Pergantian Dua Nama Jalan di Kota Surabaya Cederai Sejarah Patung Lambang Kota Surabaya (Foto: andiktaufiq.wordpress)

MerahPutih.Com - Pemerintahan Kota Surabaya berencana akan menggantikan nama dua jalan yang terletak di Ibu Kota Provinsi Jawa Timur itu. Bahkan pergantian nama jalan itu sudah masuk dalam Pansus Raperda Perubahan Nama Jalan di DPRD Kota Surabaya.

Nama jalan yang akan diganti yakni Jalan Dinoyo menjadi Jalan Sunda dan Jalan Gunungusari berganti Jalan Siliwangi.

Rencana tersebut langsung mendapat kritik dan protes dari sejumlah kalangan, termasuk pakar tata kota dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, Johan Silas. Menurut Johan Silas pergantian nama tersebut justru mencederai sejarah.

"Tidak setuju karena perubahan nama jalan ini akan berdampak pada sejarah panjang jalan itu," katanya saat diundang Pansus Raperda Perubahan Nama Jalan untuk rapat dengar pendapat di ruang Komisi D DPRD Surabaya, Kamis (26/7).

Menurut dia, perubahan nama jalan secara total atau hanya sebagian saja tetap menciderai sejarah pada saat dua nama jalan tersebut ada sejak dahulu. Sebab, lanjut dia faktor historis tidak akan mengenal sebagian atau bahkan seluruhnya.

Jalan Dinoyo Surabaya
Jalan Dinoyo, Surabaya (Foto: Ist)

"Kalau memang rekonsiliasi budaya, harusnya yang terkait langsung itu di Mojokerto bukan di Surabaya waktu Perang Bubat. Belanda saja dari dulu tidak berani mengubah nama jalan itu," ujarnya.

Terkait hal itu, Ketua Pansus Raperda Perubahan Nama Jalan Fatchul Muid memastikan, polemik yang terjadi itu akan terus diakomodir. Tentunya, tambahn dia pansus selalu mendengarkan masukan dari semua pihak.

"Karena kami harus mengakomodir seluruh pendapat yang masuk untuk kemudian didiskusikan secara internal," ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, politisi Nasdem ini memastikan dalam waktu dekat proses penggodokan nama jalan akan tuntas. "Nanti Senin depan akan kami rapatkan secara internal. Kalau tidak bisa mufakat, ya akan kami votingkan," katanya.

Perwakilan warga terdampak yang bertempat tinggal di Jalan Dinoyo dan Gunungsari sebelumnya secara tegas menolak adanya perubahan nama jalan itu ketika melakukan dengar pendapat dengan pihak pansus.

"Saya bersama warga terdampak akan tetap teguh untuk menolak adanya pengubahan nama jalan. Saya sampai mati pun akan menolak," kata Ketua RT 5 RW 8 Gunungsari Supriadi sebagaimana dilaporkan Antara.

Bahkan, lanjut dia meski Pemerintah Kota Surabaya maupun Pemerintah Provinsi Jatim telah menjamin berbagai kemudahan pengubahan administrasi, namun pihaknya tidak percaya.

"Kami tidak yakin bahwa berbagai kemudahan itu akan benar-benar ada. Kami tidak ingin dibohongi," kata Supriadi.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Tanggapi Aduan PDI Perjuangan, Komnas HAM akan Buka Kembali Dokumen Kudatuli



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH