Peretasan Data Pribadi via Media Sosial Semakin Masif, Masyarakat Diminta Waspadai Ilustrasi perlindungan data pribadi. Foto:Net

MerahPutih.com - Ketua DPC GMNI Tangsel Zein Nasution meminta RUU Perlindungan Data Peribadi segera disahkan menjadi undang-undang agar hak-hak masyarakat terlindungi. Zein memaparkan erbagai praktik penyalahgunaan data pribadi semakin marak dan merugikan publik.

Zein mencontohkan, berbagai kasus peretasan akun media sosial di dalam negeri dan skandal bocornya 87 juta pengguna Facebook di Amerika memantik kekhawatiran masyarakat

Baca Juga

Menjelang Akhir Tahun, Ancaman Penjahat Siber semakin Meningkat

"Untuk itu regulasi perlindungan data pribadi sangat penting karena berkaitan dengan kedaulatan data bagi setiap warga negara", tegas Zein kepada Merahputih.com, Sabtu (21/12)

Ketua GMNI Tangsel ini menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan segera regulasi yang berkaitan dengan kedaulatan data pribadi. Pentingnya perlindungan data pribadi merupakan keniscayaan di era revolusi digital.

ilustrasi  (Foto: Pexels/Soumil Kumar)
ilustrasi (Foto: Pexels/Soumil Kumar)

Zein mengungkapkan, sejumlah contoh kasus yang sering terjadi hingga saat ini, antara lain adalah banyaknya penawaran asuransi, promo berbagai produk dari pihak tidak dikenal yang masuk melalui telepon, sms, email dan akun pribadi tanpa permisi.

Zein mengatakan, Globalisasi diera digital yang sudah demikian masif telah menembus batas batas negara. Dunia telah dikendalikan oleh teknologi smartphone dengan jaringan internet. Kemajuan teknologi tersebut di satu sisi memudahkan manusia, tapi di saat bersamaan membawa dampak negatif.

Baca Juga

Kepala BSSN Sebut Indonesia Tengah Alami Serangan Siber dari Berbagai Sisi

Zein mengaku prihatin, karena sudah banyak kasus kejahatan cyber seperti peretasan email, WhatsApp, akun media sosial masih terus terjadi dan terkesan ada pembiaran.

Oleh karena itu semua pihak perlu mendorong Rancangan Undang-undang Perlindungan Data Pribadi atau RUU PDP agar segera disahkan menjadi undang-undang.

"Dengan adanya undang-undang tersebut, pengumpulan, penyimpanan, hingga pemanfaatan data pribadi akan diatur agar bisa melindungi hak privasi seseorang," ujarnya.

Zein berharap, RUU PDP ini segera dibahas antara DPR dan Pemerintah dan segera disahkan agar data pribadi terlindungi dan aparat penegak hukum memiliki landasan yuridis dalam memberantas kejahatan cyber yang sudah meresahkan masyarakat.

Baca Juga

Pentingnya Mendorong RUU Keamanan Siber

"UU PDP sangat penting karena data adalah jenis kekayaan baru bangsa kita, kini data lebih berharga dari minyak dan emas", pungkas ketua GMNI Tangerang Selatan. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[HOAKS atau FAKTA]: Hanya Anies, Gubernur di Indonesia yang Didatangi 40 Dubes Tanpa Diundang
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Hanya Anies, Gubernur di Indonesia yang Didatangi 40 Dubes Tanpa Diundang

Foto tersebut mirip dengan foto karya Jurnalis Tribun News, Pebby Ade Liana

Mendagri Tito Ungkap Faktor Tersulit dalam Upaya Menangkap Djoko Tjandra
Indonesia
Mendagri Tito Ungkap Faktor Tersulit dalam Upaya Menangkap Djoko Tjandra

Ia menjelaskan menangkap buronan di luar negeri bukan perkara mudah.

Bantuan Indonesia untuk Palestina Dipastikan Meningkat Tahun Ini
Indonesia
Bantuan Indonesia untuk Palestina Dipastikan Meningkat Tahun Ini

Bantuan kemanusiaan Indonesia rencananya akan disalurkan langsung kepada Pemerintah Palestina

Sebelum Fit and Proper Test, Listyo Sigit Diundang Bikin Makalah di Hadapan Anggota DPR
Indonesia
Sebelum Fit and Proper Test, Listyo Sigit Diundang Bikin Makalah di Hadapan Anggota DPR

Untuk uji kelayakan calon Kapolri akan dilakukan dengan mekanisme 2x2,5 jam

Pemprov DKI Izinkan Live Music di Kafe, Komisi B: Para Musisi Wajib Tes Corona
Indonesia
Pemprov DKI Izinkan Live Music di Kafe, Komisi B: Para Musisi Wajib Tes Corona

Kebijakan izin live music di kafe dimaksudkan Anies untuk menggeliatkan perekonomian masyarakat.

BNPB Minta PSSI dan IBL Pastikan tidak Ada Penonton di Stadion
Olahraga
BNPB Minta PSSI dan IBL Pastikan tidak Ada Penonton di Stadion

Pernyataan ini disampaikan Kepala BNPB yang juga Kepala Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo saat menanda tangani nota kesepahaman (MoU) dengan PSSI dan IBL di Jakarta, Kamis (17/9).

Kembali dari Yogyakarta Satu Warga Indramayu Positif COVID-19
Indonesia
Kembali dari Yogyakarta Satu Warga Indramayu Positif COVID-19

Pasien tersebut laki-laki (52) tahun asal Kecamatan Indramayu.

Pemburu COVID-19 Bakal Langsung Bubarkan dan Lakukan Tes di Tempat Kerumunan
Indonesia
Pemburu COVID-19 Bakal Langsung Bubarkan dan Lakukan Tes di Tempat Kerumunan

"Kami jemput bola dan lebih aktif. Karena di Jakarta penyebaran COVID-19 masih di atas seribu," kata Heru.

Kode 'Presiden 2024' untuk Senangkan Sandiaga Uno
Indonesia
Kode 'Presiden 2024' untuk Senangkan Sandiaga Uno

Isyarat tersebut memang diberikan Jokowi ketika menghadiri pelantikan Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia di Hotel Raffles.

Anak Buah Sekjen PDIP Hasto Didakwa Suap Wahyu Setiawan Rp600 Juta
Indonesia
Anak Buah Sekjen PDIP Hasto Didakwa Suap Wahyu Setiawan Rp600 Juta

Suap itu terkait dengan permohonan Pergantian Antarwaktu (PAW) caleg PDIP, Harun Masiku.