dan sistem Find. Dimana memberikan anak berkesempatan untuk mengeksplorasi dan bersenang-senang, akan melibatkan kedua sistem tersebut dan merangsang pertumbuhan dan pematangan di lobus frontal.

Disneyland memberikan anak kesempatan untuk bereksplorasi (Foto: pixabay/gintonic)

Alhasil, terdapatnya peningkatan pada fungsi kognitif, kecerdasan sosial, fokus dan perilaku yang baik. Menariknya hasil itu nantinya akan bertahan hingga anak dewasa.

Manfaat yang terakhir ialah mendorong keterampilan bahasa. Para ilmuwan menemukan, semakin banyak rangsangan mental yang didapat seorang anak disekitar usia empat tahun. Semakin berkembang area otak mereka yang berhubungan dengan bahasa serta kognisi selama beberapa puluh tahun kedepan.

Dengan bermain di taman rekreasi seperti Disneyland, anak-anak akan terdorong menanyakan hal-hal yang mereka temui di sana. Dari pertanyaan-pertanyaan itu, keterampilan bahasa anak pun dapat terlatih. (ryn)

Baca Juga:

Tips Ciptakan Momen Liburan Keluarga yang Menyenangkan dan Bebas Khawatir

Kredit : raden_yusuf


Raden Yusuf Nayamenggala

LAINNYA DARI MERAH PUTIH